POJOKSATU.id - Masalah akun belum terdaftar dan sinkronisasi yang justru berubah menjadi menu tarik data masih sering dialami operator sekolah. Kondisi ini kerap muncul meski data invalid sudah nol dan peran kepala sekolah maupun GTK terlihat normal di aplikasi.
Tidak sedikit operator yang akhirnya terjebak bongkar pasang aplikasi tanpa memahami akar persoalannya.
Padahal, berdasarkan praktik lapangan, sumber masalah ini hampir selalu mengarah pada satu titik krusial, yakni pengelolaan akun di SP Datadik.
Jika tahap ini terlewat, maka perbaikan di aplikasi Dapodik tidak akan pernah tuntas.
Gejala Umum yang Sering Membingungkan Operator
Setidaknya ada tiga gejala yang sering muncul bersamaan.
Pertama, menu sinkronisasi tersedia tetapi saat diklik justru berubah menjadi tarik data.
Kedua, muncul notifikasi “akun pengguna belum terdaftar” ketika proses sinkron dijalankan.
Ketiga, muncul peringatan bahwa pengguna belum membuat akun atau diminta menggunakan fitur tukar akses pengguna.
Baca Juga: Kok Bisa PPPK Paruh Waktu Lotim Tetap Digaji, Tapi Tak Masuk Belanja Pegawai? Lalu Masuk Kemana?
Ketiga kondisi ini sering disalahartikan sebagai bug aplikasi atau gangguan server.
Padahal, secara teknis, sistem sedang menolak akun yang dianggap belum valid secara administratif.
Akar Masalah Ada di SP Datadik, Bukan di Aplikasi
Kesalahan paling umum adalah langsung fokus ke Dapodik, padahal langkah pertama justru harus dilakukan di SP Datadik.
Sistem Dapodik sepenuhnya bergantung pada keabsahan akun di sana.
Jika akun kepala sekolah atau GTK terdeteksi ganda, tidak aktif, atau belum diverifikasi dengan benar, maka sinkronisasi akan otomatis ditahan.
Dalam banyak kasus, satu nama bisa memiliki dua akun berbeda akibat riwayat penugasan, mutasi, atau pembuatan akun lama yang tidak dibersihkan.
Selama masih ada lebih dari satu akun, sistem akan membaca konflik dan menolak proses sinkron.
Urutan Solusi yang Wajib Dilakukan
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek akun di SP Datadik.
Baca Juga: CPNS 2026 Fokus Fresh Graduate, Tapi Guru Tetap Dibutuhkan Lewat Skema Ini
Pastikan hanya ada satu akun aktif untuk kepala sekolah atau GTK yang bermasalah.
Jika ditemukan lebih dari satu akun, operator tidak disarankan menghapus sendiri, melainkan meminta bantuan dinas agar penghapusan sesuai prosedur.
Jika akun tidak ditemukan sama sekali, maka akun harus ditambahkan di SP Datadik dan dipastikan statusnya aktif.
Setelah itu, lakukan pembaruan password dengan cara mengedit akun yang aktif, baik menggunakan password lama maupun baru, asalkan konsisten.
Baca Juga: Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang, 27 WNA
Barulah setelah tahapan ini selesai, operator melakukan tarik data di aplikasi Dapodik.
Pada tahap ini, meski masih terdapat invalid lokal, tarik data tetap bisa dijalankan.
Perbedaan Perlakuan SD ke Bawah dan SMP ke Atas
Khusus sekolah PAUD, TK, dan SD, ada satu langkah tambahan yang sering terlewat, yaitu memperbarui akun di menu penugasan GTK atau tendik.
Di menu ini, email dan password akun harus disamakan dengan yang ada di SP Datadik agar sinkronisasi benar-benar terbaca.
Sementara untuk SMP ke atas, biasanya cukup sampai tarik data. Jika setelah itu tukar pengguna sudah bisa dilakukan, maka sinkronisasi dapat dijalankan.
Kapan Harus Instal Ulang Dapodik?
Instal ulang Dapodik menjadi langkah terakhir, bukan solusi utama.
Tindakan ini baru perlu dilakukan jika seluruh tahapan administratif sudah benar, akun tunggal sudah aktif, password sudah diperbarui, namun aplikasi tetap tidak membaca perubahan.
Instal ulang bertujuan menyegarkan database lokal agar menyesuaikan dengan data pusat yang sudah diperbaiki.
Saran Penting untuk Operator Sekolah
Operator sekolah disarankan tidak terburu-buru menyimpulkan adanya error sistem.
Selama akun di SP Datadik belum beres, Dapodik tidak akan pernah benar-benar normal.
Prinsip utamanya sederhana: satu orang, satu akun, satu status aktif.
Dengan mengikuti urutan yang tepat, masalah akun belum terdaftar dan sinkronisasi yang berubah menjadi tarik data dapat diselesaikan tanpa langkah ekstrem.***




