POJOKSATU.ID - Secara serentak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat merealisasikan program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan (PSPP).
Jajaran pejabat eselon I dan II diterjunkan ke berbagai penjuru negeri, termasuk wilayah 3T, untuk mengawal langsung dimulainya revitalisasi sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan.
Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, turut hadir dalam revitalisasi sekolah, salah satunya adalah TK Pertiwi I Serang.
Kedatangannya menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan di semua jenjang.
Baca Juga: Prof. Mohammad Nuh Jadi Ketua tim formatur Sekolah Rakyat, Bagaimana Selanjutnya?
Sebagai penanda dimulainya proyek, Hafidz secara simbolis memakaikan helm proyek kepada perwakilan sekolah.
Selain itu, dukungan moril dan literasi juga diberikan melalui penyerahan boneka Bebe dari Badan Bahasa serta buku bacaan anak dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, di Bekasi, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, hadir langsung untuk meluncurkan Program Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah di SDN 4 Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya.
Irjen Syahrul bahkan meninjau langsung kondisi ruang kelas dan melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Baca Juga: Daya Tampung Sekolah Rakyat Akan Ditambah! Padahal Belum Dimulai! Kenapa???
Beliau menegaskan bahwa prioritas utama adalah sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, sejalan dengan perhatian besar Presiden terhadap kondisi bangunan sekolah yang tidak layak.
Kondisi memprihatinkan terlihat jelas di SDN 4 Padurenan, di mana tiga ruang kelas mengalami kerusakan hingga 80 persen dan dinyatakan tidak aman untuk digunakan.
Semangat pemerataan pembangunan pendidikan juga terlihat di luar Pulau Jawa. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan peletakan batu pertama perbaikan Sekolah Dasar Kaiwatu GMIM di Manado, Sulawesi Utara.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa program revitalisasi sekolah menjangkau hingga daerah 3T.
Wamendikdasmen menekankan bahwa revitalisasi SD GMIM Kaiwatu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sekolah-sekolah swasta yang telah berkontribusi signifikan bagi pendidikan di Indonesia, sekaligus mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Program PSPP tahun 2025 ini tidak hanya menyasar sekolah dasar dan menengah pertama, tetapi juga lebih dari 750 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 150 Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia.
Selain itu, lebih dari 50 satuan pendidikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga akan mendapatkan alokasi perbaikan.
Langkah masif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan kondusif bagi seluruh siswa, sehingga mereka dapat mencapai standar mutu pendidikan yang diharapkan.
Aksi serentak di berbagai daerah ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia, menandakan keseriusan pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih gemilang.***




