POJOKSATU.id – Kabar bahagia datang dari Kabupaten Pamekasan, Madura.

Setelah menunggu dengan penuh harap sejak awal triwulan, guru-guru Non ASN di wilayah tersebut akhirnya bisa bernapas lega.

Pada hari ini, melalui sebuah unggahan di grup Facebook Info Honorer, seorang guru bernama Moh Dofiruddin mengumumkan bahwa TPG Triwulan IV (TW 4) secara resmi meleleh atau cair melalui Bank Tabungan Mandiri.

Baca Juga: Buka Rekening Kolektif Kunci Dapat Bansos Akhir Tahun 2025, Ini Penjelasan KKS Baru Peralihan dari PT Pos Indonesia ke Bank Himbara

Ungkapan itu langsung menggelitik perhatian banyak guru lain.

Kata “meleleh” yang digunakan Dofiruddin menjadi ciri khas kabar gembira yang kerap muncul ketika pencairan TPG mulai berjalan di suatu daerah.

Pamekasan pun menjadi salah satu wilayah yang bergerak lebih cepat dari perkiraan.

 

Postingan yang Membuat Guru Ramai Mengecek Rekening

Dalam unggahan pendek namun penuh energi, Moh Dofiruddin menuliskan:

“Alhamdulillah TW 4 Kab. Pamekasan meleleh. Bank Tabungan Mandiri Non ASN.”

Baca Juga: Catat! Operasi Zebra Jaya 2025 Digelar Selama 14 Hari ke Depan, Dirlantas Polda Metro Beberkan Pola Tindakan

Ungkapan itu diikuti dengan emotikon hormat yang menunjukkan rasa syukur dan lega atas pencairan tersebut.

Postingan ini segera memicu gelombang komentar di grup, mulai dari ucapan selamat hingga pertanyaan apakah bank dan daerah lain juga mulai bergerak.

Banyak guru dari Pamekasan langsung bergegas membuka aplikasi mobile banking mereka, sementara guru dari kabupaten tetangga seperti Sampang, Sumenep, dan Bangkalan ikut menunggu kabar serupa.

Bank Tabungan Mandiri Jadi Pemicu Gelombang Pencairan

Dalam beberapa triwulan sebelumnya, Bank Tabungan Mandiri sering menjadi salah satu bank yang memulai gelombang awal pencairan guru Non ASN di wilayah Madura.

Pola itu kembali terjadi pada TW 4 kali ini.

Baca Juga: Catat! Operasi Zebra Jaya 2025 Digelar Selama 14 Hari ke Depan, Dirlantas Polda Metro Beberkan Pola Tindakan

Beberapa guru mencatat:

1. rekening Tabungan Mandiri lebih dulu menunjukkan pergerakan,

2. klenting biasanya dimulai sore hingga malam hari,

3. bank lain seperti BRI, BSI, dan BNI menyusul secara bertahap.

Baca Juga: Pilu Bayi Perempuan Ditemukan di Poskamling di Warungkiara Sukabumi, Polisi Selidiki Secarik Surat dari Pelaku

Fenomena “perbedaan ritme per bank” ini sering menjadi acuan guru seluruh Jawa Timur dan luar daerah untuk memperkirakan kapan giliran mereka tiba.

 

Kenapa TPG TW 4 Sangat Dinanti?

TPG TW 4 biasanya menjadi triwulan yang paling ditunggu oleh guru karena jatuh pada waktu:

1. menjelang akhir tahun,

2. berdekatan dengan kebutuhan keluarga Desember,

3. persiapan kegiatan sekolah tahun ajaran berikutnya,

4. serta menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga menjelang liburan.

Tak heran jika kabar dari Pamekasan langsung mencuri perhatian guru di media sosial, karena TW 4 sering menjadi momen yang dinilai paling krusial.

 

Ramai, Antusias, dan Penuh Harapan

Setelah Dofiruddin mengumumkan bahwa Tabungan Mandiri sudah bergerak, grup Info Sertifikasi Guru langsung dibanjiri komentar.

Baca Juga: Indosat Hadirkan “Kios @ School” di SMK Walang Jaya, Cetak Siswa Siap Kerja Lewat Pembelajaran Berbasis Praktik

Banyak guru menanyakan:

“BRI sudah masuk belum?”

“Saya BNI, mohon infonya.”

“Pamekasan duluan, apakah Sumenep menyusul?”

“Alhamdulillah, semoga seluruh Madura klenting hari ini.”

Baca Juga: Habis TKA, Lanjut UAS! Ini Strategi Belajar yang Paling Efektif Biar Nggak Keteteran

Kehangatan diskusi tersebut menunjukkan betapa eratnya komunitas guru honorer dan Non ASN dalam saling memberi informasi mengenai ritme pencairan di wilayah masing-masing.

 

Indikasi Awal Gelombang Pencairan di Jawa Timur

Pencairan dari Pamekasan ini menjadi sinyal penting bahwa gelombang TW 4 di Jawa Timur mulai bergerak.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setelah Pamekasan memulai, daerah berikutnya yang biasanya gerak cepat adalah:

1. Sumenep,

2. Bangkalan,

3. Sampang,

4. Probolinggo,

5. Situbondo,

Baca Juga: Peran Krusial NUPTK dan NRG dalam Proses Pencairan TPG Sebagai Jaminan Keabsahan Data Guru

Meskipun ritme tiap daerah tetap berbeda sesuai kesiapan data, validasi Info GTK, dan jadwal bank penyalur.

Dengan masuknya laporan dari Moh Dofiruddin, banyak guru mulai bersiap memantau aplikasi perbankan masing-masing, terutama pada jam-jam sore dan malam yang biasanya menjadi puncak klenting.

 

Faktor Penentu Kecepatan TW 4

Dari pengalaman pencairan tahun sebelumnya, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap cepat-lambatnya TW 4:

1. Validasi Info GTK dan Dapodik

Guru Non ASN yang datanya bersih dan tidak mengalami kendala jam mengajar lebih berpeluang masuk gelombang awal.

2. SKTP yang Terbit Tepat Waktu

Meski Dofiruddin tidak menyebutkan tanggal SKTP-nya, guru Pamekasan dikenal cukup cepat sinkronisasi Dapodik sehingga SKTP beberapa sekolah terbit dalam gelombang awal.

3. Sistem Internal Bank Penyalur

Tabungan Mandiri dikenal sering menjadi bank pemicu klenting pertama, diikuti bank lain secara bertahap.

4. Kebijakan Daerah

Beberapa kabupaten memiliki mekanisme percepatan, membuat pencairan bisa terjadi lebih awal.

 

Dampak Kabar Ini bagi Guru-guru Lain di Indonesia

Setiap kali sebuah daerah mengumumkan klenting, guru-guru di daerah lain langsung menggunakan informasi itu sebagai:

1. indikator bahwa dana sudah turun dari pusat,

Baca Juga: Kesempatan Emas! Beasiswa Prime Future Academy Siap Antar Peserta ke Singapura dan Malaysia

2. tanda bahwa sistem pembayaran sudah bergerak,

3. acuan perkiraan kapan daerah lain menyusul,

4. dan motivasi untuk terus memantau rekening.

Baca Juga: Ternyata Begini Jejak Karier Cucun Ahmad Syamsurijal Dari Santri NU hingga Wakil Ketua DPR Sampai Sekarang Malah Dihujat!

Kabar dari Moh Dofiruddin kini menjadi indikator awal bahwa TW 4 sudah mulai menyebar di Jawa Timur dan kemungkinan besar akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

 

Pamekasan Resmi Memulai Gelombang Klenting TW 4

Dengan pengumuman Moh Dofiruddin yang menyebut “TW 4 Pamekasan meleleh”, dapat disimpulkan bahwa:

1. Pamekasan telah memasuki fase aktif pencairan TW 4 Non ASN.

2. Bank Tabungan Mandiri menjadi penyalur pertama yang menunjukkan pergerakan.

3. Gelombang pencairan di Jawa Timur diperkirakan akan merembet ke daerah lain.

4. Guru-guru di seluruh Indonesia kini menunggu giliran mereka.

Kabar ini tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi guru di Pamekasan, tetapi juga memberi harapan bagi ribuan guru Non ASN di seluruh Indonesia yang masih menanti klenting TPG TW 4.***