POJOKSATU.id - Suasana haru menyelimuti GOR Tawangalun, Banyuwangi.

Tangis bahagia pecah dari ribuan tenaga honorer yang selama bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status.

Penantian panjang mereka akhirnya berbuah manis ketika pemerintah daerah secara resmi menyerahkan SK pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu.

Baca Juga: Sinyal Kenaikan Gaji ASN 2026 Menguat, Ini yang Dibahas Menpan RB Saat Temui Purbaya

Momen penuh emosi itu terjadi saat ribuan honorer satu per satu menerima SK di hadapan keluarga dan sesama rekan seperjuangan.

Banyak di antara mereka tak mampu menahan air mata, mengenang perjalanan panjang penuh ketidakpastian sebelum akhirnya diakui secara resmi oleh negara.

Peristiwa ini menjadi simbol penting bagi tenaga honorer di Banyuwangi.

Baca Juga: Barang Bantuan Aceh Tamiang Tersendat, Relawan Naik Pitam di Hadapan Pemprov Sumut dan Siap Bawa ke Jalur Hukum

Sekaligus bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status dan kesejahteraan bagi para abdi negara non-ASN.


Ribuan Honorer Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

Sebanyak 4.888 tenaga honorer di Kabupaten Banyuwangi resmi diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di GOR Tawangalun, Minggu 28 Desember 2025.

Baca Juga: Elite Koalisi Prabowo Kumpul Bareng, Demokrat Absen dan Mulai Jadi Tanda Tanya

Pengangkatan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari:

- tenaga administrasi

- teknis

- hingga tenaga pelayanan publik lainnya yang selama ini menjadi tulang punggung operasional pemerintahan daerah.

Prosesi berlangsung khidmat namun sarat emosi.

Sorak haru, pelukan keluarga, hingga linangan air mata menjadi pemandangan yang tak terhindarkan di dalam gedung olahraga tersebut.

Baca Juga: Gegeran Gergeran


“Akhirnya Kami Diakui”

Salah satu honorer yang tak kuasa menahan tangis adalah Mislatin (57), tenaga administrasi honorer di Puskesmas Singotrunan.

Ia mengaku sangat bersyukur akhirnya mendapatkan kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi.

Dikutip dari Times Indonesia, 28 Desember 2025, Mislatin saat ditemui usai menerima SK di GOR Tawangalun mengucapkan:

Baca Juga: Viral! Alat Pengering Payung di Stasiun Malah Jadi Tempat Sampah, Netizen Auto Geram

“Hari ini saya sangat bahagia, anak-anak saya juga. Terima kasih Emakku Bupati Ipuk,” ujar Mislatin saat ditemui usai menerima SK di GOR Tawangalun.

Ungkapan sederhana itu mewakili perasaan ribuan honorer lain yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi meski berstatus non-ASN.


Simbol Kepastian dan Harapan Baru

Pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu ini bukan hanya soal perubahan status administratif.

Baca Juga: Viral Hakim Walk Out Mendadak Tanpa Menutup Sidang Kasus Delpedro, Ruang Sidang Langsung Gempar

Bagi para honorer, momen ini menjadi simbol pengakuan negara atas pengabdian mereka selama ini.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik.

Dengan status yang lebih jelas, diharapkan para PPPK dapat bekerja lebih tenang dan profesional.

Selain itu, pengangkatan ini juga memberikan kepastian penghasilan serta perlindungan kerja yang lebih baik dibandingkan status honorer sebelumnya.


GOR Tawangalun Jadi Saksi Sejarah

GOR Tawangalun Banyuwangi pun menjadi saksi sejarah perubahan nasib ribuan honorer.

Baca Juga: 1.598 Mahasiswa UNSIKA Ikuti KKN Bertema Inovasi Hijau dan Digital

Dari tempat itulah, air mata haru berubah menjadi senyum bahagia dan harapan baru.

Bagi banyak honorer, hari itu akan selalu dikenang sebagai titik balik dalam perjalanan hidup mereka.

Dari ketidakpastian menuju pengakuan, dari status honorer menuju PPPK paruh waktu.

Momen “air mata bahagia” di GOR Tawangalun bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan perjuangan panjang yang akhirnya berbuah kepastian.***