POJOKSATU.id – Di saat banyak orang menantikan akhir tahun sebagai momen berkah, liburan, dan penyelesaian kebutuhan keluarga, banyak guru justru menghadapi kenyataan pahit.

Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 3 dan 4 belum cair, padahal triwulan sebelumnya lancar tanpa kendala.

TW 1 dan TW 2 aman, namun ketika memasuki TW 3–4, banyak guru mendadak terkena masalah validasi, terblokir sistem, atau bahkan tidak masuk daftar pembayaran.

Sementara kebutuhan hidup terus berjalan dan tak bisa ditunda.

Baca Juga: 5.812 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Bupati Jeje Minta Jaga Nama Baik Pemda

“Ini akhir tahun, kebutuhan makin banyak. Tapi tunjangan kami justru hilang seperti tidak ada kepastian,” keluh seorang guru di media sosial.

 

Harusnya Jadi Momentum Kebahagiaan, Malah Penuh Ketidakpastian

Akhir tahun selalu identik dengan:

- bayar biaya sekolah anak,

- persiapan masuk semester baru,

- cicilan akhir tahun,

- pembelian kebutuhan rumah tangga,

- hingga biaya persalinan bagi guru yang sedang hamil.

Bagi banyak guru, TPG bukan sekadar tambahan, tetapi bagian penting dari keuangan keluarga.

Namun kondisi tahun ini berbeda. Banyak guru mengatakan ini adalah tahun paling rumit dalam proses validasi dan pencairan TPG.

 

Apa Penyebab TPG TW 3–4 Tak Kunjung Cair?

Berdasarkan laporan guru dan penelusuran lapangan, ada beberapa dugaan penyebab utama:

1. Validasi Kode Mandek di 02 atau Lompat ke 06

Banyak guru melaporkan:

- kode validasi tidak bergerak dari 02,

Baca Juga: Tragedi Siswa SMP Diduga Korban Bullying di Tangsel, Meninggal Dunia Setelah Sepekan Dirawat

- kode justru berubah ke 06,

- jam mengajar sudah 24–26 linear tetapi tetap tidak valid,

- status ASN tiba-tiba terbaca Non ASN.

Error seperti ini langsung menghentikan proses SKTP.

2. Data ASN yang Belum Sinkron

Peralihan besar-besaran Non ASN ke ASN/PPPK membuat sistem nasional kewalahan.

Banyak data:

- NIP,

- SK PPPK,

- riwayat kepegawaian,

- SPMT,

- belum terbaca di server pusat, sehingga guru dianggap belum memenuhi syarat untuk menerima TPG.

Baca Juga: BOBIBOS Sudah MoU dengan KDM, Desember Bisa Dijual ke Masyarakat? Cek Info dan Jadwalnya di Sini

3. SPMT Belum Terinput atau Belum Terbaca

Ini masalah paling banyak terjadi.

Meski berkas sudah dikirim ke sekolah, sistem pusat tidak membaca SPMT sehingga status guru gagal validasi.

Baca Juga: Miris! Taman Daan Mogot, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi Sesama Jenis di Jakbar

4. Perubahan Mekanisme Pembayaran TPG

Sejak 2025, pembayaran TPG mengalami perubahan besar:

- guru ASN harus melalui jalur Kemenkeu → KPPN → rekening guru,

- data harus 100% valid,

- kesalahan sekecil apa pun membuat pembayaran ditahan.

Non ASN cenderung lebih cepat karena lewat jalur Puslapdik yang lebih sederhana.

5. Update Sistem Info GTK dan Dapodik Serentak

Setiap akhir tahun, sistem diperbarui secara nasional.

Akibatnya:

- validasi berubah,

Baca Juga: Menjelang 17 November, 2025 Guru Deg-degan Menanti Pengumuman PPG Daljab Kemenag Batch IV! Siapa yang Lolos Besok?

- data sebagian hilang sementara,

- kode error muncul mendadak.

Ini menyebabkan banyak guru terkunci di TW 3–4.


Guru Merasa Dizalimi “Hak Kami Ditahan, Beban Kami Bertambah”

Di sejumlah komunitas guru, muncul gelombang protes:

“Jangan zolimi guru, kebutuhan kami bukan hal sepele.”

“TPG kami untuk biaya melahirkan.”

“Untuk makan sehari-hari.”

“Untuk bayar kuliah anak.”

Banyak guru merasa mereka diperlakukan tidak adil.

Sementara pekerjaan guru tidak pernah mengenal libur emosional:

- mengajar dengan sabar,

- membentuk karakter anak bangsa,

- mengabaikan masalah pribadi demi tugas,

Baca Juga: Menjelang Akhir Tahun, Bagaimana Status Gaji ASN Desember 2025? Ini Update Resmi Kemenpan RB

- tetap hadir walau berbagai tekanan di rumah.

Namun ketika hak mereka dipertanyakan, tidak ada kepastian yang jelas dari pemerintah.

Lebih ironis lagi, ada komentar menyebut:

“Tunjangan pejabat cair aman. Yang duduk di kursi rapat sambil main HP tidak bermasalah. Tapi guru yang bekerja langsung dengan generasi bangsa justru dipersulit.” Ujar salah satu guru pada komentar Facebook Info Sertifikasi Minggu (16/11/2025).

 

Hidup Makin Sulit

Keterlambatan TPG di TW 3–4 membuat banyak guru harus:

- menunda pembayaran kebutuhan,

- mengutang untuk biaya mendesak,

- menarik tabungan darurat,

- mengurangi belanja pokok,

- stres menghadapi akhir tahun.

Sebagian guru menyebut ini adalah akhir tahun paling berat dalam beberapa tahun terakhir.


Apakah TPG TW 3–4 Masih Bisa Cair?

Jawabannya: masih bisa, selama masalah validasi diselesaikan.

Baca Juga: Miris! Taman Daan Mogot, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi Sesama Jenis di Jakbar

Yang perlu diperiksa:

1. SPMT sudah masuk dan terbaca pusat

2. NIP dan SK PPPK/ASN sudah sinkron

3. Jam mengajar sudah 24 jam linear

4. Sinkronisasi Dapodik sudah dilakukan

5. Info GTK tidak ada tanda merah lain

Biasanya, setelah validasi kembali normal, pencairan akan dilakukan secara menyusul (rapel).

 

Guru Butuh Kepastian, Bukan Janji

Masalah TPG TW 3–4 menunjukkan bahwa sistem harus diperbaiki.

Guru sudah menjalankan kewajibannya, mengajar, membimbing, dan mendidik.

Yang mereka butuhkan hanya satu yaitu hak yang semestinya mereka terima.

Akhir tahun seharusnya menjadi momen berkah, bukan sumber kecemasan.***