POJOKSATU.id - Kisah haru datang dari SDN 07 Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Seorang satpam honorer bernama Suradi akhirnya resmi menyandang status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah menunggu dan mengabdi selama 21 tahun.
Perjalanan panjangnya yang dimulai dari penjaga sekolah tanpa status kini berakhir bahagia seiring penetapan SK yang diserahkan pemerintah daerah.
Baca Juga: Cuti Guru dan TPG! Apa Saja Syarat, Batasan, dan Risiko bagi Hak Sertifikasi?
Kenaikan status ini bukan hanya kabar baik bagi Suradi.
Tetapi juga menjadi simbol bahwa tenaga keamanan dan petugas pendukung sekolah akhirnya mendapat ruang dalam skema PPPK Paruh Waktu.
Di tengah penataan nasional tenaga non-ASN, kisah Suradi menjadi bukti bahwa dedikasi puluhan tahun tidak akan sia-sia.
Baca Juga: Aksi Teatrikal ICW Desak KPK Periksa Gubernur Sumut Bobby Nasution Kasus Korupsi Jalan Dinas PUPR
Penantian Panjang Seorang Satpam Honorer
Selama dua dekade lebih, Suradi menjadi salah satu wajah yang paling akrab di lingkungan SDN 07 Bojonggede.
Ia menjaga pintu gerbang, mengatur keamanan, membantu guru, serta memastikan lingkungan sekolah aman dan kondusif.
Namun posisi satpam honorer berarti ia bekerja tanpa kepastian status dan tanpa akses pada fasilitas kepegawaian.
Baca Juga: Terbongkar! Audit Inspektorat NTB Temukan Honorer 'Gaib', Ancaman Serius bagi Usulan PPPK 2025
Setiap tahun, ia hanya berharap agar namanya masuk dalam daftar penerima SK.
Tetapi kesempatan itu baru benar-benar datang di tahun ini, seiring kebijakan baru yang memperluas formasi PPPK bagi tenaga non-guru.
“Saya sangat bersyukur akhirnya setelah 21 tahun menunggu, saya resmi menjadi PPPK di SDN 07 Bojonggede. Ini menjadi titik balik bagi saya dan keluarga.” ujar Suradi, satpam SDN 07 Bojonggede, dikutip dari Bogor24Update (14/11/2025).
Kutipan tersebut menggambarkan betapa beratnya perjalanan honorer yang bertahan di tengah ketidakpastian.
Ketika PPPK Menjadi Harapan Baru Tenaga Non-Guru
Program PPPK Paruh Waktu yang diperluas pemerintah menjadi pintu masuk bagi banyak honorer non-guru.
Baca Juga: SK 546 Honorer Wondama Masih Tertahan di BKN, Bupati Auri Pastikan Tak Ada Nama yang Dihapus
Seperti satpam, tenaga kebersihan, operator sekolah, hingga penjaga fasilitas publik.
Bojonggede menjadi salah satu kecamatan yang memanfaatkan peluang ini dengan baik.
Pengangkatan Suradi bukan satu-satunya, namun ia menjadi contoh paling menonjol karena lamanya masa pengabdian.
Penetapan status PPPK tidak hanya memberikan kepastian, tetapi juga perlindungan sosial, upah yang lebih jelas, serta jenjang kontrak yang lebih stabil.
Baca Juga: Rumah Ahmad Sahroni Dibongkar, Dulu Dijarah Sekarang Rata dangan Tanah
Di banyak daerah, tenaga keamanan sekolah sering kali terpinggirkan dalam seleksi PPPK.
Karena itu, keberhasilan Suradi menjadi bukti bahwa jalur PPPK kini lebih merata dan berkeadilan.
Dampak bagi Sekolah dan Lingkungan Pendidikan
Pihak sekolah menyambut baik pengangkatan Suradi.
Keamanan sekolah yang selama ini ia jaga dapat terus berjalan dengan lebih profesional karena ia kini memiliki status resmi PPPK.
Baca Juga: Mengapa Soal HOTS Mendominasi Tes Substantif PPG? Ini Penjelasannya
Selain itu, kehadirannya yang sudah puluhan tahun membuatnya dikenal baik oleh siswa, guru, dan orang tua murid.
Penetapan PPPK juga membantu meningkatkan stabilitas tenaga kerja di sekolah.
Tenaga non-guru yang sudah lama mengabdi kini memiliki motivasi lebih kuat dalam menjalankan tugas.
Kisah ini selaras dengan upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah tenaga honorer, khususnya tenaga pendukung pendidikan yang perannya jarang disorot.
Baca Juga: Heboh! Mengapa Banyak Anak Jatuh Sakit Sekaligus? Dugaan Keracunan Massal Menghantui Bogor
Momentum Besar Bagi Honorer di Kabupaten Bogor
Pengangkatan PPPK di Kabupaten Bogor memang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Termasuk bagi tenaga non-ASN seperti satpam dan petugas kebersihan sekolah.
Pemerintah daerah menargetkan bahwa seluruh honorer yang memenuhi syarat mendapatkan status PPPK secara bertahap hingga tahun 2026.
Kisah Suradi menjadi bukti bahwa kesempatan itu nyata.
Baca Juga: Apa yang Dinilai dari RPP Saat UKIN PPG? Ini Standar Resminya
Dari penjaga pintu gerbang sekolah hingga PPPK, perjalanan dua dekade ini adalah contoh tentang kesabaran, integritas, dan loyalitas yang akhirnya dihargai.
Bagi banyak honorer lain, kisah ini menjadi penyemangat bahwa perjuangan panjang mereka tidak akan sia-sia.***




