POJOKSATU.id - Pemerintah terus mematangkan pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kawasan tersebut disiapkan bukan sekadar sebagai pusat latihan atlet, tetapi juga sebagai ekosistem yang menggabungkan pendidikan, pembinaan olahraga, hunian atlet, dan fasilitas pendukung dalam satu kawasan.

Lokasinya berada di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan lahan yang disiapkan sekitar 500 hektare. Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat olahraga nasional berskala internasional.

Rencana ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan.

Baca Juga: Mahasiswa S1 Bisa Dapat Beasiswa Rp9 Juta dari FIFGROUP, Ada Golden Ticket Jadi Karyawan

Pembinaan Atlet Dimulai Sejak Usia Dini

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet sejak usia muda.

Saat bertemu Presiden di Hambalang, Bogor, pada 19 Juni 2026, Erick menyebut pembinaan calon atlet diarahkan mulai usia sekitar 8 hingga 10 tahun. 

Akademi Olahraga Nasional menjadi salah satu instrumen untuk menjalankan pola pembinaan tersebut.

Kemenpora menjelaskan akademi tersebut akan menjadi tempat pembinaan atlet usia muda agar mereka dapat berkembang menjadi atlet berprestasi di tingkat dunia.

Baca Juga: Dampak PISA 2025 Indonesia, Akses Pendidikan Meluas, Empat Strategi Kemendikdasmen Ini Disusun

Konsep ini membuat pendidikan formal tetap menjadi bagian dari proses pembinaan. 

Atlet muda nantinya tidak harus memilih antara sekolah dan latihan karena keduanya dirancang berjalan dalam satu lingkungan.

Ada Sekolah Atlet dari SD hingga SMA

Salah satu bagian penting dalam rencana kawasan Rancabungur adalah fasilitas pendidikan untuk atlet.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut kawasan tersebut akan terintegrasi dengan fasilitas pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA. 

Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro juga menyampaikan akademi akan mengintegrasikan sistem pendidikan dengan pembinaan atlet berbakat.

Baca Juga: PJJ di Banten Diperpanjang hingga 11 September, Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Dengan konsep tersebut, proses pencarian dan pembinaan talenta olahraga dapat dilakukan sejak pendidikan dasar.

Atlet yang memiliki potensi kemudian dapat menjalani pembinaan secara bertahap, sembari tetap mengikuti pendidikan sesuai jenjangnya.

Kawasan 500 Hektare untuk 21 Cabang Olahraga

Kawasan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional disiapkan di atas lahan sekitar 500 hektare.

Pemkab Bogor menyebut kawasan tersebut diprioritaskan untuk mendukung 21 cabang olahraga unggulan. 

Fasilitas yang direncanakan mencakup sekolah atlet, fasilitas latihan, hunian atlet, serta sarana pendukung lainnya.

Baca Juga: Skor PISA Indonesia 2025 Naik, Tapi Peringkat Matematika Turun, Indonesia Masih di Posisi 70-an, Ini Dampaknya Bagi Pendidikan

Kemenpora sendiri dalam arah kebijakan terbarunya menyebut penguatan sistem pembinaan jangka panjang akan diarahkan untuk 20 cabang olahraga unggulan Olimpiade dan satu cabang olahraga world stage.

Artinya, akademi ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan talenta olahraga nasional, bukan hanya tempat latihan menjelang kompetisi.

Pembangunan Tahap Awal Ditargetkan Mulai 2027

Perkembangan terbaru datang dari pembahasan anggaran Kemenpora untuk tahun 2027.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada 31 Agustus 2026, Menpora Erick Thohir menyampaikan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk pembangunan fasilitas Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional. Program tersebut masuk dalam prioritas Kemenpora untuk 2027.

Baca Juga: Gus Yazid Divonis 1 Tahun Penjara, Beda Jauh dari Tuntutan Jaksa 6 Tahun

Angka Rp1,5 triliun tersebut perlu dipahami sebagai indikasi kebutuhan anggaran pembangunan pada 2027, bukan total biaya keseluruhan proyek.

Dalam dokumen perencanaan pemerintah, pembangunan tahap pertama pada 2027 mencakup penyelesaian konstruksi sejumlah fasilitas. 

Indikasi kebutuhan pendanaan dari APBN untuk 2027 mencapai Rp1,5 triliun, sedangkan kebutuhan pendanaan program hingga 2029 tercatat sekitar Rp6,55 triliun.

Sebelumnya, Kemenpora menyebut tahap perencanaan dilakukan pada 2026, pembangunan berlangsung pada 2027 hingga 2028, dan kawasan ditargetkan selesai pada awal 2029.

Rancabungur Dipilih sebagai Lokasi Akademi

Rancabungur dipilih pemerintah sebagai lokasi pembangunan kawasan olahraga nasional.

Baca Juga: Cara Cek Nomor NPWP Online dengan Mudah, Bisa Lewat Coretax dan M-Pajak

Pemkab Bogor menyebut lahan sekitar 500 hektare telah disiapkan untuk Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional. 

Kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan aktivitas belajar, latihan, hunian, pemulihan, hingga fasilitas pendukung olahraga.

Sebelumnya, Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro mengatakan proses pembangunan pada 2026 masih berada pada tahap perencanaan dan sinkronisasi lintas kementerian serta lembaga.

Dengan demikian, pembangunan fisik belum berlangsung penuh pada September 2026. Pemerintah masih menyiapkan berbagai aspek sebelum memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Akses Menuju Kawasan Ikut Disiapkan

Pengembangan kawasan juga diikuti dengan rencana penguatan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Hasil Magang Nasional 2026 Kapan Diumumkan? Cek Jadwal dan Cara Melihatnya

Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan rencana akses jalan baru menuju kawasan sport center nasional di Rancabungur. 

Salah satu rencana yang dibahas adalah jalan sepanjang sekitar 8 kilometer untuk mendukung mobilisasi menuju kawasan tersebut.

Akses ini penting mengingat pembangunan kompleks olahraga berskala besar membutuhkan jalur yang mampu mendukung mobilitas kendaraan konstruksi maupun aktivitas kawasan setelah beroperasi.

Pengembangan konektivitas juga diharapkan memperkuat hubungan kawasan Rancabungur dengan wilayah Bogor Barat dan jaringan transportasi di sekitarnya.

Baca Juga: Lima Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, SAR Kerahkan Drone Termal

Ditujukan untuk Mencetak Atlet Kelas Dunia

Akademi Olahraga Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem pembinaan atlet Indonesia.

Kemenpora menekankan pentingnya pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan program latihan ketika kompetisi internasional sudah dekat.

Melalui akademi, proses pembinaan diharapkan dimulai sejak usia muda dan berlanjut hingga atlet mencapai level prestasi nasional maupun internasional.

Konsep pendidikan dan olahraga yang terintegrasi juga diharapkan membuat atlet tetap memiliki fondasi akademik selama menjalani pembinaan prestasi.

Baca Juga: Karpet Sering Dicakar Kucing? Begini Cara Menghentikan Kebiasaannya

Update Akademi Olahraga Nasional per September 2026

Jika dirangkum berdasarkan perkembangan pemerintah hingga 9 September 2026, posisi proyek Akademi Olahraga Nasional adalah sebagai berikut:

  • Lokasi: Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

  • Luas lahan utama: sekitar 500 hektare.

  • Konsep: pendidikan, pembinaan atlet, latihan, hunian dan fasilitas pendukung dalam satu kawasan.

  • Jenjang pendidikan: SD, SMP dan SMA.

  • Target cabang olahraga: 21 cabang olahraga unggulan.

  • Tahap saat ini: perencanaan dan sinkronisasi lintas kementerian/lembaga.

  • Target pembangunan: mulai 2027.

  • Target penyelesaian: awal 2029.

  • Indikasi kebutuhan APBN 2027: sekitar Rp1,5 triliun.

  • Indikasi kebutuhan pendanaan hingga 2029: sekitar Rp6,55 triliun.

  • Fokus pembinaan: atlet muda dan sistem pembinaan olahraga berjenjang.

  • Infrastruktur pendukung: termasuk rencana pengembangan akses jalan menuju kawasan.

Baca Juga: Karpet Sering Dicakar Kucing? Begini Cara Menghentikan Kebiasaannya

Dengan perkembangan tersebut, Akademi Olahraga Nasional di Bogor sudah memasuki tahap yang lebih konkret. 

Pemerintah telah menetapkan lokasi, konsep kawasan, sasaran pembinaan, serta tahapan pembangunan.

Namun, pembangunan fisik utama belum dimulai pada September 2026 dan masih ditargetkan masuk tahap konstruksi pada 2027. 

Jika proyek berjalan sesuai rencana, kawasan Rancabungur nantinya akan menjadi salah satu pusat pembinaan atlet muda Indonesia yang menggabungkan sekolah dan latihan olahraga sejak jenjang SD hingga SMA. ***