POJOKSATU.id - Kabar menarik datang dari Google bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Google Labs bersama divisi kecerdasan buatan Google DeepMind resmi memperluas akses layanan AI bernama Pomelli ke lebih dari 170 negara dan wilayah di dunia, termasuk Indonesia.
Informasi tersebut diumumkan melalui posting terbaru akun resmi Google Labs di platform X (dahulu Twitter) dengan handle @GoogleLabs.
Baca Juga: Tiga Mahasiswa ITB Juara KAI Ideation Challenge dengan Inovasi Penangkap Karbon untuk Kereta Api
“Kami mendengar masukan pengguna (soal ketersediaan) dan kami kini mengabulkannya. Kini Pomelli bisa dipakai di lebih dari 170 negara dan wilayah yang ada di dunia,” tulis Google Labs dalam unggahan tersebut.
AI untuk Membantu Promosi UMKM
Pomelli merupakan alat pemasaran berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM membuat konten promosi secara lebih cepat dan praktis.
Google menjelaskan bahwa membuat konten pemasaran yang konsisten dengan identitas merek biasanya membutuhkan investasi besar, baik dari segi waktu maupun sumber daya.
Banyak pelaku UMKM juga menghadapi berbagai tantangan saat ingin mempromosikan produknya, mulai dari keterbatasan waktu, anggaran, hingga kemampuan desain dalam membuat materi promosi digital.
Dengan kehadiran Pomelli, proses tersebut dapat menjadi jauh lebih sederhana.
Pelaku usaha dapat menghasilkan ide kampanye hingga materi promosi tanpa harus menghabiskan terlalu banyak waktu di luar aktivitas utama menjalankan bisnis.
Cara Kerja AI Pomelli
Pomelli bekerja melalui tiga tahapan utama yang cukup sederhana.
Tahap pertama dimulai dengan memasukkan alamat website bisnis pengguna. Setelah itu, sistem AI akan menganalisis situs tersebut untuk membangun profil identitas merek yang disebut Business DNA.
Profil ini mencakup berbagai elemen penting dari sebuah brand, seperti gaya bahasa atau tone of voice, jenis font yang digunakan, gambar pada situs, hingga palet warna merek.
Dengan memahami identitas tersebut, AI dapat menghasilkan konten promosi yang tetap konsisten dengan karakter bisnis pengguna.
Baca Juga: Ketahui 5 Tanda Tersembunyi Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Mudah Lelah
Tahap kedua adalah menghasilkan ide kampanye pemasaran yang disesuaikan dengan profil bisnis yang sudah dianalisis sebelumnya.
Pengguna juga bisa menambahkan prompt atau ide sendiri untuk membuat konsep kampanye yang lebih spesifik.
Pada tahap terakhir, Pomelli akan membuat berbagai materi pemasaran siap pakai, mulai dari konten media sosial, gambar promosi, hingga materi iklan digital.
Baca Juga: Ketahui 5 Tanda Tersembunyi Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Mudah Lelah
Konten yang dihasilkan juga bisa langsung diedit di dalam tool sebelum diunduh dan digunakan di berbagai platform, seperti media sosial, situs web, maupun iklan online.
Masih Berstatus Eksperimen
Pomelli sendiri pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 sebagai eksperimen publik atau public beta di Google Labs.
Pada tahap awal, layanan ini hanya tersedia di beberapa negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Kini, Google memperluas jangkauan Pomelli ke lebih dari 170 negara dan wilayah di dunia, termasuk Indonesia.
Google juga menyebutkan bahwa fitur-fitur dalam Pomelli kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan masukan dari para pengguna.
Bagi pelaku UMKM yang ingin mencoba layanan ini, akses Pomelli dapat dilakukan melalui laman berikut: https://labs.google.com/pomelli.
Di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin pesat, kehadiran alat seperti Pomelli bisa menjadi peluang baru bagi UMKM untuk tetap kreatif dan kompetitif dalam memasarkan produk mereka di dunia digital. ***




