POJOKSATU.id - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali unjuk gigi sebagai Kampus Digital Kreatif yang tak pernah kehabisan kejutan dari ruang akademiknya.

Nah, kali ini kolaborasi mahasiswa dan dosen Program Studi Informatika berhasil melahirkan inovasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku pertanian dan perdagangan hasil bumi.

AI UBSI Deteksi Kesegaran Pare Otomatis
Ya, mereka menciptakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa mendeteksi tingkat kesegaran buah pare secara otomatis. Yang bikin makin menarik, akurasinya tembus 94,97 persen lho.

Baca Juga: Loh Serius? Jika RUU KUHAP Sah Bolehkan Sadap Orang Tanpa Izin Hakim Cuma Karena ‘Mendesak’?

Inovasi ini digagas oleh Luica Shelly Arzeti, mahasiswa tingkat akhir Informatika UBSI, bersama dua dosen pembimbing, Jordy Lasmana Putra dan Tyas Setiyorini.

Proyek ini menjadi bukti bahwa teknologi AI kini tidak hanya bermain di industri digital, tapi juga merambah sektor agro dengan manfaat yang sangat konkret.

“Selama ini, penilaian kesegaran pare mengandalkan pengamatan manual yang bersifat subjektif.

Baca Juga: Terjawab! Apakah PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Gaji? Ini Rangkuman Data Lengkapnya

Melalui sistem AI ini, proses dapat dilakukan lebih cepat, objektif, dan efisien,” jelas Jordy Lasmana Putra dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (14/11/2025).

Menggabungkan CNN dan SVM untuk Hasil Optimal
Sistem cerdas ini memanfaatkan dua metode unggulan dalam bidang AI, yakni Convolutional Neural Network (CNN) dan Support Vector Machine (SVM).

CNN bertugas mengekstraksi ciri visual dari citra digital pare, sementara SVM mengklasifikasikan apakah pare termasuk kategori Segar atau Busuk.

Baca Juga: Peringatan Darurat Viral Lagi! RUU KUHAP Disebut Buka Jalan Masyrakat Dibungkam Sampai Bisa Asal Ciduk!

Kombinasi dua metode itu rupanya bukan main-main. Dari hasil pengujian, sistem mencatat akurasi 94,97 persen, recall 97,44 persen, dan F1-score 95 persen. Capaian yang sangat solid untuk sebuah sistem berbasis citra.

“Kami melatih model menggunakan ratusan citra pare dengan berbagai tingkat kesegaran. Hasilnya konsisten dan memuaskan,” kata Luica Shelly Arzeti.

Publikasi Ilmiah dan Rencana Pengembangan Lanjutan
Karya inovatif ini sudah dipublikasikan dalam Jurnal Informatika (JIKA) Universitas Muhammadiyah Tangerang, terakreditasi SINTA 4, Volume 9 Nomor 4, Oktober 2025.

Baca Juga: Peringatan Darurat Viral Lagi! RUU KUHAP Disebut Buka Jalan Masyrakat Dibungkam Sampai Bisa Asal Ciduk!

Tak berhenti di situ, tim peneliti UBSI juga siap melangkah lebih jauh.

Mereka menargetkan pengembangan versi ringan dari sistem ini agar bisa dijalankan pada perangkat mobile atau kamera otomatis di pasar tradisional.

Dengan begitu, manfaatnya makin mudah dirasakan masyarakat luas.

Baca Juga: Memang Ajaib! DPR Temukan Cara Baru Cetak Ahli Gizi MBG Lulusan SMA dan Kursus 90 Hari, Begini Resikonya!

“Bayangkan, hanya dengan kamera ponsel, pedagang bisa langsung mengetahui tingkat kesegaran pare. Ini sangat membantu proses jual beli yang lebih cepat dan jujur,” ungkap Tyas Setiyorini.

Semoga langkah kecil ini membuka jalan bagi semakin banyak solusi cerdas lainnya. ***