POJOKSATU.id - Bagi Anda yang menantikan info PPG Daljab 2024, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Nunuk Suryani akan menyampaikan hal penting.
Ironisnya, pengumuman tentang program pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024 itu malah jadi 'perang' antara guru PPG daljab dan guru PPG prajabatan.
Tentu saja kondisi ini cukup miris dan menyayat hati.
Pasalnya para guru tersebut sama-sama memperjuangkan nasibnya dan perbaikan hidupnya.
Di sisi lain, para guru tersebut juga sama-sama mengabdi dan memberikan yang terbaik dalam mengajar generasi penerus bangsa.
Seperti biasanya, Prof Nunuk Suryani kerap menyampaikan pengumuman penting terkait guru.
Pengumuman sekaligus tanya jawab langsung tersebut dilakukan dalma Live Ngopi Bareng Bu Nunuk yang digelar berkala.
Kali ini, Prof Nunuk Suryani akan menyampaikan informasi penting terkait 2 hal.
Pertama, tentang sistem pengangkatan KSPS. Dan kedua, tentang persiapan PPG Tertentu (dalam jabatan).
"Assalamualaikum bapak/ibu guru. Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat dan senantiasa bahagia," tulis Prof Nunuk dalam akun Instagramnya, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id, Senin 17 Juni 2024.
"Jumat, 21 Juni 2024 Pukul 16.00 WIB nanti saya akan live instagram NgoPi dengan tema “Sistem Pengangkatan KSPS dan Persiapan PPG Tertentu (Dalam Jabatan)," sambungnya.
"Berhubung baru saja ada Surat Edaran Bersama (SEB) antara Mendikbudristek, Mendagri dan BKN terkait sistem pengangkatan KSPS, kita akan bahas tuntas terkait SEB ini sebagai upaya percepatan dalam pengangkatan KSPS oleh pemda."
"Selain ini, dalam waktu dekat di akhir bulan ini akan dirilis PPG Tertentu (Dalam Jabatan), jadi saya akan memberikan beberapa tips terkait apa saja yang perlu bapak/ibu guru siapkan."
Untuk Live Ngopi Bareng Bu Nunuk kali ini akan disiarkan live melalui akun Instagram pribadinya @nunuksuryani dari Bukittinggi.
Tentu saja unggahan tersebut langsung diserbu para guru yang belum memiliki sertifikat pendidik atau serdik.
Tidak sedikit guru yang mengungkap sudah tidak sabar bisa ikut program pendidikan profesi guru dalam jabatan 2024.
Apalagi banyak diantara mereka yang sudah menunggu dalam antrian selama bertahun-tahun.
"gak sabar pengen PPG," tulis tjeper***.
"Allahhumma sholli alla sayidina muhammad waala alli sayidina muhammad 2024 PPG DALJAB + TPG! Sama Allah dilancarkan + dipermudah," komen @siciaa***.
"Bismillah. Semoga sudah terpanggil PPG Daljab tahun ini Ya Rabb," ucap @fajarhasa***.
Akan tetapi di antara komentar-komentar tersebut malah terjadi 'perang' antara guru PPG dalam jabatan dan guru PPG prajabatan.
Sejatinya tidak hanya satu atau 2 yang membanding-bandingkan antara PPG daljab dengan PPG prajab.
Akan tetapi ada satu komentar yang kemudian memicu 'perang' komentar cukup panjang.
Salah satunya seperti yang dituliskan akun @mamirani***.
"Herannya, yg ikut prajab gratis, dan lgsg lolos p3k, usia msh PD muda2, sdgkan yg daljab GK BS gerak kmn2 umur udh PD tua," tulisnya.
"@nunuksuryani tolong baca keluh kesah kami para honorer yg mengabdi lama," timpal @yuni.ariyanti.3***.
Komentar @mamirani*** kemudian diluruskan akun @sartini3***.
"maaf kak skdr mluruskan. Yg ikut prajab memang gratis, tpi tidak langsung lolos P3K. Yg ikut prajab perjuangannya juga ngak mudah. Sya slah satu lulusan prajab."
"Bisa lulus prajab hrus mngikuti 3 seleksi, kuliahnya 1 tahun, mau lulus pun nggak mudah, kita di hdpkan dengan ujian UKIN, PCK dan dosen lintas kampus luar daerah."
"Yg lolos P3K juga perlu tes kak. Kami yg prajab ikutnya formasi umum, jdi bisa dftr kmana mana karena blm masuk dapo. Sedangkan yg daljab sudah msuk dapo jdi gak bisa dftr kemana-mana."
"Kita juga perlu melirik dengan pemda kita masing2. Karena beberapa pemda sbnernya butuh bnyak guru tpi buka formasinya cuma sekian persen dari situ yg sulit. Krna honor daerah musti war dengan guru2 lain yg masih satu kabupaten."
Hal itu kemudian memicu guru lain ikut berkomentar hingga memicu 'perang sengit' antara guru PPG daljab dengan guru PPG prajabatan.
"BETUL SAYA AJA ASN 2020 PDAHAL TES LEBIH DAHULU DISEROBOT SAMA PPG PRAJABATAN HARUSNYA TUNTASKAN DULU YANG DI SEKOLAH, YANG PPG NUNGGU HONOR DIANGKAT SEMUA," timpal @_rika***.
Akun @mamirani*** lantas menjawab dengan menceritakan kasus yang terjadi di sekolahnya.
Baca Juga: 3 Poin Wajib Diperhatikan dalam Pemutakhiran Data Peserta agar Tidak Gagal PPG Daljab 2024
"Tahun ini, sekolahanq , kedatangan PPPK baru, Krn ikut prajab JD lgsg lolos dan lgsg sertifikasi, aq lihat tagl lahiry trnyata kelahiran 2001," beber dia.
Sebagai informasi tambahan, Anda bisa mengirimkan tulisan berupa artikel atau opini untuk ditayangkan di portal Pojoksatu.id.
Tidak ada batasan minimal penulisan. Syaratnya, artikel atau opini tersebut masih terkait dengan dunia pendidikan.
Redaksi tetap akan melakukan proses editing tanpa mengubah isi atau maksud dalam artikel atau opini yang Anda tulis.
Anda bisa mengirimkan artikel atau opini Anda disertai nama lengkap, foto dan data diri singkat ke email [email protected].
Sementara pemilik akun @rizkysya*** berusaha menjelaskan bahwa semua guru adalah 'korban' dari kebijakan.
Sementara pemilik akun @rizkysya*** berusaha menjelaskan bahwa semua guru adalah 'korban' dari kebijakan.
"Salah satu imbas kebijakan pemerintah yg akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial dikalangan guru, yg prajab merasa mereka bnr2 berjuang dan layak.. Yang daljab merasa kesulitan menunggu lama."
"Saling beradu nasib siapa yang paling berjuang, percayalah kita semua ini korban. Entah satu sisi menguntungkan, entah merugikan.
"Semua merasa benar karena memang tidak ada yang salah dalam perjuangan masing2 orang, entah p3k usia muda ataupun honorer lama/baru."
"Kita semua ini korban dari sebuah kebijakan yang perlu dilakukan pengkajian berkali-kali tidak asal uji coba, butuhnya adalah solusi matang."
"Ingat universitas pendidikan masih buka dg kuota yang sangat besar, jadi fenomena seperti ini akan terus menjadi siklus. Kesenjangan akan bertambah dg adanya p3k full & part time, kedua hal tersebut bisa menjadi pemicu."
"Istilah honorer akan dianggap selesai karena berdasarkan data sudah terangkat tetapi masalah baru muncul p3k part time akan meminta full time, sementara full time berharap bisa PNS. Selamat datang di Negeri tercinta Indonesia." tulisnya.***




