POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah gencar mengawal salah satu program prioritas Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Agus Jabo Priyono menerima kunjungan Komisi E DPRD dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.

Dalam pertemuan itu, Mensos Gus Ipul secara khusus meminta dukungan dan pengawasan dari para wakil rakyat di Sumatera Utara untuk memastikan program ini berjalan optimal.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bisa menjadi model efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan secara terintegrasi.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Telah Dibuka untuk Guru D4/S1 dan Calon Guru

Saat ini, sudah ada enam titik Sekolah Rakyat di Sumatera Utara, termasuk di Medan, Tebing Tinggi, dan Tapanuli Selatan.

Wakil Menteri Agus Jabo Priyono menambahkan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu dari tiga mandat utama yang diberikan Presiden kepada Kemensos.

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan secara menyeluruh.

Program ini mengintegrasikan berbagai inisiatif lain, seperti makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, hingga program 3 juta rumah.

Baca Juga: Deklarasi New York Gagal Menang? 10 Negara Ini Berani Menentang Mayoritas PBB Soal Palestina

Semua siswa dan keluarganya juga diikutsertakan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Saat ini, sudah ada 100 Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Kemensos menargetkan jumlahnya akan bertambah menjadi 165 titik hingga akhir September, dengan total 15.895 siswa yang didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Pada pertemuan tersebut, Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Muhammad Subandi, menyampaikan kekhawatiran terkait jarak yang jauh antara lokasi sekolah dengan tempat tinggal siswa, sehingga menyulitkan orang tua untuk menjenguk.

Menanggapi hal itu, Wamensos Agus Jabo menjelaskan ada tiga cara yang disiapkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Pertama, melalui peran tenaga kependidikan seperti wali asrama dan wali asuh yang akan membantu memfasilitasi komunikasi antara siswa dan orang tua.

Kedua, orang tua diperbolehkan berkunjung pada hari libur agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Ketiga, ada mekanisme pelesir di mana pihak sekolah akan mengantar siswa pulang untuk bertemu keluarganya setiap satu atau dua bulan sekali.

Dengan adanya dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat benar-benar menjadi solusi nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas di masa depan.***

Baca Juga: Wajib Tahu! PPG Tahap 3 Akhirnya Digelar, Cek Apakah Termasuk 155.652 Guru yang Berhak Mengikutinya?

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala