POJOKSATU.id – Sebanyak 76 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 resmi dikukuhkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Para duta terpilih diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sekaligus mengajak teman sebaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) yang melibatkan peserta didik secara aktif sebagai motor perubahan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat dan ruang digital.
Duta BSS Jadi Garda Terdepan Budaya Digital Sehat
Program Bintang Sobat SMP tahun ini hadir di tengah semakin kuatnya regulasi perlindungan anak.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa para Duta BSS berada di garis depan dalam membangun budaya digital yang sehat sekaligus menjadi penggerak Gerakan Rukun Sama Teman.
"Para duta telah menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kalian dan tetaplah menjadi sobat bagi teman kalian sesama finalis BSS. Kalian akan menjadi Bintang Indonesia dan harapan Indonesia menjadi negara hebat, maju, berdaulat, dan bermartabat. Saya harap perhelatan ini tidak sampai di sini saja tapi ada kelanjutannya," ujar Abdul Mu'ti saat pengukuhan di Tangerang, Banten, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca Juga: 4 Tablet Murah Terbaik untuk Pelajar 2026, Mulai Rp1 Jutaan dengan Spek Mumpuni buat Belajar Online
Ia juga mengingatkan bahwa setiap finalis memiliki tanggung jawab besar setelah kembali ke daerah asal masing-masing.
"Kalian yang 76 itu adalah bintang-bintang yang bertebaran di seluruh Indonesia. Kalianlah yang akan menerangi Indonesia dengan cahaya kalian sebagai para bintang. Selamat dan jadilah bintang di sekolah masing-masing, jadilah terang bagi mereka yang pesimis dengan masa depan," katanya.
Abdul Mu'ti menyebut para finalis merupakan anak-anak terbaik yang berhasil melewati proses seleksi ketat dari ribuan peserta.
"Selamat kepada anak-anakku sekalian yang telah terpilih menjadi BSS 2026. Anda adalah anak-anak yang hebat yang terseleksi dari sekian ribu kandidat dan Andalah bintang yang sesungguhnya," sebutnya.
Baca Juga: 5 HP Samsung Terbaik di Bawah Rp2 Juta untuk Anak Sekolah 2026, Baterai Awet dan Cocok Buat Belajar
Menurutnya, semangat dan kemampuan para Duta BSS membuat optimisme terhadap terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 semakin kuat.
"Kalian semua meyakinkan saya bahwa generasi emas 2045 akan menjadi kenyataan. Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, hebat, dan bermartabat," tegasnya.
Tiga Amanah untuk Duta Bintang Sobat SMP 2026
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal, dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pengukuhan bukanlah garis akhir, melainkan awal pengabdian para duta di daerah masing-masing.
Ia meminta seluruh Duta BSS menjalankan tiga amanah utama, yaitu:
-
Menjadi teladan bagi teman sebaya dalam membangun karakter positif.
-
Membangun ekosistem informasi yang sehat dengan menyebarkan konten edukatif serta menangkal hoaks dan ujaran kebencian.
-
Menjadi pelopor sekolah yang aman dari perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, maupun kekerasan digital.
Baca Juga: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS Ramah 2026 Lewat SATUSEHAT, Wajib Diikuti Murid SD hingga SMA
"BSS adalah agen perubahan. Wujudkan sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia," tegas Gogot.
Pada kesempatan tersebut, Gogot juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMP, dewan juri, narasumber, guru pendamping, hingga orang tua yang telah mendukung lahirnya generasi muda inspiratif.
Andrew Arsya Mandala Raih Juara I BSS 2026
Gelar Juara I Bintang Sobat SMP 2026 diraih oleh Andrew Arsya Mandala, murid SMP Negeri 2 Padang, Sumatera Barat.
Andrew mengaku keberhasilannya bukan diraih secara instan.
Ia pernah gagal saat mengikuti ajang yang sama pada tahun sebelumnya, tetapi terus berlatih dan memperbaiki kemampuan hingga akhirnya berhasil menjadi juara nasional.
"Pesan aku buat teman-teman yang mungkin kalian gagal meraih juara di tahun ini, percayalah gagal sekali bukan berarti game over karena jujur, saya tahun kemarin sempat ikut tapi gagal di tahap pertama.
Baca Juga: Modus Febrie Adriansyah Diduga Minta Uang Para Pihak dari Kasus yang Ditangani Kejagung
Alhamdulillah tahun ini rezeki. Pesan aku, teman-teman harus terus mencoba karena tidak ada yang tidak mungkin," ujarnya.
Guru pendamping Andrew, Ade Riza Rayahu, turut mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.
Ia mengenang semangat Andrew yang selalu meminta masukan sebelum mengikuti setiap tahapan seleksi.
"Saat mau mendaftar, dia suka tanya saya, 'Bu, bagaimana menurut Ibu penampilan saya? Apa yang kurang?'" kenangnya.
Baca Juga: Sosok Pengusaha Tan Kian Terseret Kasus Febrie Adriansyah, Rumah Mega Kuningan Digeledah Polisi
Ade berharap pengalaman dan prestasi Andrew mampu menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri.
"Semoga akan lahir semakin banyak 'Andrew-Andrew' lain di luar sana," ujarnya.
Pengukuhan Duta Bintang Sobat SMP 2026 menjadi awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membangun sekolah yang aman, nyaman, inklusif. ***




