POJOKSATU.id, SEKOLAH kedinasan kini menjadi salah satu jalur favorit bagi siswa SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan sambil menjamin masa depan.

Selain menawarkan kuliah gratis, sekolah kedinasan juga memberikan peluang besar bagi lulusannya untuk langsung diangkat menjadi CPNS di kementerian atau lembaga yang menaunginya.

Di Indonesia, pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan secara serentak oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan melibatkan delapan kementerian dan lembaga negara.

Baca Juga: Pengalihan Status PPPK dan Honorer Ke PNS, Jadi Pembahasan Serius KSP Baca Juga: Pengalihan Status PPPK dan Honorer Ke PNS, Jadi Pembahasan Serius KSP

Namun, di antara banyaknya sekolah kedinasan, ada beberapa yang dikenal lebih mudah dimasuki karena persyaratannya lebih longgar dibanding yang lain.

Berikut ini daftar dan penjelasan tujuh sekolah kedinasan yang dikenal memiliki syarat masuk lebih fleksibel;

A. Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan

1. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan ini tidak mencantumkan batas minimum tinggi badan dalam persyaratannya.

PKN STAN juga tidak menuntut kerapian gigi yang berlebihan seperti larangan memakai behel atau keharusan gigi rata sempurna.

Namun, kesehatan gigi tetap diperiksa dalam tes kesehatan.

Syarat utama yang perlu diperhatikan adalah sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak bertato, dan tidak bertindik kecuali karena alasan adat atau agama.

Baca Juga: Mengenal Sosok di Balik Logo Sekolah Garuda: dari Santri Gontor untuk Indonesia Emas

2. Politeknik Statistika STIS (BPS)

Sekolah di bawah Badan Pusat Statistik ini juga tidak mensyaratkan tinggi badan tertentu.

STIS hanya mewajibkan peserta sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta bebas narkoba. Pendaftar yang memiliki mata minus atau plus masih diterima selama di bawah 6 dioptri.

B. Kerapian Gigi Bukan Penentu Utama

Banyak sekolah kedinasan tidak menjadikan kerapian gigi sebagai faktor penentu kelulusan.

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) misalnya, tidak menuliskan ketentuan soal behel atau bentuk gigi tertentu.

Begitu juga dengan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) di bawah BMKG, serta Politeknik Statistika STIS milik BPS.

Baca Juga: Malam Minggu Kalian Dijamin Gak Bakalan Basi! Pemprov DKI Hadirkan Night Safari di Ragunan

Bahkan dalam salah satu talkshow PTDI-STTD, tim penguji kesehatan menjelaskan bahwa gigi gingsul bukan masalah besar karena masih dianggap variasi normal.

Artinya, peserta tetap bisa mendaftar selama kondisi giginya tidak menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Admin PKN STAN di TikTok juga sempat menjawab bahwa penggunaan behel diperbolehkan, asalkan tidak mengganggu fungsi mulut saat proses belajar berlangsung.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa aspek kerapian gigi tidak selalu menjadi hambatan untuk lolos seleksi kedinasan.

Baca Juga: Polisi Dalami Peran 2 Tetangga Heryanto Terlibat Pembunuhan Kasir Alfamart Cantik Dina Oktaviani

C. Sekolah Kedinasan yang Membolehkan Mata Minus

Beberapa sekolah kedinasan juga memberikan kelonggaran bagi pendaftar yang memiliki gangguan penglihatan.

1. PKN STAN

Sekolah di bawah Kementerian Keuangan ini tidak memberikan batasan penggunaan kacamata atau kondisi minus, plus, dan silinder tertentu.

2. Politeknik Statistika STIS

STIS masih memperbolehkan pendaftar dengan mata minus atau plus maksimal 6 dioptri.

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

STIN membolehkan peserta dengan mata minus atau plus maksimal 1 dioptri.

4. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

Sekolah kedinasan BMKG ini memberi toleransi hingga minus 4 dan silinder 2 dioptri. Namun, bagi yang diterima diwajibkan melakukan operasi LASIK dengan biaya sendiri.

5. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Sekolah di bawah BSSN ini juga memperbolehkan pendaftar dengan mata minus atau plus maksimal 1 dioptri, tapi tidak menerima yang memiliki silinder atau buta warna.

Baca Juga: Sekolah Garuda, Wujud Nyata Pendidikan Unggul Menuju Generasi Emas 2045

Daftar Lengkap Sekolah Kedinasan di Indonesia

Berikut delapan sekolah kedinasan yang bisa dipilih oleh siswa SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan di lembaga pemerintah:

1. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG – BMKG)

2. Politeknik Statistika STIS (BPS)

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN – BIN)

4. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN – Kemendagri)

5. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN – BSSN)

6. Politeknik Keuangan Negara STAN (Kemenkeu)

7. Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

8. Poltekip dan Poltekim (Kemenkumham)

Baca Juga: Ini Sebaran Sekolah Garuda di Indonesia, Menteri Brian Sampaikan Pesan: Grit, Persistent, dan Perseverance, Apa Artinya? Yuk Disimak

Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah sekaligus menyiapkan masa depan sebagai abdi negara, sekolah kedinasan menjadi pilihan yang tepat untuk dipertimbangkan.

Namun, pastikan ya untuk tetap menyesuaikan pilihan dengan minat, kemampuan akademik, serta kesiapan mengikuti seleksi ketat sekolah kedinasan yang dijalankan tiap tahunnya. ***