POJOKSATU.id — Banyak yang mengira sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) hanya belajar Al-Qur’an dan pelajaran umum.
Padahal, anak-anak MI justru mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kaya dan menyenangkan lewat berbagai kegiatan seru yang dirancang untuk membentuk akhlak mulia, semangat belajar tinggi, serta rasa cinta terhadap agama dan tanah air.
Berikut ini 7 kegiatan paling seru dan bermanfaat yang biasa ditemukan di MI, cocok jadi inspirasi untuk madrasah lain dan juga bisa diterapkan di rumah!
Baca Juga: Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
1. Murojaah dan Hafalan Surat Pendek: Belajar dengan Hati yang Tenang
Setiap pagi sebelum belajar, siswa MI biasanya mengikuti kegiatan murojaah atau mengulang hafalan surat-surat pendek, doa harian, dan hadis-hadis pilihan. Kegiatan ini melatih daya ingat, meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an, dan menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini.
Murojaah dilakukan secara bersama-sama atau per kelompok, sehingga siswa bisa saling mengoreksi dan termotivasi untuk hafal lebih banyak. Guru biasanya memberi target dan reward untuk siswa yang mencapai hafalan tertentu.
2. Pramuka Madrasah: Melatih Kemandirian dan Kerja Sama
Madrasah Ibtidaiyah juga punya kegiatan Pramuka Madrasah, yang tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga mengasah keberanian, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini mencakup latihan baris-berbaris, permainan edukatif, penjelajahan lingkungan, serta lomba-lomba kecil antar regu. Melalui Pramuka, siswa belajar kerja sama tim, menyelesaikan tantangan, dan menanamkan semangat gotong royong.
3. Pojok Baca dan Gerakan Literasi Madrasah
Kegiatan literasi tidak kalah penting di MI. Banyak madrasah menyediakan Pojok Baca di dalam kelas atau perpustakaan mini yang menarik dan mudah dijangkau anak-anak.
Buku-buku yang tersedia biasanya berupa cerita islami, kisah nabi, fabel, komik pendidikan, dan sains bergambar.
Baca Juga: RESMI Pengajuan Aspirasi ke KemenPAN-RB Meminta Status Diubah Jadi PNS!
Selain membaca bebas, ada juga kegiatan mendongeng, membaca puisi, dan menulis cerita pendek. Guru bisa membuat jadwal khusus untuk literasi, dan siswa dapat diminta menceritakan kembali isi buku yang mereka baca di depan kelas.
4. Kreasi Kerajinan Tangan dan Projek Tematik
Belajar tidak harus selalu lewat buku. Di MI, siswa juga diajak membuat kerajinan tangan dari barang bekas, kertas warna, plastisin, atau bahan alam seperti daun dan biji-bijian.
Kegiatan ini melatih motorik halus, kreativitas, dan kerapihan. Selain itu, beberapa madrasah mulai menerapkan Projek Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dalam Kurikulum Merdeka.
Siswa diajak membuat karya yang berkaitan dengan nilai toleransi, gotong royong, hingga cinta lingkungan dalam bentuk yang menyenangkan.
5. Jumat Bersih dan Cinta Lingkungan
Setiap Jumat pagi, siswa MI sering diajak mengikuti kegiatan Jumat Bersih. Mereka membersihkan kelas, halaman, tempat wudhu, dan mushola bersama-sama.
Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga membangun rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga: Siapa Ervan Siging? Pembunuh Joel Alberto Tanos di Manado Ternyata Mantan Narapidana Kasus Serupa
Beberapa madrasah bahkan menambahkan program bank sampah atau tanam pohon sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.
6. Lomba Cerdas Cermat dan Pentas Seni
Setiap peringatan hari besar Islam atau nasional, MI biasanya mengadakan lomba cerdas cermat antar kelas.
Pertanyaannya seputar pelajaran agama, pengetahuan umum, atau hafalan doa-doa. Kegiatan ini menumbuhkan semangat kompetisi sehat dan meningkatkan kepercayaan diri anak.
Selain itu, ada juga pentas seni, seperti lomba tilawah, puisi, pidato, nasyid, dan drama Islami. Anak-anak bisa menyalurkan bakat sambil belajar tampil di depan umum.
Baca Juga: Para Guru Sambut Haru 'Kado Presiden'pada HUT ke-80 RI, Bukti Negara Hadir untuk Pendidik
7. Outing Class dan Kunjungan Edukatif
Belajar bisa dilakukan di mana saja, termasuk di luar kelas. MI sering mengadakan outing class ke tempat seperti taman edukasi, museum, perpustakaan daerah, atau tempat produksi makanan halal.
Kegiatan ini memperluas wawasan anak, membuat pembelajaran lebih kontekstual, dan tentu saja sangat dinikmati oleh siswa. Kegiatan outing biasanya dihubungkan dengan tema pelajaran di kelas, seperti IPA, IPS, atau Fikih.
Semua kegiatan di atas dirancang bukan hanya untuk membuat anak-anak MI senang datang ke sekolah, tetapi juga untuk membentuk karakter kuat, akhlak mulia, dan semangat belajar sepanjang hayat.
Baca Juga: WAJIB TAU! Begini Cara Resmi Mengelola Kantin Madrasah agar Sah dan Menghasilkan PNBP
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Jika dikelola dengan baik, kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjadi praktik baik (best practice) dalam membangun madrasah yang unggul dan menyenangkan.***




