POJOKSATU.id - Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung di Depok, Jawa Barat, pada 2–7 Oktober 2026.

Sebanyak 63 siswa sekolah dasar (SD) Indonesia disiapkan untuk bertanding dalam ajang internasional tersebut. Mereka terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.

Ketua Umum IMSO ke-23 sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan 63 peserta tersebut merupakan siswa terpilih dari seluruh Indonesia.

"Di Indonesia itu terpilih dari seluruh anak Indonesia SD sebanyak 63 peserta. Jadi 32 peserta bidang matematika, 31 peserta bidang sains," kata Ridwan di Kota Bogor, Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga: Tantangan OSPIN 2026, Olimpiade Sains Pelajar Nasional untuk SD hingga Mahasiswa, Cek Jadwal dan Link Daftar

IMSO 2026 Diikuti 404 Siswa dari 23 Negara

IMSO ke-23 tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia. Sebanyak 404 siswa dari 23 negara dijadwalkan mengikuti kompetisi matematika dan sains tingkat SD tersebut.

Negara peserta antara lain Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Maroko, Nepal, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.

Kehadiran puluhan negara membuat IMSO 2026 menjadi ajang pertemuan talenta matematika dan sains tingkat sekolah dasar dari berbagai negara.

Laman resmi IMSO menyebut kompetisi ini ditujukan bagi siswa sekolah dasar berusia maksimal 13 tahun pada hari pertama penyelenggaraan.

Baca Juga: OMI Kemenag 2026 Tingkat Provinsi Segera Digelar, Cek Kisi-Kisi, 25 Soal dan Jadwal Lengkap

Ajang tersebut juga bertujuan mengembangkan potensi matematika dan sains, mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif, membangun jejaring pendidikan internasional, serta memperkuat pertukaran budaya.

Dua Jalur Seleksi Timnas Indonesia

Para peserta Indonesia dipilih melalui dua jalur, yakni prestasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan seleksi mandiri yang diselenggarakan KPM.

Untuk jalur OSN, peserta telah melewati kompetisi secara berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Sementara itu, seleksi mandiri KPM dilakukan melalui tiga tahapan. Dua tahap berlangsung secara daring, sedangkan satu tahap dilakukan secara langsung.

Baca Juga: Dramatis! Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Timnas Garuda Akhirnya Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Seleksi tersebut tidak hanya melihat kemampuan akademik. Penalaran, pemecahan masalah, eksplorasi matematika, eksperimen sains hingga perilaku peserta turut menjadi pertimbangan.

"Kita ingin ini mewakili negara, jadi tidak hanya kepintaran, tetapi perilaku juga kita perhatikan," ujar Ridwan.

Format Ujian Matematika dan Sains IMSO 2026

IMSO bukan kompetisi yang hanya mengandalkan kemampuan mengerjakan soal hitungan.

Laman resmi IMSO menjelaskan bahwa kompetisi matematika terdiri atas tiga bagian, yaitu Short Answer, Essay, dan Exploration.

Sementara itu, kompetisi sains terdiri atas Theory 1, Theory 2, dan Experimental problems. 

Baca Juga: Pelajar Indonesia Bawa Pulang 9 Penghargaan di Excellence WorldSkills 2026 Shanghai, Jadi Tolok Ukur Pendidikan Vokasi

Seluruh soal disusun berdasarkan kurikulum sekolah dasar dan diarahkan untuk mengembangkan penalaran intelektual serta kreativitas peserta.

Pada bidang matematika, pedoman IMSO membagi materi menjadi empat soal untuk Theoretical Test 1 dengan nilai masing-masing satu poin, tiga soal Theoretical Test 2 dengan nilai masing-masing tiga poin, serta dua soal Exploration in Mathematics dengan nilai masing-masing enam poin.

Untuk bidang sains, terdapat empat soal pilihan ganda bernilai satu poin, empat soal terbuka bernilai tiga poin, serta satu soal eksperimen bernilai 12 poin.

Bahasa Inggris Jadi Bahasa Resmi Kompetisi

Hal lain yang perlu diperhatikan peserta adalah bahasa yang digunakan dalam kompetisi.

Baca Juga: Kuota Pertalite Kabupaten Bandung Diprediksi Habis 9 Desember, Pemkab Siapkan Usulan Tambahan

Bahasa resmi IMSO adalah bahasa Inggris. Pedoman IMSO juga menyebut peserta diperbolehkan menggunakan kamus cetak bahasa Inggris-bahasa asli selama kompetisi.

Ketentuan tersebut membuat peserta tidak hanya membutuhkan kemampuan matematika dan sains, tetapi juga harus mampu memahami instruksi dan permasalahan dalam bahasa Inggris.

Indonesia Jadi Tuan Rumah IMSO ke-23

IMSO ke-23 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah sekaligus mengirimkan tim dalam kompetisi internasional tersebut.

Laman resmi IMSO mencatat kegiatan utama berlangsung di BISPAR atau BBPPMPV Business and Tourism. Sementara itu, upacara pembukaan dan penutupan dijadwalkan berlangsung di PPSDM Kemendikdasmen.

Para delegasi juga dijadwalkan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Baca Juga: Marak Tambang Ilegal di Jember, DPRD Jatim Ungkap Hanya 17 Titik yang Kantongi Izin Resmi

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA bersama Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar.

Bukan Sekadar Kompetisi Akademik

IMSO memiliki tujuan yang lebih luas daripada mencari siswa dengan nilai tertinggi.

Laman resmi IMSO menyebut kompetisi ini dirancang untuk mengembangkan potensi siswa dalam matematika dan sains, mendorong inovasi akademik dan penelitian, membangun jejaring pendidikan internasional, serta memperkuat pertukaran budaya dan persahabatan global.

Karena itu, pengalaman peserta selama mengikuti IMSO juga menjadi ruang untuk berinteraksi dengan siswa dari berbagai negara.

Baca Juga: Hasil Wawancara PPG Calon Guru 2026 Resmi Diumumkan, 17.160 Lulus dan Ini Tahap Selanjutnya

Peserta Bersaing Secara Individu

Dalam pedoman resmi IMSO, kompetisi merupakan kompetisi individu. Soal dirancang berdasarkan kurikulum matematika dan sains tingkat sekolah dasar serta sumber pembelajaran lain yang mendukung penalaran dan kreativitas.

Dengan format tersebut, hasil kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal rumus atau materi, tetapi juga kemampuan peserta memahami persoalan, bernalar, mengeksplorasi konsep, dan menyelesaikan masalah.

Peluang Raih Medali hingga Overall Champion

IMSO memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil kompetisi. Pedoman resmi menyebut sekitar dua pertiga peserta akan memperoleh medali emas, perak, atau perunggu dengan rasio 1:2:3.

Baca Juga: Hasil Wawancara PPG Calon Guru 2026 Resmi Diumumkan, 17.160 Lulus dan Ini Tahap Selanjutnya

Selain medali, tersedia penghargaan Overall Champion bagi peserta dengan nilai tertinggi secara keseluruhan. Ada pula Best Exploration Champion dan Best Theoretical Champion.

Setiap peserta yang mengikuti kegiatan juga memperoleh sertifikat partisipasi. ***