POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses sertifikasi bagi seluruh guru agama di Indonesia. Tercatat hingga kini, masih ada 629 orang yang belum mengantongi sertifikasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i. Dia menyampaikan bahwa target nasional sertifikasi guru agama akan dituntaskan paling lambat pada tahun 2027.
“Target kita, pada tahun 2027 seluruh guru agama sudah tersertifikasi. Ini komitmen Kementerian Agama demi peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan,” tegas Romo Syafi’i pada acara Malam Pagelaran Budaya Nusantara Guru Madrasah, yang digelar untuk memperingati Hari Lahir ke-17 Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia), dilansir dari laman Kemenag, Kamis, 24 Juli 2025.
Baca Juga: Butuh Referensi Studi Kasus PPG? Berikut 2 Contoh Soal Lengkap Beserta Jawabannya
Menurut Romo, sekira 629 ribu guru agama di seluruh Indonesia yang belum mengantongi sertifikasi mencakup guru dari berbagai agama, termasuk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
“Jumlah ini sangat besar. Karena itu, kami menargetkan penyelesaiannya dalam dua tahun ke depan. Setengahnya kami upayakan tuntas di tahun 2026, dan sisanya di tahun 2027,” ujarnya.
Romo menegaskan bahwa proses sertifikasi telah berjalan. Tahun 2025 ini menjadi angkatan kedua dengan jumlah peserta lebih dari 300 ribu guru. Ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan hak profesional bagi para guru.
“Kami tidak ingin para guru menunggu terlalu lama untuk mendapatkan haknya dalam hal sertifikasi,” tegasnya.
Romo juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari mandat utama Kemenag yang terbagi dalam dua portofolio besar: pelayanan keagamaan dan pelayanan pendidikan. Untuk aspek pendidikan, pelaksanaannya diampu oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis).
“Sertifikasi guru ini adalah perwujudan nyata dari pelayanan pendidikan keagamaan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenag turut mengajak PGM Indonesia untuk ikut aktif menyukseskan program sertifikasi guru. Ia mendorong organisasi profesi ini untuk membantu menjangkau para guru yang belum terdaftar dalam sistem.
Baca Juga: Polisi Sebut Kasus Pelecehan Oknum Guru SMAN 4 Kota Serang Sudah Naik Penyidikan
“Jangan sampai ada guru yang tidak tersentuh hanya karena belum terdata. PGM punya jaringan yang kuat, saya yakin bisa membantu menjangkau guru-guru yang belum masuk,” serunya.
Klik, follow & subscribe website & medsos kami untuk mendapatkan informasi terbaru;
Menutup sambutannya, Romo Syafi’i berharap PGM Indonesia terus menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai wadah perjuangan guru madrasah, tetapi juga sebagai kekuatan moral dalam memperjuangkan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas para guru. ***



