POJOKSATU.id - Sebanyak 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama di lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara.

Pelantikan dipimpin Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (8/6/2026).

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Otorita IKN karena untuk pertama kalinya lembaga tersebut memiliki aparatur sipil negara yang direkrut dan dibina secara khusus guna mendukung pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan di ibu kota baru Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Kerja PMI Jakarta Utara Juni 2026 Dibuka, Lulusan SMA hingga SMK Akuntansi Bisa Daftar

Dalam kesempatan itu, Basuki juga melantik 494 pegawai dalam pengangkatan pertama ke Jabatan Fungsional serta 6 pegawai yang menjalani kenaikan jenjang dan perpindahan jabatan fungsional.

Para pegawai yang dilantik berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan rentang usia antara 20 hingga 35 tahun.

Jangan Sekadar Bekerja di Otorita
Di hadapan para ASN yang baru dilantik, Basuki menegaskan bahwa mereka tidak boleh hanya memandang diri sebagai pegawai yang bekerja di Otorita IKN.

Menurutnya, para ASN harus menjadi bagian dari identitas, budaya kerja, dan semangat yang sedang dibangun di Nusantara.

Baca Juga: Pernah Busung Lapar, Bahlil Larang Sebutan MBG Jadi Mas Bahlil Ganteng, Singgung Pembuat Lagu Soal Etika Bermedia Sosial

"Jangan hanya bekerja sebagai PNS yang bekerja di Otorita, tetapi jadilah orang Otorita. Anda harus bekerja sebagai insan Otorita, bukan hanya pekerja di Otorita," kata Basuki.

Ia menjelaskan bahwa tantangan pembangunan IKN tidak hanya sebatas membangun gedung dan infrastruktur.

Lebih dari itu, pemerintah juga sedang membangun ekosistem pemerintahan, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat yang akan berkembang di masa depan.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Ini Fungsi Penting Lampu Penerang Plat Nomor Belakang Sepeda Motor

Empat Karakter ASN Otorita IKN
Basuki meminta seluruh ASN baru menginternalisasi empat karakter utama yang harus dimiliki oleh insan Otorita IKN.

1. Kuat karena Kompeten
Karakter pertama adalah memiliki kompetensi yang kuat. Menurut Basuki, kemampuan teknis dan profesional menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan IKN.

"Membangun IKN tidak gampang. Tantangannya tidak hanya membangun gedung-gedung, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang akan terus berkembang. Karena itu kita harus kuat karena kompeten," ujarnya.

2. Berani karena Berintegritas
Karakter kedua adalah keberanian yang lahir dari integritas.

Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral yang harus dijaga selama menjalankan tugas sebagai ASN.

Baca Juga: Kodim Karawang Siap Kawal Produktivitas Pertanian di Tengah Industrialisasi

Menurutnya, keberanian seorang aparatur negara tidak diukur dari kekuatan fisik, melainkan dari kemampuannya mempertahankan integritas ketika menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

3. Loyalitas Profesional
Karakter ketiga adalah loyalitas profesional.

Basuki menegaskan bahwa loyalitas ASN harus diberikan kepada profesi, tugas, dan amanah yang diemban, bukan kepada individu tertentu.

"Loyal pada profesinya, bukan loyal pada individu pimpinan. Anda harus mempunyai professional loyalty," tegasnya.

4. Mampu Berinovasi
Karakter terakhir yang dinilai penting adalah kemampuan berinovasi.

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Jakarta 13-14 Juni 2026, Catat Jalan Alternatif Saat Jakarta International Marathon

Menurut Basuki, pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu berpikir kreatif, beradaptasi dengan perubahan, serta menghasilkan berbagai terobosan dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.

Ia menilai inovasi akan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan ibu kota baru yang dirancang sebagai kota modern dan berkelanjutan.

"Tanpa inovasi, hidup kita akan sunyi," ujarnya.

Pelantikan PNS angkatan pertama ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan pembangunan IKN.

Para ASN yang baru dilantik kini memikul tanggung jawab untuk ikut membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga budaya kerja, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan masyarakat yang akan tumbuh di Nusantara. ***