POJOKSATU.id — 544 perusahaan dari berbagai sektor, baik swasta maupun BUMN, telah terdaftar sebagai penyelenggara program magang yang ditujukan bagi lulusan baru perguruan tinggi.
Jumlah tersebut terdiri dari beragam industri, mulai dari perbankan, energi, manufaktur, hingga perhotelan.
Beberapa perusahaan milik negara yang sudah membuka kesempatan magang, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Sinergi Gula Nusantara, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pertamina Power Indonesia, PT Jasamarga (Persero) Tbk, PT Hutama Karya, PT Agrinas Palma Nusantara, Semen Gresik, dan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Baca Juga: Resep Roti Coklat Almond Rumahan, Manis Gurih untuk Temani Kopi atau Teh Hangat
Tak mau ketinggalan, sejumlah perusahaan swasta juga ikut ambil bagian dalam program magang ini, seperti Amaris Hotel Padang, Nadesico Nickel Industry, PT Aeon Indonesia, Trans Grosir Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Graha Santika Dyandra, PT Garudafood Putra Putri Jaya, hingga Ramayana Lestari Sentosa.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa daftar perusahaan penyelenggara tersebut belum final.
Jumlahnya masih akan bertambah karena pendaftaran bagi perusahaan dan pengajuan program magang masih dibuka hingga 7 Oktober 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah para lulusan baru perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Ia menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
"Ya, kita harus memberi kesempatan pada fresh graduate, karena fresh graduate kan biasanya kalau orang mau masuk kerja, ditanya punya pengalaman kerja atau belum? Jadi ada gap antara fresh graduate dengan lapangan kerja. Nah, ini menjembatani itu," kata Airlangga.
Baca Juga: KDM Minta ASN di Jabar Patungan Seribu Rupiah per Hari untuk Membantu Kebutuhan Darurat Masyarakat
Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan strategis bagi lulusan baru untuk mengasah keterampilan dan memperoleh pengalaman profesional.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja muda di Indonesia agar mereka lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.***




