POJOKSATU.id - Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026.
Mereka akan melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Maroko melalui program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7651 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026.
Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, mengatakan beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama internasional sekaligus membuka akses lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Baca Juga: 30 Contoh Soal TWK SKD Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
"Kesempatan belajar di Maroko bukan hanya soal memperoleh gelar akademik. Para penerima beasiswa juga akan berinteraksi dengan tradisi keilmuan, budaya, dan lingkungan akademik internasional yang dapat memperkaya wawasan mereka," ujar Suyitno di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Suyitno, para penerima perlu memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama studi diharapkan dapat dibawa kembali untuk berkontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam dan masyarakat.
"Penerima beasiswa harus menjaga prestasi akademik, membawa nama baik Indonesia, serta membangun jejaring internasional.
Kami berharap mereka nantinya tidak hanya menjadi lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari sumber daya manusia Indonesia yang memiliki wawasan global," katanya.
Baca Juga: 25 PTN-BH di Indonesia 2026, Universitas Udayana Jadi yang Terbaru, Cek Daftar Lengkapnya
50 Mahasiswa Tersebar di Lima Kota
Dari 50 penerima beasiswa, sebanyak 21 mahasiswa akan menempuh studi di Fes pada bidang Syariah serta Sastra dan Ilmu Humaniora.
Kemudian, 19 mahasiswa ditempatkan di Tetouan untuk bidang Ushuluddin.
Sebanyak tujuh penerima lainnya akan menempuh studi bidang Syariah di Agadir.
Dua penerima ditempatkan di Kenitra untuk bidang Ilmu Humaniora dan Sosial, sedangkan satu penerima akan menempuh studi Sastra dan Ilmu Humaniora di Rabat.
Kementerian Agama memastikan bidang dan program studi yang ditempuh para penerima sesuai dengan Letter of Acceptance (LoA) masing-masing.
Baca Juga: PPG Daljab Kemenag 2026 Kapan Dibuka? Cek Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Penempatan tersebut merupakan hasil penerimaan dari Pemerintah Kerajaan Maroko dan bersifat final.
Daftar 50 Penerima Beasiswa Maroko 2026
Berikut daftar nama penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026 beserta bidang studi dan kota penempatannya:
1. Abdan Alghifari — Syariah — Fes
2. Ahmad Miftah — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
3. Cendikia Alifia Najwa — Syariah — Fes
4. Ghina Aurel — Syariah — Fes
5. Hafizah Khairin — Syariah — Fes
6. Iqbal Panggayuh Wilutomo — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
Baca Juga: Sosok Menkeu Suahasil Nazara Ternyata Orang Nias, Bapaknya Hanati Nazara Dulu Bupati di Sana
7. Jafar Umar Al Ghifari — Syariah — Fes
8. Mahmud Khalil Al-Hushari — Syariah — Fes
9. Muhammad Arham — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
10. Muhammad Arshandy Raihan — Syariah — Fes
11. Muhammad Bintang Moslem — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
12. Muhammad Delshadi Chavez Mustofa — Syariah — Fes
13. Muhammad Syafiq — Syariah — Fes
14. Muhammad Syukran — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
15. Mujahidin Alfarizi — Syariah — Fes
16. Nasywa Mehru Huwaida — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
Baca Juga: 30 Contoh Soal TIU SKD Sekolah Kedinasan 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
17. Rahmatika Shidqin Nabila — Sastra dan Ilmu Humaniora — Fes
18. Syakira El Rabbania Afandi — Syariah — Fes
19. Syakiratum Mardhiyyah — Syariah — Fes
20. Syazwina Ramadhani Wibowo — Syariah — Fes
21. Zakira El Rabbania Afandi — Syariah — Fes
22. Abdullah Mahathir Lagaligo — Ushuluddin — Tetouan
23. Achmad Aufa Syalaby — Ushuluddin — Tetouan
24. Arfiandi — Ushuluddin — Tetouan
25. Faishal Faiq Ramdhani — Ushuluddin — Tetouan
26. Fithriyah Hanun — Ushuluddin — Tetouan
27. Ifdalus Sabit — Ushuluddin — Tetouan
28. M. Akhdan Auliaurrahman — Ushuluddin — Tetouan
Baca Juga: Bukan 11.744 Lagi, Pemerintah Siapkan Revitalisasi 100 Ribu Sekolah pada 2027, Ini Skemanya
29. M. Faiz Abdillah — Ushuluddin — Tetouan
30. Maulana Arief Darmawan — Ushuluddin — Tetouan
31. Moh. Wildan Mukholladun — Ushuluddin — Tetouan
32. Moh. Yasin Romadani — Ushuluddin — Tetouan
33. Muhammad Fayd Ajmal Ihsas — Ushuluddin — Tetouan
34. Muhammad Kautsar Athoillah — Ushuluddin — Tetouan
35. Muhammad Thib Tsarwat — Ushuluddin — Tetouan
36. Muhammad Zhafif Akhdan — Ushuluddin — Tetouan
37. Nabilla — Ushuluddin — Tetouan
38. Nawfal Dude Gusyarib — Ushuluddin — Tetouan
39. Nur Kaffah Lukman — Ushuluddin — Tetouan
40. Salafy Hafiz Azizqri — Ushuluddin — Tetouan
41. Adzka Neil Wisam — Syariah — Agadir
42. Jasmine Zanetta Shaumi — Syariah — Agadir
43. Muhammad Alif Ramdan — Syariah — Agadir
44. Muhammad Sultan Aladin — Syariah — Agadir
45. Nafa Aulia Rosyidah — Syariah — Agadir
46. Novi Novianty — Syariah — Agadir
47. Rizqa Aufa — Syariah — Agadir
48. Abd. Jalil — Ilmu Humaniora dan Sosial — Kenitra
49. Muhammad Labib Humaidi — Ilmu Humaniora dan Sosial — Kenitra
50. Salwa Hibatullah Iskandar — Sastra dan Ilmu Humaniora — Rabat
Persiapan Keberangkatan ke Maroko
Setelah ditetapkan sebagai penerima, para mahasiswa masih harus mengikuti sejumlah tahapan persiapan keberangkatan.
Tahapan tersebut meliputi pemenuhan dokumen administrasi, pengurusan paspor dan visa pelajar, pemenuhan dokumen akademik, hingga proses pembelian tiket pesawat.
Para penerima juga diwajibkan mengikuti pembekalan atau pre-departure briefing yang diselenggarakan Kementerian Agama sebelum keberangkatan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik dan sosial yang berbeda selama tinggal di Maroko.
"Kami ingin para mahasiswa berangkat dengan kesiapan yang utuh, baik secara akademik maupun dalam memahami tanggung jawab mereka sebagai penerima beasiswa dan sebagai bagian dari representasi Indonesia di Maroko," pungkas Suyitno.
Bagi 50 mahasiswa yang telah ditetapkan, beasiswa ini bukan sekadar kesempatan memperoleh pendidikan di luar negeri.
Mereka juga akan membawa nama Indonesia ke lingkungan akademik internasional.
Karena itu, capaian akademik, kemampuan beradaptasi, jejaring internasional, serta kontribusi setelah kembali ke Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. ***




