POJOKSATU.id - Seleksi wawancara PPG menjadi tahap penting yang menentukan kelulusan peserta.

Meski sudah belajar keras dan lolos tes substantif, banyak calon guru justru gugur pada tahap wawancara karena sikap yang kurang tepat.

Asesor tidak hanya menilai isi jawaban, tetapi juga bagaimana peserta menampilkan karakter, etika, dan profesionalisme sebagai calon pendidik.

Oleh karena itu, mengenali sikap-sikap yang harus dihindari sangat penting.

Baca Juga: TPG TW 4 Sudah Ramai Cair, TW 3 Masih Jadi Beban Guru di Banyak Daerah

Berikut lima sikap yang terbukti membuat nilai wawancara merosot dan sering menjadi penyebab kegagalan.

Terlalu Gugup dan Tidak Mampu Mengontrol Bahasa Tubuh

Rasa gugup adalah hal yang wajar, namun sikap gugup berlebihan dapat mengganggu penilaian asesor.

Banyak peserta tampak gelisah, menghindari kontak mata, dan berbicara terbata-bata saat menjawab pertanyaan.

Baca Juga: Ada Perbedaan Pandangan Upah, Apindo Serahkan Keputusan UMP ke Pemerintah

Sikap seperti ini membuat asesor meragukan kesiapan peserta menghadapi kelas nyata.

Guru harus terlihat percaya diri dan mampu mengontrol emosi, terutama saat berbicara di hadapan publik.

Menjaga bahasa tubuh tetap stabil menunjukkan bahwa peserta siap menjadi pendidik profesional.

Menjawab dengan Jawaban Klise dan Tidak Autentik

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan jawaban umum seperti “Saya ingin mencerdaskan generasi bangsa.”

Asesor biasanya langsung mengetahui jika jawaban bersifat hafalan atau tidak berdasarkan pengalaman pribadi.

Jawaban tidak autentik membuat peserta terlihat kurang serius menjalani profesi guru.

Sebaliknya, jawaban jujur dan berbasis pengalaman lebih dihargai karena menunjukkan kedewasaan.

Sikap ini juga mencerminkan kesadaran peserta terhadap panggilan profesinya.

Bersikap Defensif saat Ditanya Kelemahan Diri

Pertanyaan tentang kekurangan diri bertujuan menggali kemampuan refleksi.

Baca Juga: Bukan Hanya untuk Warga DTKS, Ini Bansos 2026 yang Bisa Diakses Siapa Saja

Namun banyak peserta langsung defensif, menolak mengakui kekurangan, bahkan menyalahkan pihak lain.

Sikap seperti ini menandakan kurangnya kematangan pribadi.

Guru yang baik adalah guru yang mampu mengevaluasi diri dan memperbaiki kekurangan.

Baca Juga: Pilihan Beda, Siapa Sudah Pernah ke Lubang Sewu Erorejo? Surga Karang Kapur yang Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Tahun

Peserta yang jujur dan punya rencana perbaikan justru mendapat nilai lebih tinggi.

Menunjukkan Sikap Emosional saat Mendapat Pertanyaan Sensitif

Pertanyaan yang melibatkan konflik dengan siswa atau orang tua sering muncul untuk menguji kontrol emosi.

Peserta yang menjawab dengan nada tinggi atau emosi dianggap tidak siap menghadapi dinamika sekolah.

Guru dituntut memiliki kesabaran, ketenangan, dan kemampuan mengelola konflik.

Asesor memperhatikan cara peserta merespon situasi sensitif tanpa kehilangan profesionalitas.

Reaksi emosional berlebihan bisa membuat nilai turun drastis.

Kurang Menguasai Materi Pedagogik dan PCK

Selain sikap, wawancara juga menilai pemahaman pedagogik peserta.

Banyak peserta gagal karena tidak mampu menjelaskan strategi pembelajaran atau contoh penerapan PCK.

Baca Juga: Pilihan Beda, Siapa Sudah Pernah ke Lubang Sewu Erorejo? Surga Karang Kapur yang Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Tahun

Ketidaksiapan ini membuat asesor menilai bahwa peserta belum memiliki dasar mengajar yang kuat.

Penguasaan teori perlu diikuti contoh penerapan nyata.

Menjawab mengambang tanpa arah menjadi penyebab umum nilai wawancara rendah.

Sikap yang Tepat Menentukan Kualitas Seorang Calon Guru

Tahap wawancara PPG bukan hanya menguji pengetahuan, tetapi juga jati diri sebagai calon pendidik.

Sikap yang salah dapat membuat peserta terlihat tidak profesional meskipun memiliki pengetahuan yang baik.

Menghindari lima sikap di atas membantu peserta tampil lebih percaya diri dan dewasa.

Kunci utama wawancara adalah ketenangan, kejujuran, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi di sekolah.

Dengan persiapan matang, peserta dapat melewati tahap ini dengan nilai terbaik.***