POJOKSATU.id - Lima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) menciptakan Bioplastik karena kepeduliannya terhadap meningkatnya penggunaan kantong plastik dari waktu ke waktu. Bahannya juga cukup unik yaitu biji durian.

Kelima siswa tersebut adalah Fajar Bayu Prakoso, Andika Cahya Widyananda, Annisa Fakhriyah Rofi, Dyah Ayu Permatasari dan Aditya.

Ketua tim Fajar Bayu mengatakan, awalnya ia dan keempat temannya khawatir dengan bertambahnya kantong plastik sehingga menimbulkan tumpukan sampah yang banyak.

Baca Juga: Remaja Usia 16 Tahun Asal Turki Ciptakan Bioplastik dari Limbah Kulit Pisang, Menangkan Google Science Fair

“Sampah plastik semakin banyak dan semakin banyak. Padahal plastik terbuat dari bahan yang sulit terurai (non-biodegradable) dan tentunya menimbulkan permasalahan lingkungan,” kata Fajar Bayu.

Ia dan keempat temannya mencoba mencari solusi atas kegelisahan tersebut dengan membuat bioplastik yang mudah terurai.

 “Kami langsung berpikir untuk mencari solusi dan menemukan bahan untuk membuat bioplastik yaitu biji durian,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, biji durian dipilih karena mengandung pati (tepung halus) yang cukup banyak. Levelnya mencapai hampir 50 persen dari beratnya.

"Lebih tinggi dari singkong yang sekitar 20 persen. Kalau biji durian hampir 50 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Kamu Perlu Tahu! Ini 3 Metode Termudah Untuk Membuat Bioplastik Ramah Lingkungan

Ia melanjutkan, pati berperan sebagai bahan pengisi dalam campuran sehingga memberikan kepadatan tinggi pada bioplastik. Hal ini meningkatkan kekuatan tarik plastik.

 “Kami sudah melakukan penelitian sejak 2014,” ujarnya.

Dijelaskannya, proses pembuatan bioplastik adalah dengan merendam biji durian dalam air jeruk nipis selama 2-3 hari untuk diambil sarinya. Setelah direndam, benih dijemur di bawah sinar matahari selama 1 hari.

“Biji durian kemudian dikeluarkan dari pati berwarna putih kecoklatan. Kemudian digiling menjadi tepung, disaring dan dipanggang dalam oven selama 30 menit,” jelasnya.

Tepung jadi dicampur dengan beberapa bahan kimia, antara lain polietilen densitas rendah (LDPE), kemudian maleat anhidrida (MA), kemudian inisiator (Perbutil D dan Perbutil Z).

Baca Juga: UGM Hadirkan 4 Gelombang Pendaftaran S2 dan S3, Kesempatan Lebih Luas untuk Calon Mahasiswa, Cek Jadwalnya!

Setelah diaduk, dicetak menggunakan pabrik plastik laboratorium dan hot press di LIPI Bandung.

 “50 gram jadi 3-4 lembar bioplastik ukuran 13x13 cm,” ujarnya.

Selain umumnya sekuat kantong plastik, bioplastik biji durian ini juga bersifat biodegradable.

Keunggulan lainnya adalah bioplastik biji duria ini mampu bertahan pada suhu panas.

“Ke depannya kita berharap bisa diproduksi secara massal, namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut,” ujarnya. ***