POJOKSATU.id - 60 ribu guru beruntung dipastikan akan mendapat panggilan PPG Daljab 2024 untuk mengikuti progran pendidikan profesi guru dalam jabatan.
Nantinya, panggilan PPG Dalam Jabatan 2024 akan disampaikan berupa undangan melalui akun SIMPKB masing-masing guru.
Yang cukup menggembirakan, pelaksanaan PPG Daljab 2024 (piloting) itu dilakukan pada minggu depan.
Tepatnya dimulai pada Senin 15 Juli 2024 mendatang.
Akan tetapi kuota untuk piloting ini sangat terbatas hanya untuk 60 ribu guru.
Tentunya guru tersebut dipastikan adalah guru yang belum memiliki sertifikat pendidik atau serdik.
Lalu, apa saja kriteria 60 ribu dipastikan dipanggil PPG Daljab 2024 (piloting) yang dimulai pekan depan?
Diumumkan Dirjen GTK
Untuk diketahui, pelaksanaan piloting PPG Daljab 2024 ini disampaikan lansung Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Nunuk Suryani.
Tepatnya dalam live Ngopi Bareng Bu Nunuk pada Kamis 11 Juli 2024 petang dari Bangka Belitung.
Sejatinya live kali itu membawa tema pembahasan tentang Program Kompetensi Guru Berkelanjutan: Diklat Berjenjang PAUD dan Diseminasi PKG PJOK.
Akan tetapi banyak guru non serdik peserta live menanyakan perihal pelaksanaan program pendidikan profesi guru dalam jabatan atau PPG Dalam Jabatan.
Seperti diketahui bersama bahwa Prof Nunuk dalam live sebelumnya juga menyampaikan kabar kurang menggembirakan.
Dimana ia mengumumkan bahwa pelaksanaan PPG Dalam Jabatan 2024 diundur antara 4 sampai lima bulan.
Itu dilakukan karena pihaknya masih harus melakukan berbagai persiapan.
Mulai dari persiapan penyelenggara sampai dengan kesiapan infrastruktur penunjang.
Pasalnya mulai tahun ini, program pendidikan profesi guru akan dilaksanakan di Platform Merdeka Mengajar atau PMM dengan menu LMS.
Kabar tersebut tentu saja membuat kecewa jutaan guru non serdik yang sudah menunggu bertahun-tahun jadi peserta.
Akan tetapi karena saking banyaknya pertanyaan tentang pelaksanaan PPG Dalam Jabatan, Bu Nunuk lantas memberikan sejumlah informasi penting.
Pertama, ia menyatakan bahwa PPG Dalam Jabatna akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Update 11 Juli, Tunjangan Sertifikasi Guru TW II Sudah Cair di 15 Provinsi Ini
Kedua, bahwa pada Senin 15 Juli 2024 akan dilakukan secara resmi launching piloting PPG Daljab 2024.
Apa Itu Piloting PPG?
Prof Nunuk menjelaskan, piloting PPG ini perlu dilakukan untuk menguji kesiapan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru.
Termasuk salah satunya adalah kesiapan infrastruktur pendukung.
Karena PPG dilaksanakan secara online atau daring melalui PMM, maka salah satu yang jadi fokus adalah kebutuhan sambungan internet.
Karena sambungan internet untuk mengakses PMM ini sangat penting.
Mulai dari proses pembelajaran, sampai dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) yang terdiri dari Ukin dan UP.
Ini terjadi karena penyelenggaraan PPG mulai tahun ini menggunakan sistem baru dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Piloting juga dilakukan untuk memastikan sistem baru benar-benar bisa berjalan baik.
Selain itu untuk mengetahui apakah ada masalah atau kendala dalam pelaksanaan
Dengan demikian, permasalahan dan kendala tersebut bisa dituntaskan atau diatasi lebih dini.
Guru yang menjadi calon peserta juga akan diuntungkan karena nantinya sistem sudah benar-benar berjalan sesuai dengan yang direncananakan dan diharapkan.
Jika piloting tidak ada kendala, maka PPG Daljab 2024 dengan sasaran 600 ribu peserta akan segera dilakukan.
Kriteria 60 Ribu Guru Peserta Piloting PPG Daljab 2024
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa kuota untuk Piloting PPG Daljab ini terbatas hanya untuk 60 ribu guru non serdik yang beruntung.
Baca Juga: Rincian Formasi CASN Kemenag 2024, Penguhulu Kebagian Jatah 3.641
60 ribu guru non serdik tersebut tenu saja dipilih yang memenuhi persyaratan, merata dari seluruh provinsi merata di Indonesia.
Perlu diketahui, untuk notifikasi undangan melalui akun SIMPKB nanti dimulai pada hari Selasa 16 Juli 2024.
Lalu apa saja kriteria 60 ribu guru yang akan dipanggil piloting PPG Daljab 2024?
Berikut ini kriteria 60 ribu peserta tersebut dikutip Pojoksatu.id dari pernyataan Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani:
1. Usia senior (50 tahun)
2. Keterwakilan pulau atau daerah
3. Keterjangkauan internet
4. Bukan Guru Penggerak dan eks PLPG
5. Masuk database PPG Kemdikbudristek
Sebagai informasi, nantinya 60 ribu guru tersebut akan menjalani pembelajaran di PMM sampai mengikuti UKPPPG.
Nantinya bagi guru yang dinyatakan lulus dalam piloting PPG Daljab, maka secara otomatis dianggap telah melewati progran pendidikan profesi guru dalam jabatan.
Karena itu, Prof Nunuk mengimbau 60 ribu guru beruntung agar mengikuti seluruh proses dalam piloting PPG Daljab 2024. Semoga sukses.***




