POJOKSATU.id - Ada yang baru nih dari tipe soal UTBK SNTB 2024. Kamu udah tau belum? Kayaknya sih 80% dari kamu udah tau info ini. Gimana-gimana tanggapan pertama kamu? Shock? Girang? Nangis? Terharu? Tertawa? Wah, wah, waaah campur aduk yaa rasanya.
Nah, betul, untuk UTBK di tahun 2024 ini akan ada tipe soal isian. Jadi, nggak hanya soal pilihan ganda aja nih, nanti juga akan ada soal isian singkat yang harus langsung kamu tuliskan jawabannya di komputer.
Eits, nggak perlu khawatir. Menurut SNPMB BPPP, soal isian yang akan diujikan cukup sederhana kok.
Terus kalau udah begini harus ngapain? Jawabannya hanya satu, belajar dan latihanlah. Latihan memahami soal-soalnya, belajar tentang dasar-dasar logika supaya tidak mudah terkecoh, dan banyak lagi.
Baca Juga: Survei Prabowo Gibran 56,2%, Sekjen RUMI Ingatkan Relawan Tetap Fokus Tebalkan Suara
Nah, untuk membantu kamu mulai memahami seperti tipe soal di UTBK SNBT, di artikel ini kita akan bahas materi-materi yang akan diujikan, pengertian Skolastik, dan juga contoh-contoh soal Tes Skolastik dari pemerintah. Psst, ada juga tambahan latihan soal khusus dari Brain Academy, loh. Cekidot!
Apa Itu Tes Skolastik?
Berdasarkan keterangan Mas Menteri Nadiem Makarim, Tes Skolastik adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan bernalar dan pemecahan masalah siswa. Artinya, ujian ini berhubungan dengan dasar-dasar logika.
Sebelumya, SNBT dianggap lebih menitikberatkan pada hafalan dibandingkan penalaran. Selain itu, materi yang diujikan juga terlalu banyak dan terfokus hanya pada mata pelajaran tertentu.
Nah, Tes Skolastik akan lebih berhubungan dengan kemampuan bernalar dan problem solving para peserta didik, bukan sekedar hafalan semata. Maka dari itu, kamu harus lebih berfokus pada pemahaman yang mendalam. Tes Skolastik akan mengukur kemampuan kognitif, logika, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Baca Juga: Pilpres 2024 Diprediksi Berlangsung 2 Putaran, Hanya 4 Lembaga Survei Ini Sebut 1 Putaran Saja
Apa Saja Materi yang Diujikan dalam UTBK SNBT?
Pada tahun 2024, akan ada 4 sub materi khusus yang akan diujikan pada UTBK SNBT. Keempat sub materi tersebut antara lain:
Potensi Kognitif
Terdiri dari Kemampuan Penalaran Umum, Kemampuan Kuantitatif, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis.
Penalaran Matematika
Literasi dalam Bahasa Indonesia
Literasi dalam Bahasa Inggris
Menurut Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, keempat tes ini penting agar calon mahasiswa dapat menyerap berbagai bidang ilmu di bangku kuliah dan dunia kerja nantinya.
“Berarti, mata pelajaran lainnya nggak penting dong?”
Baca Juga: Simak Informasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2024 di Sini!
Nope, mata pelajaran lain tetap penting ya, hanya saja tidak diujikan di SNBT. Kalau kamu mau masuk PTN lewat jalur SNBP atau Seleksi Mandiri, mata pelajaran lainnya juga tetap akan diperhitungkan kok.
Selain itu, kemampuan kognitif, matematika, hingga literasi merupakan kemampuan atau kompetensi yang dibangun di semua mata pelajaran. Jadi holistiknya tetap ada, guys.
Contoh Soal Tes Skolastik dari Pemerintah
Yuk, coba kerjakan beberapa contoh soal Tes Skolastik untuk masing-masing sub materi berdasarkan yang ada di laman SNPMB BPP berikut ini.
Baca Juga: Mulai Februari, TikTok Hapus Semua Lagu dari Artis Universal Music Group, Berikut Daftarnya
1. Contoh Soal Potensi Kognitif
Lima sekawan Sano, Joko, Adi, Rimba, dan Ratu selalu semangat berangkat bersama menuju sekolah. Joko selalu menjemput Sano, setelah ia dijemput oleh Adi. Rimba menjadi anak terakhir yang dijemput. Sementara rumah Ratu terletak di antara rumah Joko dan rumah Adi. Berikut ini pernyataan yang BENAR adalah …
Rumah Ratu terletak paling jauh
Rumah Adi terletak paling jauh
Rumah Rimba terletak paling jauh
Rumah Sano terletak paling dekat
Rumah Adi terletak paling dekat
Jawaban: B
Pembahasan:
Untuk menjawabnya, kita harus tahu siapa yang berangkat lebih dulu ke sekolah, artinya rumah dia lebih jauh dari sekolah.
Nah, dari soal tersebut, kita bisa tahu kalau rumah Adi lebih jauh dari rumah Joko, karena Joko dijemput Adi yang kemudian mereka berdua menjemput Sano.
Maka, rumah Sano lebih dekat dari rumah Joko. Sementara itu, karena rumah Ratu berada di antara rumah Joko dan Adi, maka rumah Rimba lah yang paling dekat dengan sekolah, karena ia dijemput paling terakhir.
Apabila dituliskan berdasarkan urutan dari yang rumahnya terdekat dari sekolah sampai yang terjauh, maka jadinya seperti ini.
Baca Juga: Berikut Sekolah Kedinasan Favorit di Kota Bandung, Simak Ada Apa Aja Sih
2. Contoh Soal Penalaran Matematika
Sampah anorganik lebih lama terurai dibandingakn dengan sampah organik. Waktu dekomposisi popok sekali pakai lebih lama dari plastik, namun kurang dari kulit sintetis. Berapa waktu dekomposisi yang mungkin dari popok sekali pakai?
100 tahun
250 tahun
375 tahun
475 tahun
575 tahun
Jawaban: D
Pembahasan:
Kunci dalam mengerjakan soal ini adalah fokus ke pertanyaannya.
Pertanyaannya adalah berapa waktu dekomposisi dari popok sekali pakai? Maka, kita bisa langsung fokus ke popok sekali pakai dengan melihat informasi tambahan yang tersedia. Nah, dari informasi yang tersedia, kita bisa tahu bahwa waktu dekomposisi popok sekali pakai, lebih lama dibandingkan plastik (lebih dari 400 tahun), tetapi lebih sebentar dari kulit sintetis (kurang dari 500 tahun).
Nah, dari informasi tersebut, jawaban yang paling tepat adalah dekomposisi popok sekali pakai memakan waktu hingga 475 tahun.
Maka, jawaban yang benar adalah D.
3. Contoh Soal Literasi Bahasa Indonesia
Khasiat susu bagi tubuh kita sudah tidak diragukan lagi. Meskipun demikian, tidak setiap orang bersedia mengonsumsi susu.
Ada dua kemungkinan penyebabnya: pertama, karena sifat yang terkandung dalam susu yang tidak disukai orang; kedua, karena sifat biologis orang yang bersangkutan (intoleran), yang ditandai dengan gangguan pencernaan seperti diare, perut kembung, dan sering buang angin setelah minum susu.
Penyebab pertama dapat diatasi dengan penambahan sari jeruk, markisa, apel, atau lainnya sehingga rasa asli susu yang memualkan dapat dihilangkan.
Sementara itu, penyebab kedua dapat diatasi dengan menggantinya dengan air susu yang telah mengalami perlakuan khusus, yaitu fermentasi.
Secara biologis, penderita intoleran susu tidak mampu mencerna laktosa dari makanan atau minuman dalam susu sehingga terjadi penimbunan laktosa dalam usus.
Penderita yang demikian dapat meminum susu bubuk dengan kadar laktosa rendah atau air susu fermentasi, seperti yoghurt, kefir, dan koumis.
Berdasarkan bacaan di samping, bila seorang temanmu, Ari, mengeluh bahwa ia sebenarnya ingin minum susu seperti teman lainnya, tetapi selalu diare ketika minum susu. Apa yang akan kamu sarankan?
Ari dapat mencoba minum susu dengan menambah sari jeruk.
Ari dapat mencoba susu bubuk seperti susu yang diminum oleh balita.
Ari dapat mencoba minum yoghurt.
Ari tidak perlu minum susu sama sekali.
Ari dapat mencoba minum susu secara bertahap
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalau ada soal yang teksnya panjang seperti ini, tipsnya adalah kamu sebaiknya lihat soalnya dulu, baru teksnya. Dengan begitu, kamu jadi tahu konteks pertanyaannya dan jadi menghemat waktu dalam membaca teksnya.
Nah, di soal tersebut dikatakan bahwa, Ari ingin minum susu juga seperti teman lainnya, tapi Ari selalu diare saat minum susu. Pada teks tersebut, kita bisa menemukan dua penyebab terjadinya diare.
Kalau diperhatikan, kondisi Ari lebih tepat untuk penyebab yang kedua, yaitu gangguan pencernaan. Lanjut ke teks terakhir, kamu bisa mengetahui bahwa untuk mengatasi gangguan pencernaan, bisa mengganti air susu dengan yoghurt, kefir, atau koumis.
Berarti jawaban yang paling tepat adalah C.
Baca Juga: Dua Pejabat Sudah Mundur dari Kabinet Jokowi, Kabarnya Para Menteri Ini Segera Menyusul
4. Contoh Soal Literasi Bahasa Inggris
Measles, a childhood disease, has caused suffering to mankind for thousands of years.
However, the search for an effective measles vaccine lasted two hundred years and has finally ended in success.
Now, for the first time, measles is a preventable disease. You may ask, ”How is this important to children?” Every year measles kills twice as many Americans as polio does.
More children die from measles than from any other common childhood disease. Also complications of some degree occur in about one child out of six. Most complication include pneumonia and ear disorders.
Another after-effect of measles-brain damage is less common, but it can have such serious consequence that it deserves special attention.
Brain damage due to measles sounds like something far away from our experience. In reality, it is not. Like other injury, damage to the brain can be very slight or very severe.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024 Polresta Cirebon Bersama Dandim 0620 Wujudkan Sinergitas Menuju Pemilu Damai
It is quite possible that we have never seen or heard a child who has severe brain damage – the child would either have died or would be in an institution.
However, in medical research a relation has been found between measles and such things as behavior problems, personality changes and dulling of metal ability.
For example, a child may be bad-tempered or a little slow to learn after he has recovered from measles.
One of the important findings of the research on measles is that ….
children who have got measles may become difficult to handle because of their behavior.
in reality, there are no measles patients who get brain damage.
personality changes already occur at the time a child has measles.
measles can cause children to become physically handicapped.
measles is the first killer of childhood disease in the world
Jawaban: A
Pembahasan:
Untuk mengerjakan soal seperti ini, kamu perlu mengetahui dulu kalimat kunci yang menjadi inti dari teks.
Dalam dua kalimat terakhir, dijelaskan bahwa ada kaitan antara measles dengan perubahan sikap, kepribadian, dan penumpulan kemampuan mental.
Misalnya, setelah menderita measles anak jadi sering marah-marah atau lamban dalam belajar. Nah, perilaku seperti ini memungkinkan seorang anak menjadi sulit ditangani setelah menderita measles.
Maka, jawaban yang tepat adalah A.
Baca Juga: Joget Gemoy Banyak dicibir, Prabowo: Dalam UUD 45 Ada Nggak Larangan Joget?
5. Contoh Soal Literasi Bahasa Inggris
Topik : Reading Comprehension for UTBK
Subtopik : Konsep Kilat Specific Information
Level Kognitif : MOTS
The question is based on the following passage.
Seventeen-year-old Robin West is an anomaly among her peers, she doesn’t have a smartphone.
Instead of scrolling through apps like TikTok and Instagram all day, shenuses a so-called “dumbphone”. These are basic phones, or feature phones, with very limited functionality compared to say an iPhone. You can typically only make and receive calls and SMS text messages.
And, if you are lucky, you can listen to radio and take very basic photos, but definitely not connect to the internet or apps. These devices are similar to some of the first phones that people bought back in the late 1990s.
Ms West’s decision to ditch her former smartphone two years ago was a spur of the moment thing. While looking for a replacement phones in a second-hand shop, she was lured by the low price of a “brick phone”.
Her current phones, from French firm MobiWire, cost her just £8. And because it has no smartphone functionality, she doesn’t have an expensive monthly data bill to worry about.
She didn’t notice until she bought a brick phone how much a smartphone was taking over her life. She had a lot of social media apps on it, and she didn’t get as much work done as she was always on the phone.
Dumbphones are continuing to enjoy a revival. Google searches for them jumped by 89% between 2018 and 2021, according to a report by software firm SEMrush.
Fashion, nostalgia, and them appearing in TikTok videos, have a part to play in the dumbphone revival.
While it’s true that dumbphones can’t compete with the latest premium Apple and Samsung models when it comes to performance or functionality, they can outshine them in equally important areas such as battery life and durability.
Five years ago, Przemek Olejniczak, a psychologist, swapped his smartphone for a Nokia 3310, initially because of the longer-lasting battery. However, he soon realised that there were other benefits.
Przemek Olejniczak admits that he now has to plan ahead more when he goes traveling. Before he would always be stuck to the phone, checking anything and everything, browsing Facebook or the news, or other facts he didn’t need to know.
Now he has more time for his family and himself. A huge benefit is that he isn’t addicted to liking, sharing, commenting, or describing his life to other people. Now he has more privacy.
The writer says in paragraph 1 that dumbphones ….
A. are slightly different from iPhones in term of functionality
B. are the same as old phones with very limited features
C. were firstly available in stores in the late 1990s
D. lose internet connection almost all the time
E. don’t have camera or radio features
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024 Polresta Cirebon Bersama Dandim 0620 Wujudkan Sinergitas Menuju Pemilu Damai
Kunci Jawaban : B
Pembahasan :
Soal menanyakan pernyataan yang benar mengenai dumbphones berdasarkan informasi pada paragraf 1.
Pernyataan yang benar adalah B (dumbphones sama dengan ponsel lama dengan fitur yang sangat terbatas) karena sesuai dengan informasi pada kalimat 3 yang menyatakan bahwa fungsi dari ponsel tersebut terbatas.
Lalu, pada kalimat terakhir dikatakan bahwa perangkat ini (dumbphone) mirip dengan beberapa ponsel pertama yang dibeli orang pada akhir 1990-an. Artinya, kedua ponsel tersebut (dumbphone dan beberapa ponsel zaman dulu) sama sama memiliki fungsi yang terbatas.
Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.***Tegar Septian



