POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai mengambil langkah serius dalam membangun manajemen talenta ASN.

Sebanyak 485 ASN dijadwalkan mengikuti asesmen kompetensi menggunakan Computer Assisted Competency Test (CACT) milik BKN.

Profiling ini menjadi pondasi penting bagi peta karier ASN, termasuk PPPK yang kini masuk dalam sistem manajemen talenta berdasarkan UU ASN.

Baca Juga: Jokowi dan Sultan HB X Hadiri Penobatan Raja Solo, Isyarat Harmoni Politik Jawa?

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Sulbar bergerak lebih maju dalam menempatkan pegawai berdasarkan kompetensi dan potensi, bukan lagi sekadar administrasi jabatan.


485 ASN Mulai Asesmen CACT BKN untuk Profiling Kompetensi

Program asesmen ini diumumkan dalam kegiatan Sosialisasi Profiling ASN Sulbar pada Kamis, 13 November 2025, di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Provinsi Sulbar.

Para peserta asesmen terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas dari seluruh OPD.

Baca Juga: Hari Ini Harga Emas UBS dan Galeri24 Mengalami Penurunan, Berikut Rinciannya

Asesmen akan berlangsung mulai Jumat hingga Rabu pekan berikutnya di Kantor BKN Perwakilan Sulbar, Kabupaten Mamuju.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menjelaskan bahwa asesmen ini menjadi pintu masuk bagi pemetaan kompetensi ASN secara lebih objektif.

Dalam sambutannya, ia menegaskan:

Baca Juga: Sambut Era Baru ASN, Balikpapan Perkuat Manajemen Talenta, PPPK Jadi Fokus Pembinaan

“Kegiatan sosialisasi profiling ASN ini sebagai pembuka awal. Setelah sosialisasi, mulai Jumat hingga Rabu mendatang, sebanyak 485 ASN akan mengikuti ujian asesmen,"

"melalui CACT di Kantor BKN Perwakilan Sulbar di Kabupaten Mamuju.” tambahnya, dikutip dari situs resmi Pemprov Sulbar, Kamis (13 November 2025).

Pernyataan ini menjadi konfirmasi resmi mengenai pelaksanaan asesmen CACT bagi ratusan ASN Sulbar.


PPPK Masuk Jalur Manajemen Talenta, Karier Lebih Terarah

Meski peserta asesmen kali ini didominasi pejabat struktural, program manajemen talenta yang tengah dibangun oleh Pemprov Sulbar tidak hanya menyasar PNS.

PPPK yang kini berstatus ASN penuh berdasarkan UU ASN 2023 ikut masuk dalam sistem karier dan wajib dipetakan kompetensinya.

Baca Juga: Menuju Rekrutmen CPNS 2026, Ini Cara Daftar dan Syarat CPNS 2026 yang Harus Dipenuhi Pelamar

Profiling melalui asesmen CACT menjadi modal penting bagi PPPK karena:

1. Menentukan kecocokan kompetensi dengan unit kerja,

2. Menjadi dasar pengembangan karier, peningkatan kompetensi, dan pelatihan lanjutan,

3. Mendukung penempatan berbasis kebutuhan organisasi,

4. Membuka peluang PPPK berkinerja tinggi untuk mendapat peran lebih strategis.

Baca Juga: Viral Isu Gaji Guru 66 Ribu, Namun Ada Dugaan Potongan Koperasi Yang Kelewatan Besarnya!

Dengan demikian, meski asesmen 485 ASN ini merupakan tahap awal.

PPPK akan menjadi bagian dari program asesmen lanjutan seiring diperluasnya pemetaan talenta seluruh ASN.


Asesmen Jadi Pondasi Sistem Karier ASN Sulbar

Program CACT BKN ini selaras dengan upaya reformasi birokrasi yang ingin membangun manajemen SDM berbasis kompetensi.

Baca Juga: Mengapa BPJS Bisa Tidak Aktif Padahal Rutin Bayar? Begini Cara Mengatasinya

Setelah hasil tes keluar, ASN (termasuk PPPK pada tahap selanjutnya) akan dipetakan ke dalam sembilan kolom kompetensi.

Mereka yang masuk kolom 7, 8, dan 9 akan diprioritaskan untuk jabatan atau tugas strategis karena dianggap memiliki potensi lebih.

Sebaliknya, pegawai di kolom awal akan mendapat rekomendasi pelatihan untuk memperkuat kompetensinya.

Dengan mekanisme ini, Pemprov Sulbar berharap pengisian jabatan, rotasi, dan promosi pejabat dapat berjalan lebih objektif serta mampu menciptakan aparatur yang lebih profesional dan adaptif.

Baca Juga: Jelang CPNS 2026, Hindari 5 Kesalahan Ini agar Tak Gugur di Awal


Era Baru Pembinaan Aparatur di Sulbar

Pelaksanaan asesmen CACT BKN ini menjadi titik penting transformasi SDM Aparatur Sipil Negara di Sulbar.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin modern, pemerintah daerah menargetkan proses pengembangan kompetensi berbasis data dan sistem digital, bukan subjektivitas.

Ke depan, PPPK akan menjadi bagian dari program asesmen kompetensi lanjutan, sehingga jalur karier mereka semakin jelas dan terstruktur.***