POJOKSATU.id, JAKARTA - Sebanyak 435 puskesmas tak punya dokter. Pemerintah pun terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas pada seleksi PPPK 2023.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, seleksi PPPK 2023 akan difokuskan pada guru dan nakes.

"Hampir 80 persen formasi 2023 untuk guru dan tenaga kesehatan," ujar Azwar Anas melalui siaran pers.

Baca Juga: Selamat! 29.069 PPPK Kemenag 2022 Terima SK Pekan Depan, Serentak di Seluruh Indonesia

Dari 572.496 formasi CPNS dan PPPK 2023, sebanyak 296.084 untuk formasi PPPK Guru dan 154.724 formasi PPPK Nakes.

Budi Gunadi Sadikin menyambut baik formasi PPPK Nakes 2023 yang mengalami penambahan dibandingkan formasi PPPK Nakes 2022 yang hanya 92.014 formasi.

Budi Gunadi mengatakan kebutuhan formasi PPPK Nakes 2022 sebanyak 255.249. Namun yang terpenuhi hanya 62.663 dari 92.014 formasi yang dibuka.

Baca Juga: SK PPPK Kemenag 2022 Bisa Didownload Melalui Pusaka Superapps, Pekan Depan Dilantik Serentak

Pada 2023, lanjut Budi, kebutuhan formasi nakes sebanyak 197.018. Jika seluruh formasi PPPK nakes 2023 terisi, maka sisa kebutuhan tinggal 42.294.

"Tenaga kesehatan yang cukup dan merata merupakan enabler penting, fasilitas tidak akan bisa dibangun secara merata tanpa tersedianya tenaga kesehatan," kata Budi Gunadi dalam Rakor Pengadaan ASN Tahun 2023 di Jakarta, 3 Agustus 2023.

Menurut Budi Gunadi, masih banyak puskesmas di Indonesia yang tidak memiliki dokter.

Baca Juga: Warga Karawang Keberatan Bayar Biaya Tambahan Pembayaran PBB

Berdasarkan data Kementerian kesehatan (Kemenkes) per 30 Juni 2023, jumlah puskesmas yang tidak punya dokter sebanyak 439 unit atau 4,17 persen dari 10.454 puskesmas di seluruh Indonesia.

Sementara puskesmas yang belum lengkap jenis tenaga kesehatannya sebanyak 4.741 atau 45,36 persen dari total puskesmas yang tersebar di tanah air.

Sembilan jenis tenaga kesehatan dasar di puskesmas yakni dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, kesmas, sanitarian, ahli lab, dan gizi.

Baca Juga: Yenny Wahid Puji Duet Anies-AHY Paling Top, Demokrat Malah Bilang Yenny Tak Cocok dengan Anies

Selain puskesmas, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) juga masih kekurangan dokter spesialis.

RSUD yang belum lengkap dokter spesialisnya sebanyak 258 dari 673 RSUD di seluruh Indonesia.

Tujuh jenis dokter spesialis di RSUD yakni dokter spesialis Anak, Obgyn, Penyakit Dalam, Bedah, Anestesi, Radiologi, dan Patologi Klinik.

Budi Gunadi berharap seleksi PPPK 2023 dapat memenuhi kebutuhan formasi nakes di puskesmas dan RSUD. ***