POJOKSATU.ID - Teman-teman sebanyak 433 PPPK di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kini tengah menjalani orientasi wajib di tahun 2026.

Jadi, kegiatan ini bukan sekadar pengenalan, tapi jadi penentu apakah kontrak kerja mereka bisa diperpanjang atau tidak.

Orientasi ini diikuti oleh PPPK dari berbagai bidang yang sebelumnya telah lolos seleksi tahap I dan II.

 

Diikuti Ratusan PPPK dari Berbagai Bidang

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Katakan para peserta merupakan SDM terpilih yang sudah melewati proses seleksi ketat.

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Wali Kota Pangkala Raya Pastikan PPPK Aman dari Pemberhentian

Dikutip RRI.co.id pada 14 April 2026, Pak Suhuk berkata demikian.

“Seluruh peserta yakni sumber daya manusia terpilih yang telah melalui proses seleksi dan dipercaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Mahakam Ulu,” ujarnya.

Eh guys, adapun total peserta sebanyak 433 orang, terdiri dari 277 tenaga teknis, 85 tenaga kesehatan, dan 71 tenaga guru.

 

Orientasi Wajib, Ada Sistem Online dan Tatap Muka

Kemudian, orientasi PPPK ini dibagi menjadi dua bagian utama.

Baca Juga: Miris! Nakes PPPK Paruh Waktu di Maluku Tengah Cuma Digaji Rp500 Ribu, Kebijakan Pemda Dipertanyakan

1. Pengenalan tugas dan fungsi ASN selama 45 jam pelajaran melalui sistem daring atau Massive Open Online Course MOOC, yang berlangsung pada 13 hingga 27 April 2026.

2. Peserta juga wajib mengikuti pembelajaran tentang nilai dan etika instansi pemerintah selama minimal 16 jam pelajaran yang digelar di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.

Secara total, orientasi berlangsung selama 61 jam pelajaran atau setara 19 hari kerja, dengan metode kombinasi antara klasikal dan nonklasikal.

 

Nilai Jadi Penentu Masa Depan

Eh yang menarik, orientasi ini bukan sekadar formalitas.

Panitia tegaskan setiap peserta wajib mencapai nilai minimal 70,01 dengan kualifikasi “baik”.

Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus Batas, Pemkab Bengkulu Tengah Berjuang Selamatkan PPPK

Intinya, nilai ini menjadi salah satu syarat penting dalam pertimbangan perpanjangan kontrak kerja PPPK ke depan.

Jadi, orientasi PPPK di Mahulu menjadi langkah serius pemerintah dalam memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.

Lalu ya, dengan sistem penilaian yang ketat, hanya pegawai yang memenuhi standar yang berpeluang melanjutkan kontrak kerja mereka.***