POJOKSATU.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Tual resmi melantik 402 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi Tahun 2025.
Pelantikan berlangsung Senin, 10 November 2025 di Pendopo Yarler, disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, bersama unsur pimpinan DPRD, pejabat daerah, dan tokoh agama setempat.
Acara ini menjadi bagian dari Tahap II pelantikan PPPK di Kota Tual, setelah sebelumnya 526 pegawai PPPK Tahap I telah diangkat pada pertengahan tahun.
Baca Juga: Gaji PPPK 2025 Naik hingga 8 Persen, Ini Rinciannya per Golongan
Dengan total 928 PPPK baru, Kota Tual mencatat rekor formasi ASN kontrak terbanyak dalam sejarah pemerintahannya.
Pengabdian Baru, Tanggung Jawab Baru
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Amir Rumra menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi seluruh PPPK yang baru dilantik.
Pelantikan ini menandai awal pengabdian. Jadilah aparatur yang profesional, disiplin, dan loyal kepada negara.
Baca Juga: 4,2 Juta Warga Dicoret dari Daftar Bansos 2025, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemensos
Ia juga mengingatkan bahwa status PPPK membawa konsekuensi terhadap kinerja dan kedisiplinan.
Karena penilaian kerja akan menjadi dasar utama bagi perpanjangan kontrak di tahun-tahun mendatang.
Perkuat Pelayanan Publik di Daerah
Dengan tambahan ratusan tenaga baru, Pemkot Tual berharap pelayanan publik di berbagai bidang terutama pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan dapat meningkat signifikan.
Sebagian besar dari 402 PPPK tersebut merupakan tenaga pendidik dan tenaga teknis yang telah lama mengabdi sebagai honorer di lingkungan Pemkot Tual.
Ini bentuk apresiasi nyata atas dedikasi mereka selama bertahun-tahun.
Langkah ini juga mendukung upaya pemerataan tenaga ASN di wilayah kepulauan, di mana banyak daerah seperti Kei Kecil dan Tayando masih kekurangan tenaga administrasi dan guru tetap.
Tahap Lanjutan Reformasi ASN
Kebijakan pengangkatan PPPK di Kota Tual merupakan bagian dari reformasi birokrasi nasional untuk menghapus status tenaga honorer pada 2025.
Melalui seleksi nasional dan pelantikan bertahap, tenaga honorer kini resmi menjadi aparatur negara dengan perjanjian kerja yang jelas.
Baca Juga: Berani Banget! Zulhas Bilang RI Stop Impor Beras Mulai Tahun Depan, Yakin Bisa?
Harapannya, setelah pelantikan ini, semangat kerja para PPPK semakin tinggi dan pelayanan masyarakat semakin cepat serta berkualitas.
Selain peningkatan SDM, Pemkot Tual juga menyiapkan program pelatihan berbasis kinerja dan orientasi ASN digital agar aparatur baru mampu beradaptasi dengan transformasi pemerintahan berbasis teknologi.
Apresiasi dan Harapan dari Pemkot
Pemerintah Kota Tual berjanji akan terus memperhatikan kesejahteraan ASN kontrak, termasuk pemberian tunjangan dan penyesuaian gaji sesuai Perpres 11 Tahun 2024 tentang gaji PPPK.
Wakil Wali Kota menutup sambutannya dengan pesan moral, yakini ASN bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk melayani masyarakat dengan hati.
Baca Juga: Overthinking Bisa Bikin Capek Secara Fisik? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan, doa bersama lintas agama, dan sesi foto bersama seluruh PPPK yang baru diangkat.
Dengan bertambahnya 402 PPPK baru, Kota Tual semakin siap menghadapi tantangan pelayanan publik di tahun 2025.
Semangat profesionalisme, kedisiplinan, dan loyalitas menjadi pesan utama yang diharapkan melekat pada setiap aparatur negara di daerah kepulauan tersebut.***




