POJOKSATU.id - Pemerintah resmi menerbitkan izin operasional 25 program studi baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau PPDS Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU), Senin, 31 Agustus 2026.

Pembukaan 25 prodi baru tersebut menjadi langkah afirmasi pemerintah untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebutuhan tenaga medis di Indonesia.

Menurut Dudung, Indonesia masih menghadapi kekurangan 268.073 tenaga medis, termasuk kebutuhan tambahan sekitar 55.712 dokter spesialis yang harus didistribusikan ke 481 kabupaten/kota.

Baca Juga: Beasiswa Open Doors Russian Scholarship 2026 Dibuka, Kuliah Gratis di Rusia untuk S1 hingga Pascadoktoral

“Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah representasi dari hak hidup sehat rakyat kita, khususnya di daerah 3T hingga kepulauan jauh,” ujar Dudung dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

25 Prodi PPDS Baru Dibuka pada Tahap Pertama 2026
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa 25 prodi baru PPDS RSPPU pada tahap pertama 2026 terdiri atas:
- 11 prodi spesialis dasar
- 14 prodi rumpun Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) dan spesialis unggulan lainnya

Seluruh program diselenggarakan di rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menjaga standar kompetensi pendidikan dokter spesialis.

Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua. Sebanyak 30 program studi spesialis ditargetkan memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, yang terdiri dari 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi spesialis KJSU.

Baca Juga: Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Kuliah S1 Full Funded hingga 8 Semester di 21 Kampus, Gercep Sebelum 7 September

Seleksi PPDS RSPPU Mulai 3 September 2026
Bagi dokter yang ingin mengikuti pendidikan melalui 25 prodi baru tersebut, seleksi peserta didik PPDS RSPPU akan mulai diluncurkan pada Kamis, 3 September 2026.

Program ini memberikan prioritas kepada putra-putri daerah. Penempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan juga telah dirancang sejak awal untuk mengisi kekurangan dokter spesialis di wilayah prioritas nasional.

PPDS RSPPU atau yang dikenal sebagai PPDS Hospital Based merupakan pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai RSPPU.

Skema tersebut berbeda dari pendidikan spesialis berbasis universitas, tetapi standar kompetensinya tetap mengacu pada standar kolegium yang sama.

9 Perguruan Tinggi Mitra PPDS RSPPU
Sebanyak 25 prodi baru ini bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri, yaitu:
1. Universitas Airlangga (Unair)

2. Universitas Padjadjaran (Unpad)

3. Universitas Sebelas Maret (UNS)

4. Universitas Diponegoro (Undip)

5. Universitas Hasanuddin (Unhas)

6. Universitas Sumatera Utara (USU)

Baca Juga: Mahasiswa Agribisnis USU Bawa Pulang 3 Medali dari Ajang Internasional, Ada Dua Gold Medal

7. Universitas Udayana (Unud)

8. Universitas Brawijaya (UB)

9. Universitas Indonesia (UI)

11 Prodi Spesialis Dasar dan Lokasi Rumah Sakit
Berikut sebaran 11 prodi spesialis dasar pada tahap pertama:

1. Anestesiologi dan Terapi Intensif
- RSUP Fatmawati
- RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surakarta
- RSU Hermina Depok

2. Obstetri dan Ginekologi
- RSAB Harapan Kita
- RSIA Bunda Jakarta

3. Radiologi
- RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
- RSUP Persahabatan
- RSUP Dr. M. Djamil

4. Ilmu Penyakit Dalam
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

5. Ilmu Kesehatan Anak
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

6. Ilmu Bedah
- RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Baca Juga: Bukan Cuma 500 Santri! Siswa Sekolah Lain Juga Diduga Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah

14 Prodi Rumpun KJSU dan Spesialis Unggulan
Sementara itu, 14 prodi dalam rumpun KJSU dan spesialis unggulan lainnya meliputi:

1. Bedah Saraf
- RS Pusat Otak Nasional
- RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

2. Bedah Thorax Kardiovaskuler
- RSUP H. Adam Malik
- RSUD Dr. Saiful Anwar

3. Urologi
- RSUD Dr. Moewardi
- RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah

4. Jantung dan Pembuluh Darah
- RSUP Dr. Mohammad Hoesin
- RSU Murni Teguh Memorial Hospital
- RSUD dr. Soedarso

5. Kedokteran Nuklir
- RSUP Dr. Kariadi

6. Kesehatan Mata
- Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya
- RSU Murni Teguh Memorial Hospital

7. Orthopaedi dan Traumatologi
- RSD dr. Soebandi
- RSPAD Gatot Soebroto
- RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Baca Juga: Joko Anwar Garap Pengabdi Setan 3: Origin, Cerita Baru Ungkap Masa Lalu Darminah dan Batara

Biaya Penyelenggaraan PPDS RSPPU
Selain membuka lebih banyak program studi, pemerintah juga menetapkan skema kontribusi biaya penyelenggaraan PPDS yang lebih transparan.

Berdasarkan keterangan KSP, kontribusi biaya per semester berlaku sama secara resiprokal antara perguruan tinggi dengan rumah sakit pendidikan utama maupun RSPPU dengan perguruan tinggi mitra.

Rinciannya:
- Rp2 juta per semester untuk program studi spesialis/subspesialis bedah.

- Rp1,5 juta per semester untuk program studi spesialis/subspesialis non-bedah dan berdasarkan kebutuhan aktivitas atau activity at cost.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan pendidikan dokter spesialis yang lebih terjangkau sekaligus mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis di Indonesia.

Baca Juga: Daun Mangrove Disulap Jadi Sabun Cuci, UNIKA Dampingi Inovasi Perempuan Pesisir Bekasi Ini Hingga Punya Nilai Ekonomi

Target 55.712 Dokter Spesialis
Pembukaan 25 prodi baru PPDS RSPPU menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis.

Kemenkes menyebut sejak diluncurkan pada 2024, PPDS RSPPU telah diselenggarakan di enam rumah sakit.

Dengan tambahan 25 prodi baru pada tahap pertama 2026, jumlah prodi PPDS RSPPU menjadi 31 prodi.

Pemerintah selanjutnya menargetkan tambahan 30 prodi pada tahap kedua yang akan didorong memperoleh izin pada Oktober 2026.

Dengan skema tersebut, pendidikan dokter spesialis diharapkan tidak hanya menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga memastikan lulusan dapat ditempatkan di daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis.

Bagi dokter yang berminat mengikuti 25 prodi baru PPDS RSPPU, tahap penting berikutnya adalah peluncuran seleksi peserta pada Kamis, 3 September 2026.

Informasi persyaratan, mekanisme pendaftaran, dan ketentuan masing-masing program perlu dipantau melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan dan sistem PPDS RSPPU. ***