POJOKSATU.id - Memilih kampus untuk kuliah di bidang teknik ternyata tidak cukup hanya dengan melihat peringkat universitas secara keseluruhan.

Calon mahasiswa perlu melihat lebih jauh bagaimana performa sebuah perguruan tinggi pada bidang studi yang ingin dipelajari.

Sebab, kampus yang memiliki peringkat tinggi secara umum belum tentu mempunyai posisi yang sama ketika dinilai berdasarkan bidang tertentu.

Salah satu referensi yang bisa digunakan adalah pemeringkatan berdasarkan bidang studi atau subject ranking yang dirilis lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

Dua di antaranya adalah QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 dan Times Higher Education (THE) WUR by Subject 2026.

Baca Juga: Beasiswa Paragon 2026 Dibuka hingga 10 September, Dapat UKT Rp7 Juta per Semester, Dana Rp20 Juta, Cek Syarat dan Cara Daftar

Keduanya sama-sama menyediakan pemeringkatan bidang teknik, tetapi menggunakan metodologi berbeda.

Hasilnya pun menarik.

QS mencatat enam perguruan tinggi Indonesia dalam bidang Engineering & Technology. Sementara THE memasukkan 21 perguruan tinggi Indonesia dalam bidang Engineering.

Perbedaan jumlah tersebut membuat daftar kampus teknik terbaik versi QS dan THE menarik untuk dibandingkan, terutama bagi calon mahasiswa yang sedang menentukan pilihan perguruan tinggi.

Baca Juga: Download Soal OMI/KSM IPA Terpadu MI 2023-2020 PDF, Lengkap Link Google Drive

QS 2026 Hanya Catat 6 Kampus Indonesia
Dalam QS WUR by Subject 2026 bidang Engineering & Technology, terdapat 556 perguruan tinggi dunia yang masuk pemeringkatan.

Enam di antaranya merupakan perguruan tinggi Indonesia.

Berikut susunan kampus Indonesia beserta peringkat globalnya:
1. Institut Teknologi Bandung (ITB) — peringkat 216 dunia

2. Universitas Indonesia (UI) — peringkat 262 dunia

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — peringkat 266 dunia

4. Universitas Gadjah Mada (UGM) — peringkat 293 dunia

5. Universitas Airlangga (Unair) — peringkat 401–450 dunia

6. Universitas Diponegoro (Undip) — peringkat 501–550 dunia

Posisi tertinggi ditempati ITB dengan peringkat 216 dunia.

Baca Juga: Team OVERDOSE Gandeng Gerakan Anak Negeri Bantu Penyintas Gempa NTT Wujud Aksi Nyata Cinta Indonesia

UI berada di posisi 262, sedangkan ITS hanya terpaut empat peringkat dari UI dengan posisi 266 dunia.

UGM melengkapi empat perguruan tinggi Indonesia yang berhasil menembus posisi 300 besar dunia.

Sementara itu, Unair berada pada rentang 401–450 dan Undip pada rentang 501–550 dunia.

Dengan susunan tersebut, persaingan perguruan tinggi Indonesia di bidang Engineering & Technology versi QS terlihat cukup ketat, khususnya pada posisi 300 besar.

Engineering & Technology Versi QS Ternyata Sangat Luas
Calon mahasiswa juga perlu memahami bahwa istilah Engineering & Technology dalam QS tidak hanya mengacu pada teknik dalam arti sempit.

Baca Juga: Download Soal OMI KSM IPS Terpadu MTs Tahun 2020-2023 PDF, Lengkap Link Google Drive, Gratis

Kategori tersebut mencakup sejumlah bidang, termasuk ilmu komputer, teknik kimia, teknik sipil dan struktural, teknik elektro dan elektronika, teknik mesin, teknik mineral dan pertambangan, serta teknik perminyakan.

Karena cakupannya luas, posisi sebuah universitas dalam Engineering & Technology merupakan gambaran performa gabungan bidang-bidang tersebut.

Artinya, calon mahasiswa tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa peringkat Engineering & Technology secara keseluruhan merupakan peringkat untuk satu jurusan tertentu.

Jika targetnya adalah Teknik Sipil, misalnya, calon mahasiswa tetap perlu melihat performa kampus pada bidang Teknik Sipil dan Struktural secara lebih spesifik.

Baca Juga: Download Soal OMI KSM Matematika MTs dari Tahun 2020 sampai 2023 File PDF Gratis

Begitu pula dengan calon mahasiswa yang ingin masuk Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, atau Teknik Perminyakan.

THE Memasukkan 21 Kampus Indonesia
Gambaran berbeda muncul dalam THE WUR by Subject 2026: Engineering.

Dari 1.555 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan bidang Engineering secara global, terdapat 21 perguruan tinggi Indonesia.

Berikut susunan kampus Indonesia beserta kelompok peringkat globalnya:
1. Institut Teknologi Bandung (ITB) — 801–1.000 dunia

2. Universitas Indonesia (UI) — 801–1.000 dunia

3. BINUS University — 1.001–1.250 dunia

4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — 1.001–1.250 dunia

5. Telkom University — 1.001–1.250 dunia

Baca Juga: Wagub Jatim Ungkap 19 Lembaga Pendidikan Terdampak Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah

6. Universitas Airlangga (Unair) — 1.001–1.250 dunia

7. Universitas Gadjah Mada (UGM) — 1.001–1.250 dunia

8. Universitas Padjadjaran (Unpad) — 1.001–1.250 dunia

9. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — 1.001–1.250 dunia

10. Universitas Sebelas Maret (UNS) — 1.001–1.250 dunia

11. Universitas Diponegoro (Undip) — 1.251+ dunia

12. Universitas Hasanuddin (Unhas) — 1.251+ dunia

13. Universitas Islam Indonesia (UII) — 1.251+ dunia

14. Universitas Negeri Malang (UM) — 1.251+ dunia

15. Universitas Andalas (Unand) — 1.251+ dunia

16. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) — 1.251+ dunia

Baca Juga: Download Gratis Soal OMI KSM Biologi MA Tahun 2020-2023 PDF, Lengkap Link Google Drive

17. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — 1.251+ dunia

18. Universitas Sriwijaya (Unsri) — 1.251+ dunia

19. Universitas Sumatera Utara (USU) — 1.251+ dunia

20. Universitas Syiah Kuala (USK) — 1.251+ dunia

21. Universitas Brawijaya (UB) — 1.251+ dunia

Jika melihat susunan tersebut, ITB dan UI menjadi dua perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam THE WUR by Subject 2026: Engineering, yakni berada pada kelompok 801–1.000 dunia.

Delapan kampus berikutnya berada pada kelompok 1.001–1.250 dunia.

Sebanyak 11 perguruan tinggi lainnya masuk kelompok 1.251+ dunia.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan daftar QS yang hanya mencatat enam perguruan tinggi Indonesia.

Baca Juga: Bukan 293, Kini 500 Santri Tumbang Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

Mengapa Hasil QS dan THE Tidak Sama?
Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mengherankan.

QS dan THE mempunyai metodologi, indikator, dan pendekatan penilaian yang berbeda.

QS WUR by Subject 2026 untuk Engineering & Technology menggunakan lima indikator utama.

Bobot terbesar diberikan kepada reputasi akademis sebesar 40 persen.

Kemudian reputasi lulusan dan disiplin ilmu di mata pemberi kerja sebesar 30 persen.

Tiga indikator lainnya masing-masing memiliki bobot 10 persen, yaitu jumlah kutipan penelitian per makalah, indeks H akademisi atau departemen, serta jaringan riset internasional.

Dengan komposisi tersebut, reputasi akademik dan reputasi lulusan menjadi faktor yang sangat besar dalam menentukan posisi perguruan tinggi.

Baca Juga: Cinta atau Obsesi? Kenali Tanda Hubungan Mulai Berubah Jadi Sikap Mengontrol

THE Melihat Pengajaran, Riset hingga Industri
THE WUR by Subject 2026: Engineering membagi indikator penilaian ke dalam lima kelompok utama.

Kelompok pertama adalah pengajaran. Di dalamnya terdapat reputasi pengajaran sebesar 19,5 persen, rasio mahasiswa-staf 3 persen, rasio lulusan doktoral-sarjana 1 persen, rasio lulusan doktoral-staf 3 persen, serta pendapatan institusi 1,5 persen.

Kelompok kedua adalah lingkungan riset, yang terdiri dari reputasi riset sebesar 21 persen, pendapatan riset 4 persen, dan produktivitas riset 4 persen.

Selanjutnya terdapat kualitas riset yang mencakup dampak sitasi sebesar 13,7 persen, kekuatan riset 4,6 persen, keunggulan riset 4,6 persen, dan pengaruh riset 4,6 persen.

THE juga memasukkan industri sebagai bagian dari penilaian. Pendapatan dari industri berbobot 4 persen, sedangkan paten juga berbobot 4 persen.

Aspek terakhir adalah international outlook, yang melihat mahasiswa internasional sebesar 2,5 persen, staf internasional 2,5 persen, serta penulisan bersama internasional 2,5 persen.

Baca Juga: MBG Bikin Santri Tumbang, BBPOM Turun Tangan: Ada Apa dengan Dapur SPPG?

Adapun indikator studi di luar negeri tercatat dengan bobot 0 persen.

Perbedaan indikator inilah yang membuat satu kampus dapat memiliki posisi yang berbeda antara QS dan THE.

Jadi, Ranking Mana yang Harus Dilihat Calon Mahasiswa?
Pertanyaan tersebut sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan memilih QS atau THE.

Keduanya tidak sepenuhnya mengukur hal yang sama.

QS memberikan porsi sangat besar pada reputasi akademik dan reputasi lulusan di mata pemberi kerja. Sementara THE menggabungkan aspek pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, hubungan dengan industri, dan internasionalisasi.

Karena itu, calon mahasiswa perlu membaca kedua pemeringkatan tersebut secara lebih kritis.

Peringkat dapat digunakan sebagai indikator awal, tetapi keputusan memilih kampus membutuhkan informasi yang lebih spesifik.

Baca Juga: Pendaftaran Relawan Pajak Renjani 2026 Resmi Dibuka, Cek Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya

Calon mahasiswa Teknik Sipil, misalnya, perlu melihat kualitas program studi, laboratorium, dosen, penelitian, kerja sama industri, hingga rekam jejak alumninya.

Untuk Teknik Mesin, fasilitas praktik dan laboratorium bisa menjadi pertimbangan penting.

Begitu pula bagi calon mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, maupun bidang teknik lainnya.

Dengan kata lain, ranking universitas adalah salah satu potongan informasi, bukan keseluruhan gambaran.

21 Kampus Memberikan Pilihan yang Lebih Luas
Masuknya 21 perguruan tinggi Indonesia dalam THE WUR by Subject 2026 memberikan pilihan yang lebih luas bagi calon mahasiswa.

Mereka tidak harus hanya mempertimbangkan kampus yang berada di posisi tertinggi dalam pemeringkatan global.

Baca Juga: Bukan Cuma Cari Jalan, 4 Fitur Google Maps Ini Bisa Bikin Kerja di Industri Wisata Lebih Praktis

Kampus yang berada dalam kelompok 1.001–1.250 atau 1.251+ tetap dapat menjadi pilihan apabila mempunyai program studi yang sesuai, fasilitas memadai, biaya yang terjangkau, dan prospek yang sejalan dengan rencana karier.

Di sisi lain, empat perguruan tinggi Indonesia yang menembus 300 besar QS 2026 juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Indonesia mempunyai sejumlah institusi dengan performa kuat dalam bidang Engineering & Technology.

Perbedaan hasil QS dan THE justru bisa dimanfaatkan calon mahasiswa untuk melakukan perbandingan yang lebih kritis.

Baca Juga: Hujan Salat

Alih-alih hanya bertanya “kampus mana yang rankingnya paling tinggi?”, calon mahasiswa sebaiknya mulai bertanya “kampus mana yang paling kuat pada jurusan teknik yang ingin saya pelajari?”

Pertanyaan tersebut akan membawa calon mahasiswa pada pencarian yang lebih dalam, mulai dari program studi yang ditawarkan hingga peluang riset dan kerja setelah lulus.

Sebab, ketika memilih kuliah teknik, yang dipertaruhkan bukan hanya nama kampus selama empat tahun, tetapi juga kompetensi, pengalaman, jaringan, dan kesiapan memasuki dunia profesional. ***