POJOKSATU.id — Tahun ajaran baru segera datang, dan bagi siswa kelas 12 SMA/sederajat, inilah saatnya mulai bersiap mengikuti Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Antusiasme pelajar untuk melanjutkan studi di kampus atau sekolah kedinasan di bawah kementerian dan lembaga negara terus meningkat setiap tahunnya.
Salah satu alasannya adalah peluang karier yang menjanjikan, serta kebijakan menarik yang membuat seleksi semakin terbuka bagi semua kalangan.
Salah satu kebijakan yang paling dinantikan adalah tidak adanya syarat nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi siswa SMA/sederajat, termasuk mereka yang gap year.
Tanpa harus menyertakan nilai UTBK, peluang untuk bersaing terbuka lebih luas berdasarkan hasil seleksi internal masing-masing sekolah kedinasan.
Selain itu, sebagian besar sekolah kedinasan menawarkan fasilitas pendidikan gratis dan ikatan dinas.
Artinya, setelah lulus, para taruna berkesempatan langsung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansi terkait.
Seleksi Ketat, Meski Tanpa UTBK SNBT
Walaupun tidak mewajibkan nilai UTBK SNBT, peserta tetap harus melewati serangkaian tahapan seleksi resmi yang cukup ketat.
Tahapan tersebut meliputi:
1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem CAT BKN.
2. Tes akademik internal sesuai bidang studi.
3. Tes psikologi dan kepribadian.
4. Tes kesehatan dan kesamaptaan (kebugaran fisik).
Setiap sekolah kedinasan memiliki pola seleksi mandiri, dengan fokus utama pada kemampuan akademik dan kompetensi dasar.
Kebijakan tanpa UTBK ini dinilai memberikan keadilan bagi siswa di seluruh Indonesia, terutama yang tidak sempat mengikuti SNBT atau tinggal di daerah jauh dari lokasi ujian nasional.
20 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Nilai UTBK SNBT
Berdasarkan pengumuman seleksi tahun 2025, berikut daftar sekolah kedinasan yang tidak mensyaratkan nilai UTBK SNBT dalam pendaftaran tahun sebelumnya:
1. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (Kemenhub)
2. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun (Kemenhub)
3. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal (Kemenhub)
4. Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang (Kemenhub)
5. Politeknik Statistika STIS (BPS)
6. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug (Kemenhub)
7. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
8. Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali (Kemenhub)
9. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta (Kemenhub)
10. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar (Kemenhub)
11. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya (Kemenhub)
12. STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika – BMKG)
13. PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN – Kemenkeu)
14. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara – BIN)
15. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Kemendagri)
16. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
17. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
18. Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
19. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Jayapura
20. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
Pantau Jadwal dan Persiapkan Diri dari Sekarang
Bagi kamu yang ingin mendaftar, pastikan untuk terus memantau situs resmi Badan Kepegawaian Negara (bkn.go.id) dan Kementerian PANRB (menpan.go.id).
Informasi mengenai jadwal pembukaan, persyaratan terbaru, serta konfirmasi resmi tentang kebijakan nilai UTBK SNBT biasanya diumumkan di dua situs tersebut.
Meskipun tanpa syarat nilai UTBK, bukan berarti seleksi menjadi mudah.
Justru, kamu harus menyiapkan diri lebih matang untuk menghadapi tahapan tes lainnya — mulai dari akademik hingga fisik.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Naikkan Dana Uji Produk Riset hingga Rp150 Juta per Usulan
Persiapan sejak dini akan menjadi kunci untuk bisa bersaing dan lolos menjadi taruna di sekolah kedinasan impianmu.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu kirim tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya. ***




