POJOKSATU.id - Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menyediakan 3.257 formasi.
Pengumuman pembukaan seleksi sekolah kedinasan 2026 direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
Pendaftaran nantinya dilakukan melalui portal resmi BKN.
Tahun ini, sembilan instansi membuka formasi sekolah kedinasan, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, BSSN, BPS, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BMKG, serta BIN.
Sekolah kedinasan menjadi pilihan banyak lulusan SMA/SMK karena menawarkan berbagai keuntungan.
Baca Juga: Kuota Sekolah Kedinasan 2026 Ditetapkan 4.770 Formasi CPNS, Simak Daftar dan Jadwal Seleksinya
Pada jalur tertentu, peserta dapat memperoleh pendidikan tanpa biaya, asrama, hingga peluang diangkat menjadi CPNS setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan.
Tak Semua Sekolah Kedinasan Punya Tes Fisik Panjang
Seleksi sekolah kedinasan umumnya dimulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hingga seleksi lanjutan yang dapat mencakup tes kesehatan dan kebugaran.
Tes kebugaran atau kesamaptaan biasanya melibatkan sejumlah aktivitas fisik, seperti push-up, sit-up, pull-up atau chinning, hingga shuttle run.
Namun, tahapan tes fisik setiap sekolah kedinasan tidak selalu sama.
Ada sekolah yang memiliki tes kebugaran relatif lebih sederhana dibandingkan sekolah kedinasan yang membutuhkan kemampuan fisik lebih kompleks.
Beberapa sekolah kedinasan seperti IPDN, STIN, dan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan dikenal memiliki tahapan kebugaran dan kesehatan yang perlu dipersiapkan secara lebih serius.
Bagi lulusan SMA/SMK yang ingin mengikuti seleksi sekolah kedinasan tetapi tidak terlalu mengutamakan kemampuan fisik, terdapat beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan.
1. Politeknik Statistika STIS
Politeknik Statistika STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah Badan Pusat Statistik (BPS).
Tahapan seleksinya meliputi seleksi administrasi, SKD, serta sejumlah seleksi lanjutan.
Seleksi lanjutan terdiri atas:
-
Seleksi Lanjutan I berupa Matematika.
-
Seleksi Lanjutan II berupa psikotes dan wawancara.
-
Seleksi Lanjutan III berupa kesehatan dan kebugaran.
Pada seleksi tahun sebelumnya, tes kebugaran STIS menggunakan Harvard Steps Test.
Baca Juga: Padus SMAN 5 Karawang Tampil di Rangkaian HUT ke-81 RI, Nurul Aini: Terus Bersemangat Ukir Prestasi
Sementara itu, sejumlah persyaratan yang mengacu pada ketentuan penerimaan sebelumnya antara lain peserta harus sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, serta tidak buta warna.
Peserta pengguna kacamata atau lensa kontak juga memiliki ketentuan tertentu terkait ukuran minus maupun plus.
Selain itu, lulusan atau siswa kelas 12 SMA/MA/SMK/MAK dari semua jurusan dapat mendaftar sesuai persyaratan yang ditetapkan pada tahun berjalan.
Persyaratan lainnya mencakup ketentuan nilai Matematika dan Bahasa Inggris, usia, status pernikahan, serta kesediaan mengikuti aturan ikatan dinas dan penempatan setelah lulus.
Karena ketentuan penerimaan dapat berubah setiap tahun, calon peserta tetap perlu menjadikan pengumuman resmi seleksi 2026 sebagai acuan utama.
Baca Juga: Bupati Aep Bangga 50 Paskibraka Karawang Dikukuhkan, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
2. STMKG
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) merupakan sekolah kedinasan di bawah BMKG.
Tahapan seleksi STMKG meliputi seleksi administrasi, SKD, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), serta tes kesehatan, kebugaran, dan wawancara.
Pada SKB, peserta menghadapi materi yang berkaitan dengan Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Untuk tes kebugaran, seleksi sebelumnya menggunakan Cooper Test, yakni peserta berlari sejauh 2,4 kilometer dengan waktu secepat mungkin.
Persyaratan STMKG pada seleksi sebelumnya antara lain warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta memenuhi ketentuan usia, status pernikahan, dan tinggi badan.
Calon peserta juga harus memenuhi ketentuan terkait penggunaan kacamata, bebas narkoba, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
Namun, calon pendaftar harus kembali mengecek persyaratan resmi STMKG 2026 karena ketentuan dapat berubah dari tahun sebelumnya.
Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026
Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui portal resmi BKN. Secara umum, tahapan pendaftarannya meliputi:
-
Membuka portal resmi pendaftaran sekolah kedinasan BKN.
-
Memilih menu Buat Akun.
-
Memasukkan NIK, nomor KK, nama lengkap, dan tanggal lahir.
-
Mengunggah pas foto dan mencetak Kartu Informasi Akun.
-
Memilih satu sekolah kedinasan sesuai ketentuan.
-
Mengisi biodata, nilai sekolah, serta mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
-
Memeriksa kembali seluruh data sebelum mengakhiri pendaftaran.
Baca Juga: Tarif Transportasi DKI Jakarta HUT RI 17 Agustus 2026 Berubah Jadi Rp8, Ini Penjelasannya
Seleksi sekolah kedinasan 2026 tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT).
Sistem ini menjadi bagian penting dalam menjaga proses seleksi sekolah kedinasan agar berlangsung transparan dan mengurangi peluang praktik kecurangan. ***




