POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kemhan resmi memulai pelatihan bagi ribuan ASN untuk menjadi calon anggota Komponen Cadangan (Komcad) tahun 2026.
Sebanyak 2.019 ASN dari 49 kementerian dan lembaga negara mengikuti program ini sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional.
Langkah ini menjadi sorotan karena melibatkan ASN dalam peran strategis yang selama ini identik dengan sektor militer.
Baca Juga: WFH ASN Dievaluasi! MENPANRB Ungkap Hasilnya 'Kinerja Tetap Stabil Meski Kerja dari Rumah'
Program Komcad dinilai sebagai upaya nyata memperluas basis kesiapsiagaan nasional menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks.
2.019 ASN Jalani Pelatihan Komcad 2026
Pelatihan Komcad gelombang I tahun anggaran 2026 dimulai dengan tahapan seleksi kesehatan yang telah dilalui para peserta.
Selanjutnya, ASN mengikuti pendidikan lanjutan yang berlangsung pada 13 hingga 17 April 2026.
Materi pelatihan mencakup pembinaan mental ideologi, psikologi, serta latihan jasmani.
Kegiatan ini dilaksanakan di enam lembaga pendidikan (Lemdik) milik Kemhan dan TNI.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, para peserta akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) selama 1,5 bulan.
Baca Juga: Nasib 433 PPPK Ditentukan! Wajib Lulus Orientasi Nilai 70,01 Jika Ingin Kontrak Diperpanjang
Rencananya, pelatihan intensif ini akan dibuka pada 22 April 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma.
Target 4.000 Komcad ASN Tahun 2026
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan 4.000 Komcad ASN sepanjang tahun 2026.
Target tersebut dibagi dalam dua gelombang pelatihan sebagai bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan negara.
Dikutip dari bloombergtechnoz.com, 14 April 2026, begini kata Gabriel Lema:
“Pembentukan Komcad ASN adalah wujud nyata sinergi untuk menghadapi dinamika ancaman strategis yang semakin kompleks,” ujarnya.
Baca Juga: Rektor UI Tanggapi Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi di Grup WA Mahasiswa Kampus
Program ini tidak hanya fokus pada aspek pertahanan, tetapi juga membangun karakter ASN yang lebih tangguh dan adaptif.
ASN Tetap Jalankan Tugas Pelayanan Publik
Meski mengikuti pelatihan militer, Kemhan memastikan bahwa partisipasi ASN dalam program Komcad tidak akan mengganggu pelayanan publik di instansi masing-masing.
ASN tetap menjalankan tugas pokok dan fungsi seperti biasa. Komcad hanya menjadi peran tambahan dalam konteks kesiapsiagaan nasional.
Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertahanan negara dan kualitas layanan publik kepada masyarakat.
Dibekali Disiplin dan Mental Tangguh
Melalui program ini, ASN tidak hanya mendapatkan pelatihan fisik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.
Peserta dibekali berbagai kemampuan, mulai dari disiplin tinggi, ketahanan mental, kerja sama tim, hingga pengetahuan dasar militer.
Baca Juga: Sekda Kota Bogor Tanggapi 14 SK Anggota Satpol PP Digadaikan Pimpinan ke Bank demi Pinjam Uang
Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan aparatur negara yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik dalam tugas birokrasi maupun dalam situasi darurat nasional.
Perkuat Pertahanan Tanpa Ubah Struktur ASN
Program Komcad ASN menjadi strategi unik pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara tanpa harus mengubah struktur birokrasi yang ada.
Dengan melibatkan ASN sebagai bagian dari komponen cadangan, negara memiliki sumber daya tambahan yang siap dikerahkan jika dibutuhkan.
Di sisi lain, ASN tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan publik, sehingga tidak terjadi tumpang tindih peran.
Ke depan, program ini diharapkan mampu menciptakan ASN yang tidak hanya profesional dalam birokrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga kedaulatan negara.***




