POJOKSATU.id - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat 2026 akan berlangsung dengan konsep yang berbeda dari sekolah pada umumnya. 

Sebanyak 2.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan untuk mendampingi siswa di ratusan Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran para taruna menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi bagi siswa yang berasal dari keluarga rentan. 

Program ini merupakan salah satu inovasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang digagas oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga: Program Garitan Kalong Liud ANTAM UBPE Pongkor Raih Penghargaan IDEAS 2026 Berkat Inovasi ESG Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Selama masa pengenalan lingkungan sekolah, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan belajar baru, tetapi juga dibimbing untuk membangun kebiasaan positif yang akan menjadi bekal selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

MPLS Sekolah Rakyat Berlangsung Selama Dua Pekan

MPLS Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pada 14-31 Juli 2026. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan program matrikulasi sebagai tahap awal sebelum pembelajaran reguler berjalan sepenuhnya.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang biasanya menyelenggarakan MPLS selama sekitar satu pekan, Sekolah Rakyat menerapkan masa pengenalan selama dua pekan untuk memberikan waktu adaptasi yang lebih optimal bagi para siswa.

Program ini difokuskan pada pembentukan karakter, penguatan disiplin, serta membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan kehidupan di lingkungan sekolah berasrama.

Baca Juga: Tes Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Digelar 9-20 Juli, Kemenag Beri Pesan Penting untuk 4.000 Peserta yang Lolos TBS

Taruna Akmil dan Akpol Dampingi Siswa Selama Lima Hari

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima taruna Akmil dan lima taruna Akpol selama lima hari.

Menurutnya, pelibatan taruna bertujuan membiasakan siswa menjalani pola hidup disiplin sejak hari pertama berada di lingkungan sekolah.

"Siswanya perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Guru-gurunya juga perlu mendalami setiap potensi siswa agar pendampingannya tepat dan siswa bisa menemukan talent-nya dengan baik," kata Saifullah di Sekolah Rakyat Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Selama pendampingan, siswa akan dibiasakan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri, mulai dari merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan kamar dan kamar mandi, hingga membangun manajemen kedisiplinan personal.

Baca Juga: Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026 Resmi Dibuka, Siswa Kelas IV SD hingga X SMA Bisa Daftar, Simak Syarat dan Jadwal Seleksinya

Sekolah Rakyat Terapkan Konsep Boarding School Gratis

Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Kementerian Sosial dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama tanpa dipungut biaya.

Program ini mencakup jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/MA dengan berbagai fasilitas penunjang bagi peserta didik.

Selama mengikuti MPLS maupun kegiatan belajar mengajar, siswa akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain:

  • Asrama terpadu dan seragam lengkap.

  • Pembelajaran formal yang dipadukan dengan penguatan karakter.

  • Pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan bersama taruna TNI dan Polri.

Melalui konsep tersebut, pemerintah berharap peserta didik memperoleh pendidikan akademik sekaligus pembentukan karakter yang lebih kuat.

Baca Juga: 7 Keunggulan Hosting Nimbus dari DomaiNesia untuk Bisnis Online, Harga Mulai Rp18.000 per Bulan

Dilanjutkan Program Matrikulasi Selama Tiga Bulan

Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa setelah MPLS selesai, seluruh siswa akan mengikuti program matrikulasi.

"Nantinya kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi khusus selama tiga bulan," kata Gus Ipul.

Program matrikulasi tersebut disiapkan untuk membantu siswa menyesuaikan kemampuan akademik sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh.

Sekolah Rakyat Gulurejo Jadi Salah Satu Lokasi Pelaksanaan

MPLS akan dilaksanakan di Sekolah Rakyat Gulurejo yang berada di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Ratusan Personel Siaga di KM 57, TNI-Polri Pastikan Peluncuran B50 Presiden Prabowo Berjalan Lancar

Sekolah tersebut menjadi satu dari tiga Sekolah Rakyat di DIY yang mulai beroperasi. Dua lokasi lainnya berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, serta Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, berharap operasional Sekolah Rakyat Gulurejo turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.

Menurutnya, sejumlah posisi seperti petugas keamanan maupun petugas kebersihan dapat diisi oleh warga lokal sehingga keberadaan sekolah juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

"Pelibatan warga lokal sangat penting karena mereka lebih memahami situasi dan kondisi wilayah setempat. Hal ini sekaligus dapat memberikan dampak perputaran ekonomi bagi lingkungan sekitar sekolah sejak awal beroperasi," ujar Ambar.

Baca Juga: Bikin Merinding! Gus Fawait Pamer Fasilitas Mewah Sekolah Rakyat Jember, Ada Lapangan Standar FIFA!

Pelaksanaan MPLS yang lebih panjang dengan dukungan taruna Akmil dan Akpol menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa sejak awal mereka memasuki lingkungan pendidikan berasrama. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan. ***