POJOKSATU.id - Sebanyak 195 delegasi dari 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia mengikuti sidang paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) PTN-BH yang digelar di Universitas Airlangga (UNAIR).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026 di Airlangga Convention Center Kampus MERR-C UNAIR.

Sidang paripurna kali ini mengangkat tema Harmonisasi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan Situasi Pendidikan Tinggi Terkini.

Baca Juga: Bos NVIDIA dan Elon Musk Sarankan Ambil Jurusan Fisika, Ini 10 PTN Terbaik SNBP 2026 dengan Tujuan Bekerja di Perusahaan Teknologi

Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof Dr Nursalam, MNurs (Hons), menyebut forum ini menjadi momentum strategis bagi seluruh PTN-BH dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan nasional.

“Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab akademik senat perguruan tinggi dalam mengawal kebijakan pendidikan nasional agar selaras dengan kondisi riil, tantangan global, dan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Prof Nursalam, forum tersebut menjadi ajang evaluasi, diskusi, serta perumusan rekomendasi strategis terkait RUU Sistem Pendidikan Nasional yang masuk dalam Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2026.

Baca Juga: Fidyah Puasa Tidak Boleh untuk Kas Masjid, Ini Dalil Alquran dan Hadits

Sidang diharapkan mampu menjembatani perspektif akademik dengan kebijakan publik yang tengah dirumuskan oleh pemerintah dan DPR RI.

Ia juga berharap MSA PTN-BH dapat menghasilkan berbagai langkah strategis dan kontribusi substantif dalam menyikapi RUU Sisdiknas, sekaligus memperkuat peran Senat Akademik PTN-BH dalam menjaga mutu, relevansi, serta daya saing pendidikan tinggi nasional.

Respon Dinamika Pendidikan Nasional

Sementara itu, Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, menilai tema sidang sangat relevan di tengah dinamika kebijakan pendidikan dan tantangan global yang dihadapi perguruan tinggi Indonesia.

Forum ini, kata dia, menjadi ruang penting bagi Senat Akademik PTN-BH untuk menyampaikan pandangan yang konstruktif dan berorientasi pada mutu serta keberlanjutan pendidikan tinggi nasional.

Baca Juga: Sekolah Naungan Kementerian Pertanian, Polbangtan dan PEPI Buka Pendaftaran 2026, Kuliah Gratis dan Wajib Asrama

“Sebagai tuan rumah kami berkomitmen mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Harapannya, diskusi-diskusi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem pendidikan nasional,” tuturnya.

Prof Madyan menambahkan, UNAIR memandang kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi PTN-BH sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

Di tengah perubahan zaman dan tuntutan global, suara kolektif para akademisi menjadi cahaya penuntun bagi arah pendidikan tinggi Indonesia.

Dari ruang sidang ini, harapan akan sistem pendidikan yang lebih adil, adaptif, dan bermutu terus disemai demi masa depan generasi bangsa.***