POJOKSATU.id - Dunia kerja kini tidak hanya membutuhkan lulusan dengan prestasi akademik.

Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, memimpin, dan bekerja sama juga menjadi bekal penting.

Persoalan tersebut coba dijawab Tanoto Foundation melalui Program Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan atau TELADAN.

Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada dukungan finansial, TELADAN dirancang sebagai program pengembangan kepemimpinan dan soft skill secara terstruktur.

Pada angkatan 2026, sebanyak 176 mahasiswa dikukuhkan sebagai Tanoto Scholars baru.

Baca Juga: YOGREEN UMS Lolos KMI Expo XVII 2026, Bawa Inovasi Yoghurt dari Ekstrak Daun Pakis

Mereka terpilih melalui seleksi berlapis yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 dari total 9.283 pendaftar di seluruh Indonesia.

Para Scholars berasal dari 10 perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, IPB University, Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mulawarman.

Selama 3,5 tahun atau tujuh semester, mereka akan dikembangkan melalui sembilan karakter inti, yaitu kesadaran diri, pola pikir berorientasi target, inovasi, semangat belajar berkelanjutan, kepedulian, kemampuan memberdayakan orang lain, ketangguhan, integritas, dan jiwa kewirausahaan.

Pesan Rano Karno untuk Tanoto Scholars
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyampaikan dukungan terhadap upaya Tanoto Foundation menciptakan kesempatan yang setara melalui pendidikan.

Rano mengingatkan bahwa kesempatan yang diterima para Scholars merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab.

Baca Juga: 21 Lowongan Magang BUMN di Magenta September 2026, Cek Posisi, Syarat dan Cara Daftar

"Kesempatan yang kalian dapatkan hari ini adalah bentuk kepercayaan besar, bahwa pendidikan mampu mengubah hidup seseorang, bahkan arah suatu bangsa," ujar Rano dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9).

Ia berpesan agar para Scholars menjadikan momen pengukuhan sebagai pengingat untuk terus menjadi teladan dan membawa dampak positif bagi lingkungan.

"Esensi Program TELADAN bukan soal kenyamanan pribadi, melainkan bagaimana beasiswa ini bisa membuka jalan bagi orang lain, menjadi cahaya dan menciptakan dampak bagi banyak orang," tegasnya.

Chief Executive Officer Tanoto Foundation Benny Lee mengatakan TELADAN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.

"Program TELADAN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga kuat secara karakter," tuturnya.

Baca Juga: TKA, ANBK, dan AKM 2026 Bedanya Apa? Jangan Gagal Paham, Cek Fungsi, Peserta, Jadwalnya

Benny menilai integritas dan empati menjadi bekal penting bagi para Scholars.

Ia juga mendorong mereka menerapkan semangat pay it forward dengan meneruskan manfaat yang diterima kepada masyarakat.

3 Tahap Pengembangan dalam Program TELADAN
Program TELADAN terbagi dalam tiga fase pengembangan.

1. Lead Self
Fase pertama berlangsung pada semester dua hingga empat dengan fokus pada kesadaran diri dan kepemimpinan diri.

2. Lead Others
Fase kedua berlangsung pada semester lima hingga enam untuk mengasah kemampuan memimpin dan berkolaborasi dengan orang lain.

3. Persiapan Profesional
Fase terakhir berlangsung pada semester tujuh hingga delapan sebagai tahap pematangan sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Minta Maaf Lagi Gegara Hujatan Tak Kunjung Usai, Maudy Ayunda: Aku Perlu Lebih Berempati

Selain pembelajaran kepemimpinan, para Scholars mendapat pengalaman pengabdian masyarakat, pembangunan jejaring nasional, magang, program pengembangan diri berskala global, dan persiapan karier.

Setelah lulus, mereka juga bergabung dalam jaringan alumni lintas negara yang mendorong pembelajaran, kolaborasi, dan penciptaan dampak positif.

Dampak Alumni TELADAN di Dunia Kerja
Dampak program tersebut tercermin dalam TELADAN Programme Evaluation Report: Enhancing Leadership Capacity and Graduate Competitiveness in Indonesia yang dipublikasikan pada 2025.

Laporan tersebut menunjukkan alumni TELADAN memiliki peluang 27 persen lebih tinggi mendapatkan pekerjaan dibandingkan mahasiswa yang tidak mengikuti program.

Mereka juga memiliki kemungkinan 36 persen lebih besar memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok pembanding.

Evaluasi tersebut menemukan bahwa Program TELADAN menggandakan peluang mobilitas sosial ke atas bagi alumninya. Sejumlah alumni bahkan tercatat mampu menyamai atau melampaui pendapatan orang tua hanya dalam satu tahun pertama bekerja.

Pemberi kerja juga menilai alumni TELADAN memiliki kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan komunikasi yang kuat.

Baca Juga: 4 Tingkatan Status Gunung Api di Indonesia, dari Normal hingga Awas dan Langkah Mitigasinya

Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan karakter dan soft skill menjadi bagian penting dalam kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Bagi 176 Tanoto Scholars angkatan 2026, perjalanan tersebut baru dimulai.

Mereka tidak hanya ditantang mempertahankan prestasi akademik, tetapi juga memanfaatkan pengetahuan, karakter, dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan manfaat lebih luas. ***