POJOKSATU.id - Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Saat ini, 166 sekolah rakyat yang sudah beroperasi di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan beberapa titik lokasi lainnya. 

Dalam sidang kabinet, Prabowo sampaikan apresiasi atas 166 sekolah yang sudah beroperasi sejak 14 Juli 2025. 

Baca Juga: 11 Makam Milik Pemprov DKI Bakal Menerapkan Sistem Tumpang, Berikut Nama-nama TPU nya

“Dari 500 yang kita perjuangkan sudah berdiri 166 sekolah rakyat sudah beroperasi, ini luar biasa dan saya ucapkan terima kasih,” ucap Prabowo dikutip Pojoksatu pada Senin, 20 Oktober 2025. 

Awalnya, Prabowo menargetkan 100 sekolah rakyat baru bisa beroperasi di pertengahan 2026. Namun, realitanya para menteri terkait berhasil mewujudkannya di tahun 2025.

“Saya harap 100 itu di pertengahan 2026, ternyata saudara-saudara justru berhasil di 2025,” ucap Prabowo. 

Baca Juga: Terjerat Kasus Utang Rp214 Juta, Wakil Walkot Blitar Elim Tyu Samba Miliki Harta Rp29 Miliar

Pembangunan sekolah ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi anak dari keluarga ekonomi kelas bawah kuartil 1 dan kuartil 2. 

Siswa diwajibkan tinggal asrama agar dapat membangun kepercayaan diri dan bisa keluar dari lingkungan kemiskinan.

“Kenapa anak yang paling bawah ini kita taruh di asrama, supaya keluar dari lingkungan kemiskinan dan dia punya kepercayaan diri,” tambahnya. 

Baca Juga: PLN Sambung Listrik Gratis ke Rumah Warga Suralaya, Wujudkan Pemerataan Energi di Momen Hari Listrik Nasional ke-80

Prabowo menambahkan keluarga siswa juga dapat berkunjung ke asrama dan anak-anak bisa pulang saat akhir pekan. 

“Tidak masalah orang tuanya datang dan dia juga pulang tiap akhir pekan.”  

Melalui program ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pendidikan dan mencapai potensi sesuai yang diharapkan.***