POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan 11 perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka peluang kerja sama dengan sejumlah kampus di Arab Saudi.

Kerja sama tersebut diarahkan pada sejumlah bidang strategis, mulai dari riset bersama, pertukaran mahasiswa, hingga penguatan pendidikan digital.

Rencana itu dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amoudi di Kantor Kemdiktisaintek, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga: KAI Tutup Perlintasan Ilegal di Cirebon, Lebarnya Kurang dari 2 Meter

Dorong Kerja Sama yang Berdampak
Brian menilai hubungan pendidikan tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi perlu dikembangkan melalui program yang menghasilkan kegiatan akademik secara nyata.

Menurutnya, kerja sama tidak cukup hanya dilakukan dalam bentuk pertemuan atau seremoni.

Kolaborasi harus dapat memberikan manfaat langsung bagi perguruan tinggi, dosen, peneliti, hingga mahasiswa.

Salah satu program yang didorong adalah riset bersama antara akademisi kedua negara.

Baca Juga: Sapu Bersih Reklame Bodong, Pemkab Jember Terjunkan Tim Gabungan Tertibkan Baliho di Sumbersari

Melalui skema tersebut, profesor dan peneliti dari Indonesia akan bekerja sama dengan akademisi Arab Saudi untuk mengembangkan penelitian yang telah disepakati bersama.

“Saya akan mengusulkan beberapa program, seperti program riset bersama, sehingga profesor dari Arab Saudi dan profesor dari Indonesia melakukan riset bersama,” ujar Brian, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pembiayaan dapat dilakukan oleh masing-masing pihak untuk profesor atau peneliti dari negaranya.

Namun, pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara kolaboratif.

Menurut Brian, skema tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kerja sama akademik yang memberikan hasil konkret bagi kedua negara.

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Arab Saudi
Selain riset, Indonesia dan Arab Saudi juga membahas peluang memperluas mobilitas mahasiswa.

Beberapa skema yang dipertimbangkan antara lain visiting student dan exchange student.

Baca Juga: Toko Miras Ilegal di Patrang Disegel Pemkab Jember, Perda Pengendalian Alkohol Bakal Direvisi

Melalui program tersebut, mahasiswa Arab Saudi dapat mengikuti kegiatan akademik di perguruan tinggi Indonesia.

Kesempatan tersebut terutama terbuka pada program studi yang menyediakan pembelajaran dalam bahasa Inggris.

Sebaliknya, mahasiswa Indonesia juga berpeluang mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi Arab Saudi dengan pilihan bidang studi yang lebih beragam.

Program mobilitas tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring mahasiswa Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga: Kejagung Tahan Dua Tersangka Kasus Pricing Toba Pulp Lestari, ASN Direktorat Pajak

Arab Saudi Tawarkan Pengalaman Pendidikan Digital
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amoudi menyampaikan bahwa negaranya terbuka untuk memperkuat hubungan pendidikan dengan Indonesia.

Menurut Faisal, kerja sama dapat diperluas ke berbagai sektor, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.

“Kami ingin memperkuat dan meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pendidikan, terutama pendidikan digital,” kata Faisal.

Ia juga berharap pengalaman yang dimiliki Arab Saudi dalam mengembangkan pendidikan digital dapat menjadi referensi yang bisa diterapkan di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Indonesia yang Terlupakan, Ahli Keuangan yang Teguh Menolak Nepotisme Penulis: Reizka Kemala Nazar

Pengembangan pendidikan digital menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kemitraan antarlembaga pendidikan kedua negara.

11 Kampus Disiapkan untuk Kolaborasi
Kemdiktisaintek mendorong agar penjajakan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi tidak berhenti pada pembicaraan awal.

Kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika.

Keterlibatan 11 perguruan tinggi Indonesia juga diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Arab Saudi.

Baca Juga: Syafruddin Prawiranegara, Gubernur Bank Indonesia yang Hidup Sederhana, Istrinya Jualan Sukun Goreng demi Keluarga

Dengan demikian, hubungan akademik kedua negara tidak hanya memperkuat jejaring internasional, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan akademik global.

Siapa Saja 11 Kampus yang Disiapkan?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut telah menyiapkan 11 perguruan tinggi Indonesia untuk membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi.

Namun, dalam keterangan resmi Kemdiktisaintek mengenai pertemuan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amoudi pada Selasa, 11 Agustus 2026, nama ke-11 perguruan tinggi tersebut belum dicantumkan secara rinci.

Baca Juga: Jurnalis Senior asal Karawang Oland Sibarani Kembali Pimpin Dewan Kehormatan PWI Jabar

Meski demikian, sejumlah perguruan tinggi Indonesia diketahui telah memiliki hubungan akademik dengan institusi pendidikan Arab Saudi, diantaranya:

Universitas Brawijaya
Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu perguruan tinggi Indonesia yang telah memiliki pengalaman kerja sama dengan kampus-kampus Arab Saudi.

UB tercatat telah menjalin kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Arab Saudi, yakni King Abdulaziz University (KAU), Majmaah University, Qassim University, dan Umm Al-Qura University.

Rekam kerja sama tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia-Arab Saudi sebenarnya telah berjalan sebelum rencana penguatan kerja sama yang dibahas Kemdiktisaintek pada Agustus 2026.

Baca Juga: Panduan Mudah Cek NISN Siswa Secara Mandiri Melalui Situs Resmi Kemendikdasmen

Institut Teknologi Bandung
Institut Teknologi Bandung (ITB) juga memiliki rekam komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi dalam bidang pendidikan tinggi dan riset.

Pada Mei 2025, Rektor ITB menghadiri diskusi diplomatik yang turut dihadiri Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Dubes Arab Saudi Faisal Abdullah Hassen Amodi.

Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama pendidikan tinggi dan riset antara Indonesia dan Arab Saudi.

Hal ini membuat ITB menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dalam penjajakan hubungan akademik dengan pihak Arab Saudi, meskipun belum ada keterangan resmi yang menyatakan ITB termasuk dalam 11 kampus yang dimaksud dalam pengumuman 11 Agustus 2026.

Baca Juga: Syarat Pengajuan PIP dan Beasiswa Lancar, Pengecekan NISN Anak Wajib Valid

Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta juga memiliki langkah internasionalisasi melalui hubungan dengan ekosistem pendidikan Indonesia di Arab Saudi.

Pada November 2025, UNISA Yogyakarta menjadi tuan rumah penandatanganan nota kesepahaman dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA).

Kerja sama tersebut diarahkan antara lain pada pengembangan kapasitas dosen, riset kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak secara global.

Kemdiktisaintek telah mengonfirmasi jumlahnya, tetapi belum mempublikasikan daftar nama secara terbuka dalam keterangan resmi mengenai pertemuan 11 Agustus 2026. ***