POJOKSATU.id - Masuk Universitas Indonesia (UI) memang bukan perkara mudah. Selain punya reputasi akademik yang kuat, beberapa jurusannya juga dikenal super ketat dengan peluang lolos yang sangat kecil.
Menariknya, jurusan-jurusan ini bukan cuma favorit karena “nama besar”, tapi juga karena punya prospek kerja yang jelas dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Jadi wajar saja kalau peminatnya membludak tiap tahun.
Lalu, sebenarnya seperti apa sih gambaran kuliah, kampus lain yang menyediakan jurusan serupa, hingga peluang kariernya? Yuk, kita bahas satu per satu.
Baca Juga: 10 Jurusan Paling Ketat di UI Jalur SNBT 2026, Ada yang Peluangnya di Bawah 1 Persen!
Jurusan dengan Persaingan Super Ketat
1. Hubungan Masyarakat (D3)
Jurusan ini jadi yang paling ketat di UI dengan keketatan hanya 0,61%.
Materi kuliah:
- Public speaking
- Media relations
- Manajemen krisis
- Penulisan konten
Kampus lain:
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Brawijaya
- Politeknik Negeri Jakarta
Baca Juga: Tenang! Bupati Jember Pastikan PPPK Selamat dari PHK, Kontrak Dipastikan Aman Hingga 2027
Biaya kuliah (kisaran): Rp5–10 juta/semester (tergantung UKT)
Prospek kerja: PR officer, corporate communication, social media strategist
2. Akuntansi (D3)
Bidang keuangan memang stabil dan selalu dibutuhkan.
Materi kuliah:
- Akuntansi dasar & lanjutan
- Audit
- Perpajakan
- Sistem informasi akuntansi
Baca Juga: Dugaan Bancakan APBD Rp55 Miliar, DPRD Cirebon Didemo Massa
Kampus lain:
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Diponegoro
- Politeknik Keuangan Negara STAN
Prospek kerja: Akuntan, auditor, staf keuangan
3. Administrasi Rumah Sakit (D3)
Jurusan ini unik karena menggabungkan manajemen dan dunia kesehatan.
Materi kuliah:
- Manajemen rumah sakit
- Rekam medis
- Sistem layanan kesehatan
Baca Juga: Nasib Guru Inpassing Menggantung! PPPK 2026 Belum Dibuka, Ini Tuntutan Keras PGIN
Kampus lain:
- Universitas Airlangga
- Universitas Hasanuddin
Prospek kerja: Manajemen RS, staf administrasi kesehatan
4. Administrasi Perpajakan (D3)
Selalu relevan karena berkaitan langsung dengan sistem negara.
Materi kuliah:
- Pajak penghasilan
- Pajak perusahaan
- Hukum pajak
Prospek kerja: Konsultan pajak, staf pajak perusahaan
Baca Juga: Beasiswa LPDP–IE University 2026 Dibuka, Ini Syarat Lengkap, Jadwal, dan Skema Full Funded
5. Periklanan Kreatif (D3)
Cocok untuk kamu yang suka ide-ide kreatif dan branding.
Materi kuliah:
- Copywriting
- Branding
- Strategi kampanye
Kampus lain:
- Institut Kesenian Jakarta
- Universitas Multimedia Nusantara
Prospek kerja: Creative agency, content creator, brand strategist
6. Penyiaran Multimedia (D3)
Dunia media digital bikin jurusan ini makin diminati.
Materi kuliah:
- Produksi video
- Editing
- Broadcasting
Prospek kerja: Content creator, editor, broadcaster
7. Administrasi Keuangan & Perbankan (D3)
Materi kuliah:
- Perbankan
- Manajemen keuangan
- Investasi
Prospek kerja: Banking staff, analis keuangan
Program Vokasi hingga Sarjana Ikut Ketat
8. Bisnis Kreatif (D4)
Jurusan ini lagi naik daun di era digital.
Materi kuliah:
- Kewirausahaan
- Digital marketing
- Manajemen bisnis kreatif
Kampus lain:
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Negeri Jakarta
Prospek kerja: Entrepreneur, startup founder, digital marketer
Baca Juga: IPB Kupas Strategi Lolos SNBT 2026, Kuota 30 Persen Jadi Peluang Besar Calon Mahasiswa
9. Administrasi Perkantoran (D3)
Materi kuliah:
- Manajemen arsip
- Kesekretariatan
- Komunikasi bisnis
Prospek kerja: Admin profesional, executive assistant
10. Ilmu Hubungan Internasional (S1)
Satu-satunya program sarjana di daftar ini, tapi tetap ketat.
Materi kuliah:
- Diplomasi
- Politik global
- Ekonomi internasional
Kampus lain:
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Airlangga
Prospek kerja: Diplomat, analis politik, NGO internasional
Gambaran Umum Biaya Kuliah di UI
Untuk program vokasi dan sarjana di UI, sistem biaya menggunakan UKT (Uang Kuliah Tunggal):
- Golongan rendah: sekitar Rp500 ribu – Rp2 juta
- Menengah: Rp3–7 juta
- Tertinggi: bisa mencapai Rp10–15 juta per semester
Biaya ini menyesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswa, jadi relatif fleksibel.
Melihat daftar ini, satu hal yang terasa jelas, jurusan favorit bukan sekadar soal tren, tapi tentang relevansi dengan dunia kerja yang terus bergerak cepat. ***




