POJOKSATU.id - Persaingan mendapatkan pekerjaan diprediksi semakin berat akhir-akhir ini.
Ketidakpastian ekonomi global, bertambahnya jumlah pencari kerja baru, hingga pesatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI membuat para lulusan perguruan tinggi harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pekerjaan impian mereka.
Di tengah situasi tersebut, pilihan jurusan kuliah masih menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu memperbesar peluang memasuki dunia kerja.
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati Mendadak di Tanggul Johar Karawang, Warga Curiga Sungai Tercemar
Tak heran jika banyak calon mahasiswa mulai mempertimbangkan jurusan yang memiliki prospek cerah dan sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Gambaran tersebut terlihat dalam Survei Gaji Musim Dingin 2026 yang dirilis National Association of Colleges and Employers (NACE).
Survei itu menghimpun tanggapan dari 150 organisasi anggota selama periode 8 Oktober hingga 30 November 2025.
Hasil survei menunjukkan perusahaan masih aktif mencari lulusan dari sejumlah bidang studi yang dinilai memiliki keterampilan paling relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Baca Juga: Cara Cek Utang dan Riwayat Kredit Online Lewat SLIK OJK, Tak Lagi Pakai BI Checking
Berdasarkan persentase perusahaan yang berencana merekrut lulusan baru pada 2026, berikut 10 jurusan kuliah yang diprediksi paling mudah mendapatkan pekerjaan:
Keuangan menjadi salah satu jurusan yang paling diminati perusahaan dengan tingkat kebutuhan mencapai 61,3 persen.
Posisi serupa juga ditempati Teknik Mesin yang mencatat angka permintaan sebesar 61,3 persen.
Di urutan berikutnya terdapat Ilmu Komputer dengan tingkat kebutuhan 60 persen.
Baca Juga: Hampir Rampung 75 Persen, Kemensos Targetkan Sekolah Rakyat Permanen Kupang Selesai !
Menariknya, jurusan ini tetap menjadi favorit perusahaan meski teknologi AI berkembang sangat cepat dan mulai mengubah banyak jenis pekerjaan.
Akuntansi dan Administrasi atau Manajemen Bisnis menyusul dengan tingkat kebutuhan masing-masing sebesar 58,7 persen.
Sementara itu, Teknik Elektro mencatat kebutuhan perekrutan sebesar 51,3 persen. Disusul Ilmu dan Sistem Informasi sebesar 48 persen.
Jurusan Logistik atau Rantai Pasokan juga masih memiliki prospek menjanjikan dengan tingkat kebutuhan mencapai 44,7 persen.
Baca Juga: Perawat Gigi King Dental Ditusuk Pasien, Pelaku Siapkan Pisau dari Rumah, Motif Didalami Polisi
Kemudian Pemasaran berada di angka 44 persen, sedangkan Sumber Daya Manusia atau SDM menempati posisi kesepuluh dengan persentase 40 persen.
Meski sejumlah jurusan masih menjadi incaran perusahaan, tantangan yang dihadapi lulusan baru ternyata tidak ringan.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menambah 181 ribu pekerjaan sepanjang 2025.
Angka tersebut turun drastis dibandingkan penambahan 1,46 juta pekerjaan pada 2024.
Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji ke-13 Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Sudah Ditransfer Penuh ke Rekening?
Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan lebih berhati-hati dalam melakukan perekrutan, terutama untuk posisi entry level yang biasanya menjadi pintu masuk para fresh graduate.
Laporan Ketenagakerjaan Lulusan 2025 dari perusahaan teknologi pendidikan Cengage Group bahkan menyebut pasar kerja bagi lulusan baru saat ini menjadi yang paling menantang dalam lima tahun terakhir.
Dalam laporan tersebut terungkap bahwa hanya sekitar 30 persen lulusan yang berhasil memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya.
Baca Juga: Soroti Data PKH yang Tidak Sesuai Kriteria, Mensos Dorong Pemutakhiran Data DTSEN dari Tingkat Desa
Selain itu, lebih dari 75 persen perusahaan mengaku merekrut jumlah karyawan entry level yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun di balik tantangan tersebut, masih ada kabar baik bagi para calon lulusan perguruan tinggi.
Survei NACE memperkirakan gaji pokok tahunan lulusan baru pada 2026 akan meningkat di hampir seluruh bidang studi.
Hanya jurusan ilmu sosial yang diprediksi mengalami penurunan gaji awal dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Langkah Strategis Pemutakhiran DTSEN: Dari Musyawarah Desa hingga Aplikasi Cek Bansos!
Sementara mayoritas jurusan lain justru berpotensi menikmati kenaikan pendapatan.
Dunia kerja memang sedang berubah sangat cepat. Namun satu hal yang tetap penting adalah kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan industri.
Memilih jurusan yang tepat bisa menjadi langkah awal yang baik, tetapi ketekunan dan kemauan untuk terus berkembang akan tetap menjadi kunci utama menghadapi masa depan yang penuh tantangan sekaligus peluang.***




