POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyalurkan Bantuan Siswa Kurang Mampu (BSKM) kepada 10.030 pelajar SMA/SMK negeri dan swasta se-Kalsel.
Program ini menyerap anggaran lebih dari Rp11 miliar dan menjadi langkah nyata Pemprov Kalsel menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banua.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menegaskan pendidikan menjadi prioritas utama sesuai misi Gubernur Kalsel. Dari 10 janji kampanye, ia menempatkan pendidikan di posisi yang pertama.
“Angka putus sekolah masih cukup tinggi, salah satunya karena faktor ekonomi. Sebagian anak terpaksa bekerja membantu orang tua. Karena itu, bantuan ini hadir agar mereka tetap bisa bersekolah,” ujarnya, pada Rabu (1/10).
Baca Juga: Santri Mandarin
Program BSKM difokuskan pada kebutuhan dasar siswa, seperti seragam dan peralatan sekolah.
Total penerima manfaat tersebar di 306 sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta.
“Harapan kami, bantuan ini meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan,” jelas Galuh.
Disdikbud Kalsel juga memastikan distribusi bantuan melalui proses verifikasi berjenjang agar tepat sasaran.
Selain itu, siswa penerima manfaat diharapkan berkomitmen tidak berhenti sekolah.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak sekolah, masyarakat, hingga lembaga swasta mendukung program ini agar berdampak nyata,” tambahnya.
Dengan adanya program BSKM ini, menjadi bukti bahwa komitmen Pemprov Kalsel dalam pemerataan akses pendidikan, sekaligus langkah strategis membangun generasi cerdas dan berdaya saing.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/
versid iOS: https://apps.apple.com/app/
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/



