POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2, tahun 2024.
Hasilnya, sebanyak 1.854 tenaga honorer di lingkungan Pemkot Probolinggo tidak lolos dalam seleksi PPPK tahap 2 tahun 2024.
Tentunya, gagal menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK menjadi pukulan bagi mereka yang sudah lama mengabdi di instansi pemerintahan.
Dalam keterangannya, Wali Kota Probolinggo, H. Aminuddin mengatakan jika pihaknya tetap akan memperhatikan honorer yang tidak lolos PPPK tahap 2 tahun 2024.
Pemerintah sedang menyiapkan solusi agar mereka tetap bisa bekerja secara legal.
“Kami sedang menyusun skema pegawai paruh waktu bagi tenaga honorer yang belum berhasil lolos,” ungkap Aminuddin, dikutip Jumat (4/7/2025).
Dijelaskan Aminuddin, bahwa sebagian peserta tetap bisa berkontribusi melalui sistem kerja yang fleksibel.
Dari total peserta seleksi, hanya sebagian kecil yang berhasil lolos PPPK tahap 2, tahun 2024.
Sementara mayoritas harus menerima kenyataan bahwa mereka belum memenuhi ambang batas kelulusan.
Pemerintah Kota tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini. Aminuddin menekankan bahwa nasib para honorer tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Badan Kepegawaian Negara sudah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola hal ini,” tambahnya.
Namun, pelaksanaan program tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Menurut Aminuddin, status pegawai paruh waktu ini akan segera dibahas dalam peraturan wali kota. Dengan demikian, para honorer tetap memiliki kepastian hukum dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Profil Abraham Taufiq, Dokter di Belu Tewas Usai Ditabrak Mobil Milik Anggota DPRD NTT
Kebijakan ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap pengabdian tenaga honorer yang telah bertahun-tahun melayani masyarakat.
Pemerintah juga ingin memastikan tidak ada tenaga yang merasa disia-siakan.
“Yang lolos langsung kami proses sebagai PPPK, yang belum akan difasilitasi dalam skema paruh waktu,” tegas wali kota.
Terakhir, Aminuddin berharap program ini bisa menjadi jembatan sebelum dibuka seleksi lanjutan di masa depan.
Baca Juga: Sosok Obed Naitboho, Anggota DPRD NTT Terlibat dalam Kematian Dokter Abraham Taufiq
Dengan adanya program ini, tenaga honorer di Kota Probolinggo tetap memiliki harapan untuk terus bekerja dan memberikan kontribusi bagi pelayanan publik.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Pemerintah pun menjanjikan proses transparan dan adil dalam penempatan ulang para honorer tersebut. ***




