POJOKSATU.id — Sebanyak 1.600 guru ngaji dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), dan pondok pesantren di Kota Semarang, Jawa Tengah, menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang disalurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui program dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di aula Kantor Kemenag Kota Semarang, Kamis (17/7/2025).

Para penerima sebelumnya mendapat undangan melalui Badan Koordinasi (Badko) di masing-masing kecamatan.

Mereka hadir dengan membawa KTP asli dan fotokopi untuk proses verifikasi sebelum menerima bantuan senilai Rp600 ribu.

Salah satu penerima, Siti Saroh—pengasuh TPQ Al-Ikhlas Tambakrejo—mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.

Ia menuturkan bahwa dana itu menjadi nafas baru untuk mempertahankan kegiatan belajar mengajar di tengah berbagai keterbatasan.

"Alhamdulillah, ini sangat membantu. Bisa kami gunakan untuk membeli kitab, buku, dan perlengkapan belajar anak-anak yang sering kekurangan," ungkapnya.

Ia berharap perhatian serupa dapat terus berlanjut agar aktivitas TPQ tetap berjalan dan anak-anak tidak terhenti di tengah jalan.

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Cair! Dapat Tambahan Rp600 Ribu dan Dana Pendidikan Sekaligus

Guru Sunyi, Dedikasi Tak Terganti

Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhtasit, dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan bahwa BSU ini menyasar para pendidik keagamaan nonformal yang selama ini mengajar dengan dedikasi tinggi meski tanpa gaji tetap dan minim perhatian publik.

"Mereka mengajar di balik layar, tapi semangat mereka luar biasa," ujarnya.

Bantuan diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan dan disalurkan langsung oleh Kemenag Kota Semarang. Para penerima akan dipanggil secara bertahap untuk pencairan bantuan.

Menurut Muhtasit, program ini juga merupakan bagian dari perlindungan sosial bagi tenaga pendidik nonformal.

Kemenag juga mulai mengadopsi sistem Education Management Information System (EMIS) yang memuat data jumlah murid, guru, serta kemampuan santri dalam membaca Al-Quran.

Baca Juga: Gus Yasin Datangi Guru Madin Demak yang Viral karena Tampar Murid dan Diminta UANG DAMAI, Begini Pesan Pak Wagub

Sistem ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas lembaga pendidikan keagamaan.

BSU sebagai Api Semangat

Meski BSU ini baru menjangkau sekitar separuh dari total guru TPQ, Madin, dan pesantren di Semarang, namun tak mengurangi semangat para guru untuk terus mendidik.

Di ruang-ruang sempit, di serambi masjid, dan di sudut-sudut kampung, mereka terus mengajarkan huruf hijaiyah dengan ketekunan luar biasa.

Di aula Kemenag, semangat pengabdian yang selama ini berjalan dalam kesunyian itu akhirnya mendapat pengakuan.

BSU mungkin tak besar nilainya, namun menjadi simbol penghargaan atas perjuangan mereka.

Baca Juga: LAGA DERBY MELAYU, Garuda Muda Kini Diunggulkan, Rekor Pertemuan Terlupakan

Bantuan ini menjadi penyulut semangat bagi para guru ngaji untuk terus mendidik generasi penerus bangsa.

Berikan tanggapan di kolom komentar ya.
Ikuti informasi lainnya melalui apps kami:
• Versi Android
• Versi iOS
• Channel WhatsApp
• Fanpage Edugov
• Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra