POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi di Tanah Air.
Melalui laporan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKLK), Tatang Muttaqin.
Sebanyak 1.257 SMK telah menerima program bimbingan teknis (bimtek) revitalisasi, melampaui target awal yang ditetapkan.
Baca Juga: Mendikdasmen Dorong Kualitas Guru dan Soft Skill untuk Hasilkan Lulusan SMK Siap Kerja
Program revitalisasi ini bukan hanya fokus pada satu aspek, melainkan mencakup berbagai upaya, seperti:
1. Penguatan kurikulum yang berbasis industri
2. Peningkatan kompetensi guru
3. Penyediaan sarana dan prasarana
4. Perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri
Baca Juga: Gaji dan Fasilitas PPPK Paruh Waktu, Kepastian Status dan Tunjangan bagi Honorer !
Menurut Tatang, seluruh langkah ini diambil untuk memastikan bahwa lulusan SMK semakin kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Program ini juga bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan tiga jalur utama (BMW), yaitu Bekerja, Melanjutkan studi, atau Wirausaha.
Revitalisasi SMK diharapkan tidak hanya menjadi program peningkatan fisik sekolah.
Tetapi juga menjadi gerakan kolektif untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mandiri, serta mampu bersaing secara global.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




