POJOKSATU.ID – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan resmi membuka rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) PAN yang digelar serentak secara nasional, Minggu (21/12/2025).
Musda ini menjadi momentum konsolidasi partai dalam memperkuat soliditas organisasi serta menyiapkan strategi pemenangan menghadapi agenda politik mendatang.
Di Kota Cirebon, Musda ke-6 PAN dilaksanakan di Kantor DPD PAN Kota Cirebon, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi. Agenda utama Musda ini adalah pembentukan tim formatur yang akan menyusun kepengurusan DPD PAN Kota Cirebon periode 2025–2030.
Ketua Musda VI PAN Kota Cirebon, Abdullah Sahar, mengatakan penetapan tim formatur merupakan langkah strategis sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN serta Peraturan Partai Nomor 3 Tahun 2020.
“Tim formatur diberi amanah untuk menyusun kepengurusan DPD PAN Kota Cirebon dengan mengedepankan nilai amanah, tanggung jawab, dan semangat kolektif demi penguatan organisasi partai,” kata Abdullah.
Baca Juga: Seluruh Dana Kotak Amal Salat Jumat di Perlis Malaysia Disalurkan untuk Korban Banjir Aceh
Dalam Musda tersebut, PAN Kota Cirebon menetapkan empat nama sebagai tim formatur, yakni Dani Mardani sebagai perwakilan DPW PAN Jawa Barat, serta Aldian Fauzan Ramadlan Sumarna, Anton Octavianto, dan M. Fahrozi. Keputusan itu ditetapkan pada Minggu (21/12/2025) pukul 11.40 WIB dan ditandatangani pimpinan sidang Musda.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam sambutannya secara virtual menegaskan pentingnya kekompakan dan kedewasaan kader di tengah dinamika politik nasional. Ia menyinggung adanya serangan opini di ruang publik dan media sosial yang dinilai berupaya melemahkan kekuatan politik yang konsisten berpihak pada rakyat.
“Kita kuat karena keberpihakan kita jelas. Namun ada upaya sistematis untuk melemahkan, bahkan Presiden pun mulai menjadi sasaran. Ini harus disikapi dengan kepala dingin dan kerja nyata,” tegas Zulkifli Hasan.
Ia menegaskan koalisi PAN bersama Presiden Prabowo Subianto merupakan koalisi ideologis yang dibangun atas kesamaan visi dan keberpihakan kepada rakyat, khususnya ekonomi kerakyatan dan masyarakat kecil.
Selain itu, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa medan politik saat ini telah bergeser ke ruang digital. Seluruh kader diminta disiplin dan terorganisir dalam membangun narasi positif di media sosial.
Baca Juga: CPNS 2026 Jadi Harapan Baru di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja Nasional, Simak Penjelasannya
“Persaingan hari ini ada di media sosial. Kalau tidak siap, kita bisa kalah. Semua kader harus hati-hati dan terukur,” ujarnya.
Zulkifli Hasan juga menekankan agar Musda dijalankan dengan semangat musyawarah mufakat, tanpa ego pribadi. Perebutan jabatan Ketua DPD, menurutnya, tidak boleh memecah belah kader.
“Musda ini musyawarah, bukan ajang saling menjatuhkan. Ketua DPD itu tugas tambahan untuk memenangkan partai,” tegasnya.
Dalam konteks pemenangan, Zulkifli Hasan meminta setiap kader dan wakil PAN di legislatif memiliki jaringan relawan minimal satu orang di setiap TPS guna memperkuat kerja elektoral di akar rumput.
Sementara itu, para formatur PAN Kota Cirebon menyatakan komitmen untuk solid dan fatsun terhadap keputusan partai. Aldian Fauzan menegaskan Musda bukan ajang konflik, melainkan momentum membesarkan PAN.
Baca Juga: Muhammadiyah Siap Buka Bab Baru, Kripto dan Blockchain Mulai Dikaji Mendalam
“Siapapun yang diputuskan menjadi ketua, itu keputusan partai dan wajib kita jalankan,” ujarnya.
Anton Octavianto optimistis kepengurusan baru nantinya mampu membawa PAN Kota Cirebon lebih kompetitif dengan target peningkatan perolehan kursi legislatif. Hal senada disampaikan M. Fahrozi yang menyebut Musda sebagai momentum kebangkitan PAN Kota Cirebon menuju Pemilu mendatang.
Pelaksanaan Musda PAN di berbagai daerah dipandu secara terpusat dari Jakarta melalui sambungan virtual oleh DPP PAN sebagai bagian dari konsolidasi nasional yang terkoordinasi dan berkelanjutan.***




