POJOKSATU.ID - Cerita lebaran tidak selamanya mulus seperti kisah jalan di Ibu Kota. Ini juga terjadi di desa terpencil di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Dimana sepekan sebelum Idul Fitri 1446 H, warga harus mengumpulkan sejumlah uang agar dapat menyambut keluarganya yang merantau dengan jalan yang tidak berlubang.
"Saya mohon maaf kepada para keluarga terutama pemudik yang balik ke Pandansari. Terutama karena jalanya rusak, kemarin swadaya patungan warga untuk menambal jalan supaya minimal tidak mengakibatkan kecelakaan bagi masyarakat terutama pemudik," ungkap Kepala Desa Pandansari, Ridi saat memberikan sambutan sebelum Solat Idul Fitri di Masjid Baiturahman (1/3/2015).
Dirinya mengungkap bahwa jalan desa ini merupakan jalan Kabupaten, sehingga menjadi kewenangan Bupati untuk melakukan perbaikan. Namun karena kondisi rusak parah dan berlubang harus mengumpulkan dana dari warga untuk penambalan dengan semen dan pasir (Pengecoran).
"Kita sudah merepotkan warga urunan, dan penambalan sementara ini mudah - mudahan bisa ya, minimal terlihat agak rapi," tambah Ridi sambil berharap perhatian dari Bupati Purbalingga.
Sementara Salah seorang Warga Pandansari, Wono (41) mengatakan sudah rela patungan sejumlah uang agar jalanan di Desanya tidak terlihat rusak parah dan berlubang, terlebih jika musim penghujan banyak genangan air.
"Patungan warga ada yang Rp 50.000 ada yang semampunya. Namanya kita hanya rata-rata petani. Apalagi sekarang hasil tani kita masih belum maksimal," katanya.
Dirinya bersama warga lain berharap dengan adanya Bupati yang baru dapat memikirkan perbaikan jalan Desanya yang merupakan jalan utama untuk aktifitas warga.
"Ini jalan utama kami, saya tidak tau apa Pak Kades sudah mengusulkan pada Pak Bupati apa belum tapi saya berharap agar ada perhatian. Apalagi sekarang Bupatinya baru masih muda dan masa ngga malu wilayahnya jalannya rusak," cetusnya.
Desa yang masuk kawasan Timur Kabupaten Purbalingga ini menurut data yang ada dihuni oleh warga sebanyak 4.275 orang dengan jumlah laki - laki 2.106 dan Perempuan 2.169.
Desa ini pada tahun 2022 lalu juga pernah di sematkan sebagai Desa Ramah Perempuan karena 30 persen warga dengan jenis kelamin perempuanya menjadi wirausaha aktif.Mayoritas warganya merupakan Buruh/Petani dengan jumlah ASN hanya 7 orang.




