POJOKSATU.id - Sebanyak 80 ekor kambing milik peternak di Ponorogo, Jawa Timur mati mendadak membuat warga geger.

Menurut pengakuan salah satu peternak, sebelum kambing ternak miliknya mati, tidak ada tanda-tanda atau gejala apa pun yang terlihat.

Kambing-kambing tersebut hanya kejang-kejang dan langsung mati.

Akibat kasus kematian mendadak ini, sejumlah peternak memilih menjual murah kambing yang tersisa.

"Saya jual murah, takutnya nanti mati lagi. Tiga ekor saya jual lima juta," kata Pandi, salah satu peternak yang kambingnya mati mendadak dilansir dari Liputan6.

Menurut kesaksian Pandi, kambing-kambingnya yang mati sempat mengembik keras.

Namun saat dilihat, kambing-kambing tersebut sudah dalam kondisi terkapar.

Baca Juga: Stasiun Karet Ditutup, KAI Optimalkan Layanan Perkeretaapian dan Kereta Bandara

"Sudah posisi tidur, kejang-kejang langsung mati," katanya.

Hal yang sama juga diutarakan peternak bernama Asih.

Awalnya Asih juga dikagetkan dengan kambing-kambingnya yang tiba-tiba mengembik keras.

Namun saat Asih tiba di kandang, kambing-kambing tersebut ternyata sudah mati.

Sebelum kejadian tersebut, kambing-kambing milik para peternak tidak menunjukkan kejanggalan dan tetap makan seperti biasa.

Kasus kematian mendadak puluhan kambing di Ponorogo ini telah mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat.

Menurut keterangan dinas terkait, kematian mendadak puluhan ekor kambing milik peternak tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem.

Hal ini lantaran cuaca ekstrem berdampak pada penurunan kualitas pakan ternak.

"Cuaca ekstrem yang terjadi dan pengaruhnya itu dari pakannya. Curah hujan tinggi, kadar air pada rumput pakan itu tinggi, dimakan kambing, akhirnya terjadi blud dan kambingnya mati," jelas Barokah, Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Ponorogo.***