POJOKSATU.ID - Waburi Park adalah desa yang banyak disebut desa termegah, pasalnya tempat ini memiliki nuansa elegan, yang rapi, bersih, indah dan sejuk.

Desa ini terletak di Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dulunya, desa Waburi ini hanya berupa hamparan padang berbatu yang tandus dan tidak teratur bahkan kotor. Tapi kini disulap menjadi desa modern.

Baca Juga: Pesona Puncak Masalili Muna Dengan Ketinggian 30 Meter

Lewat Swadaya, desa baru ini dibangun fasilitas wisata yang diberi nama Waburi Park. Kekayaan budaya dan tradisi, potensi hasil laut yang melimpah, dan pemandangan laut dari tepian bibir tebing adalah jualannya.

Dalam keterangan yang dikutip Pojoksatu.id, Sabtu (9/12/2023). Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli mengatakan, sangat mengapresiasi upaya Desa Wisata Gaya Baru, mengentaskan kemiskinan masyarakatnya.

Menurutnya, esensi pariwisatanya sesungguhnya adalah penguatan ekonomi masyarakat. Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang memberi ruang kreasi bagi masyarakat sekitarnya, rakyatpun kita mengambil bagian dari ruang tersebut.

Baca Juga: Pertama di Bogor! Waroeng Ngeunah Merdeka, Tempat Makan dengan Sensasi Terapi Ikan

"Waburi Park menjadi contoh bagaimana peran pariwisata menanggulangi kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrim sekalipun," paparnya dilansir dari DisparSultra.go.id

"Jika ingin menikmati eksotisnya Waburi Park, belajar keunikan sosial budaya masyarakat setempat, Desa Gaya Baru adalah tempat yang tepat," tambah Belli.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Waburi, Wa Aua mengungkapkan, setiap hari desa ini banyak dikunjungi orang, baik itu masyarakat pedesaan, Kecamatan/Kabupaten bahkan diluar provinsi Sultra.

Baca Juga: Nikmati Akhir Pekan Dengan Kuliner Iga Bakar Cebol, Sensasi Rasa Layak Dinikmati

"Bahkan ada turis asing juga sering berkunjung, saat ini Waburi Park telah menjadi tempat penyelenggaraan acara pernikahan yang menawarkan suasana alam terbuka," sebutnya.

Sebagai informasi, desa ini berjarak sekitar 62 kilometer dari Kota Baubau, yang dapat ditempuh kurang lebih selama satu setengah jam, akses jalan sangat mendukung.***