POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Mendadak para pemilik pesantren dan para ajengan perwakilan dari setiap Kabupaten Kota Se Jawa Barat berkumpul, bahas masalah Pilkada Jabar yang perlu perhatian serius.
Para ulama itu berkumpul bukan tanpa alasan, mereka ingin Pilkada Jabar tetap aman damai dan adem jangan sampai terjadi keributan.
Apalagi belakangan mulai ramai isu ‘Sara’ yang menghiasi media sosial, isu politisasi agama untuk kepentingan segolongan orang itu dinilai bisa membuat gejolak perpecahan rakyat jawa barat.
Baca Juga: Ikut Kegiatan Tracking, Siswa SD Sekolah Alam di Klaten Tewas Usai Melintasi Jalur Sungai
Sehingga perlu para ajengan dari berbagai wilayah di Jawa Barat turun, untuk meredam isu-isu yang dapat memecah belah warga jawa barat.
Maka terbentuklah Pesantren dan Aliansi Ajengan Se Jawa Barat (Tren Al Jabar), yang di nahkodai oleh KH. Anwar Nasihin untuk menyatukan persepsi bahwa Pilkada Jabar harus damai, aman dan sukses.
Selain itu, para pengasuh pondok pesantren dan kiai di Jawa Barat memberikan dukungan terhadap paslon nomor urut empat Kang Dedi Mulyadi (KDM)-Erwan Setiawan dalam Pilgub Jabar kali ini.
Baca Juga: Jadwal Semifinal ASEAN Futsal Championship 2024: Nonton Indonesia vs Thailand Dimana? Simak Catatan Sejarah Masing-masing Tim
Salah seorang Ajengan perwakilan Pesantren dan Ajengan Jabar (Tren Al Jabar) dari Cirebon yaitu KH Aziz Hakim Syaerozi merasa prihatin atas dinamika politik di Jawa Barat yang semakin tidak sehat.
Salah satunya adalah penggunaan isu SARA sebagai bahan serangan terhadap lawan, hal itu bisa memecah persatuan warga jawa barat dan bahaya karena bisa memicu terjadi konflik.
“Itu sangat tidak dibenarkan. Maka kami para ajengan membuat kesepakatan bahwa menjaga stabilitas keamanan itu hukumnya wajib bagi seluruh warga negara termasuk pemerintah,’ kata Aziz usai deklarasi dukungan di Purwakarta, Rabu (06/11).
Untuk itu, kata Aziz, pihaknya mendorong aparat berwenang untuk segera mengambil tindakan terhadap para pelaku SARA terhadap calon yang didukungnya yakni KDM. Sebab isu SARA yang dipakai sudah jelas hoaks.
“Faktanya Kang Dedi ini tokoh muslim, sementara kita melihat banyak narasi seolah bukan sosok muslim,” ucapnya.
Aziz mengatakan, isu SARA tak hanya bertentangan dengan hukum positif sesuai undang-undang tapi juga tak sesuai dengan syariat Islam. Untuk itu ia siap membentengi dan mengawal bahkan melaporkan para pelaku SARA.
“SARA sangat tidak dibenarkan baik secara hukum positif negara maupun syariat islam. Kita dorong aparat penegak hukum kalau (SARA) sudah meresahkan masyarakat, kami akan melakukan langkah hukum untuk melakukan tindakan (melaporkan),” kata Aziz saat ditanya apakah akan melaporkan pelaku SARA.
Selain keresahan tersebut, pihaknya juga telah memutuskan untuk menentukan dukungan terhadap satu dari empat paslon yang bertarung di Pilgub Jabar. Ia menilai semua paslon memiliki nilai positif karena memiliki visi untuk membangun Jawa Barat.
Dari hasil identifikasi dan analisa, dukungan akhirnya diberikan pada Kang Dedi Mulyadi bersama pasangannya Erwan Setiawan.
Hal tersebut telah disepakati dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan anggota dari 27 kabupaten/kota se-Jabar.
“KDM memiliki kompetensi yang luar biasa, pengalaman sebagai Wabup dan Bupati Purwakarta pernah juga di DPR RI, kemudian kepemimpinannya yang paling konkret terlihat di Purwakarta. Maka dengan demikian para kiai mendorong masyarakat untuk mendukung KDM-Erwan,” ujar Aziz.***




