POJOKSATU.ID, PURWAKARTA – Usapan tangan seorang nenek tua membuat Kang Dedi Mulyadi (KDM) meleleh dan termehek-mehek, karena mengingatkan kasih sayang belaian ibu kandungnya yang telah tiada.

Nenek tua yang memberikan usapan dengan penuh kasih sayang itu, sontak membuat air mata Kang Dedi Mulyadi bercucuran karena merasakan belaian cintanya seorang ibu kepada anaknya.

Tatapan ribuan penonton, tidak dapat membendung setiap deraian air mata Kang Dedi Mulyadi, yang tengah merasakan belaian demi belaian tangan nenek tua kepada dirinya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Pejabat dan Anggota Dewan Dari Partai Gerindra 'Nyandung', Untuk Entaskan Kemiskinan

Kejadian itu terjadi diakhir acara Safari Cinta yang digelar oleh Kang Dedi Mulyadi di Lapangan King Abdul Azis, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Menurut Dedi Mulyadi, acara tersebut sebagai bagian dari perjuangan Prabowo Subianto dalam memenuhi kebutuhan warga akan hiburan. Sebab tugas pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur tapi juga membawa kebahagiaan bagi warga.

“Pak Prabowo terus berjuang, berjuang, berjuang, urusan hasil biar rakyat yang menentukan. Nanti rakyat bisa melihat mana yang asli, mana yang imitasi, mana kosmetik, mana yang otentik,” ucap KDM.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bakal Kurban Sapi Seberat Satu Ton

Di tengah acara KDM memanggil seorang nenek tua yang diketahui bernama Mak Eni, saat duduk paling depan diantara ribuan penonton yang hadir.

Ternyata Mak Eni adalah seorang jompo dengan status janda ditinggal mati suaminya, nenek tua itu hidup sendiri karena anak-anaknya sudah berkeluarga.

Selama di panggung Mak Eni menceritakan kisahnya yang menikah tiga kali dalam hidupnya. Dari ketiga pernikahan itu ia memiliki enam orang anak yang saat ini sudah besar-besar dan hidup terpisah.

Baca Juga: Pasca Bergabung Dengan Gerindra, Dedi Mulyadi Ngegas Habis-habisan Dukung Prabowo, Berikut Pernyataan-pernyataannya

“Inilah tugas pemimpin mendengarkan curhat rakyat, bukan malah pemimpinnya yang curhat saja,” katanya.

Sehari-hari, Mak Eni bekerja sebagai tukang urut dan ikut menanam singkong juga pisang di kebun orang. Ia melakukan hal itu karena tak mau ketergantungan pada bantuan orang lain termasuk anak-anaknya.

“Kalau dikasih sama anak-anak oleh saya disedekahkan kepada mereka yang lebih membutuhkan,” ucap Mak Eni yang bikin kagum KDM.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Negara Berdosa Pada Rakyat Gegara Ribuan Anak Ini, Sindir Gubernur Jabar?

KDM bertekad di kepemimpinan ke depan para jompo dan janda tua seperti Mak Eni harus memiliki jaminan kehidupan yang lebih baik. Sebab sosok seperti Mak Eni seharusnya dijamin oleh negeri.

“Inilah nasib rakyat kita di usia tua masih harus mencangkul tanam singkong, tanam pisang, tapi rakyat tidak pernah mengeluh. Tapi kalau pejabat tunjangannya telat ngeluh, uang perjalanan turun ngeluh, sementara rakyat punya daya juang yang tinggi,” ucapnya.

Di akhir acara KDM menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta sebagai modal tambahan hidup Mak Eni. Ia pun tak kuasa menahan tangis karena teringat dengan sosok almarhum ibunya, Karsiti.

Baca Juga: Sambil Naik Garuda Di Safari Budaya Dedi Mulyadi Menjemput Kemenangan Presiden 08

Ia menceritakan sejak ibunya meninggal bertekad untuk terus mencintai dan melindungi kaum perempuan yang sebaya dengan almarhum ibunya.

“Tugas negara adalah melindungi anak yatim dan jompo. Semoga mimpi itu bisa terwujud oleh pemimpin istimewa (Prabowo Subianto),” ucap KDM.

Tangis Kang Dedi Mulyadi pun kembali pecah saat dibelai dan dipeluk oleh Mak Eni. Ia menyebut belaian tersebut sama lembutnya dengan tangan almarhum ibunya.

“Tangan ibu ini adalah tangan yang indah di malam ini. Mengusap rambut saya, mengusap punggung saya, itu adalah tangan almarhum ibu saya. Siapapun di sini jangan pernah mengkhianati ibunya dan jangan pernah menyakiti, cintai dia, sayangi dia, insyaallah hidup akan mulia,” pungkas KDM. ***