POJOKSATU.ID – Pemerintah diminta untuk tidak hanya memusatkan Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi pada sektor industri semata. 

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu dilibatkan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi dan keterampilan teknis.

Permintaan itu disampaikan Owner Auto Raya Cirebon, Heru Subagia, menanggapi rencana pemerintah membuka Batch 2 Program Magang Nasional yang menargetkan penyerapan 80 ribu fresh graduate, Rabu (22/10/2025).

Menurut Heru, pengalaman pada pelaksanaan magang nasional perdana menunjukkan betapa tingginya antusiasme lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja. 

Baca Juga: PLN Sambung Listrik Gratis ke Rumah Warga Suralaya, Wujudkan Pemerataan Energi di Momen Hari Listrik Nasional ke-80

Tercatat 160 ribu pelamar mendaftar untuk hanya 20 ribu posisi magang di sektor industri.

“Angka itu menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Ribuan sarjana kita harus berebut kesempatan magang hanya di satu sektor,” ujar Heru, yang juga menjabat sebagai Ketua Kagama Cirebon.

Heru menilai, pemerintah seharusnya memperluas cakupan program magang hingga ke sektor UMKM agar para lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pekerja industri, tetapi juga mampu berinovasi di bidang usaha kreatif.

“Magang nasional batch 2 harus menyasar UMKM agar para sarjana belajar menjadi pelaku usaha, bukan sekadar calon karyawan industri,” tegasnya.

Baca Juga: Usai Dibongkar Menkeu Purbaya, Gubernur Dedi Mulyadi Sambangi Mendagri Soal Uang Rp 4,17 Triliun

Ia menambahkan, pelibatan UMKM akan membuat program magang lebih berdampak karena membuka ruang bagi para lulusan untuk berinovasi, memahami administrasi usaha, hingga mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia kewirausahaan.

“Jika diarahkan ke UMKM, magang nasional enam bulan itu akan jauh lebih bermanfaat. Para peserta bisa belajar membangun usaha sekaligus membantu UMKM naik kelas,” tutur Heru.

Sebagai informasi, pemerintah akan melanjutkan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 setelah tingginya minat pada batch pertama. 

Berdasarkan data, hampir 160 ribu lulusan perguruan tinggi mendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 20 ribu posisi magang di sektor industri.***